Berita
Pelatihan Listrik Mandiri Rakyat Demi Kemajuan Pariwisata


Print


Balai Pengembangan Kemitraan, Pelatihan Tenaga Kepariwisataan dan Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, mengadakan Kegiatan Inovasi Kreatif dalam Menunjang Wirausaha Baru Pelatihan Listrik Mandiri Rakyat, yang berlangsung selama 2 hari, dari tanggal 18 November-19 November 2014 bertempat di Grand Hotel Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Dalam sambutannya Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Drs. Nunung Sobari MM menjelaskan dengan hadirnya listrik mandiri rakyat, bisa berdampak besar terhadap perekonomian. “Misalnya, yang saat ini belum tersedia penerangan, aktifitas akan terhenti secara otomatis. Namun, dengan suasana baru artinya penggunaan listrik yang sederhana di desa wisata ini tentunya akan berimplikasi terhadap aktifitas masyarakat di malam hari,” ujarnya.
Nunung mengatakan masyarakat yang terbiasa beraktifitas di malam hari akan terusik, baik sisi kreativitas, silaturahmi ataupun aktivitas lainnya yang memberikan dampak positif. Oleh karena itu, kedepan penggunaan listrik madiri rakyat ini akan sangat membantu dan bermanfaat serta menjadi solusi terbaik bagi daerah yang jauh dari jangkauan jaringan listrik/PLN.
“Terutama di pelosok desa-desa yang memiliki potensi pariwisata. Apalagi pariwisata sebagai lokomotif khususnya di desa wisata, tentunya harus dibarengi dengan berbagai inovasi yang mudah didapat dan dimanfaatkan di sekitar lingkungan yang ada,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan kepariwisataan tidak terlepas dari unsur pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Ketiga unsur tersebut, merupakan satu kesatuan yang saling berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan kepariwisataan. Bagaimana pemerintah mendorong pembangunan pariwisata dengan memfasilitasi berbagai kebijakan yang dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah.
“Begitu juga dengan usaha dan masyarakat memiliki peran yang sangat penting, khususnya peningkatan sektor rill yang dapat mempercepat pembangunan kepariwisataan. Beragamnya jasa industry pariwisata seperti perhotelan, rumah makan, rekreasi dan hiburan umumnya serta usaha pariwisata lainnya seperti pengelola homestay tentunya membutuhkan pembinaan dan fasilitasi yang cukup intensif, mengingat pengelolaan homestay dapat memanfaatkan hal-hal lain yang dapat memberikan nilai tambah dalam pengelolaannya,” papar Nunung.
Oleh karenanya, lanjut Nunung, pemanfaatan teknologi sederhana seperti listrik mandiri rakyat ini tentunya harus disikapi dengan posistif, ketiadaan jaringan infrastruktur dapat ditanggulangi dengan penggunaan teknologi yang sederhana, yakni dengan memberikan fasilitasi pelatihan listrik mandiri rakyat kepada pengelola homestay.
Kepala Balai Pengembangan Kemitraan, Pelatihan Tenaga Kepariwisataan Dan Kebudayaan, Drs. RUSYANDI, M,Si, tujuan diselenggarakan kegiatan ini yaitu memberikan pengetahuan, kemampuan, motivasi, inovasi dan kreatifitas yang tinggi dalam penerapan keterampilan “wirausaha” agar dapat tercapai target-target yang diharapkan sekaligus mengenalkan mengefisiensikan penggunaan energi yang lebih ramah pada lingkungan. Serta mengefektifkan para peserta Pelatihan Listrik Mandiri Rakyat agar lebih memiliki rasa kebersamaan yang harmonis dalam menjunjung nilai-nilai kreatifitas dalam pengembangan “Wira Usaha Baru” khususnya di sektor kepariwisataan (home stay) di Jawa Barat.

Kegiatan Inovasi Kreatif pelatihan Listrik Mandiri Rakyat ini diikuti oleh 30 (tiga puluh) orangpeserta, yang seluruhnya merupakan pengelola home stay dan anggota kompepar aktif yang berasal dari Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan Materi yang disampaikan dalam pelatihan inia dalah teori tentang penerapan untuk menciptakan listrik mandiri masyarakat (Limar) serta praktek langsung penggunaan Limar yang dapat berfungsi di rumah/home stay tanpa harus menggunakan listrik pemerintah (PLN).(SG)***




   

Berita Lainnya

SAWALA JAWARA RAYAKAN "PENCA" JAWA BARAT SEBAGAI BAGIAN DARI PENCAK SILAT YANG DITETAPKAN MENJADI INTANGIBLE CULTURAL HERITAGE OLEH UNESCO
Tradisi Pencak Silat Telah Diinskripsi ke Dalam Faftar Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage) UNESCO
NANTIKAN JABAR AYO MENARI 12 APRIL 202O
KOMITMEN PROV. JABAR DALAM WUJUDKAN JABAR SEBAGAI PROVINSI PARIWISATA HARUS DIDUKUNG OLEH PEMANGKU KEPENTINGAN SECARA PENTAHELIX MELALUI PROGRAM STRATEGIS
RIKSA BUDAYA SEBAGAI PLATFORM GERAKAN BUDAYA UNTUK MENGUATKAN KEMBALI NILAI-NILAI BUDAYA JAWA BARAT


Kembali Ke Index Berita