Berita
Gotrasawala “West Javanese Arts : Past, Present & Future


Print


Dengan melibatkan seniman-seniman internasional, pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, menggelar Gotrasawala II dengan tema “West Javanese Arts : Past, Present & Future”, yang akan dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 3 s/d 6 Desember 2014, bertempat di Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan Kota Cirebon.
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat melaksanakan Jumpa Pers di Kantor Disparbud Jabar Jl. RE. Martadinata No. 209 Kota Bandung, menjelaskan diselenggarakannya kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat seluruh kekayaan sejarah dan budaya Jawa Barat, sehingga menjadi bagian dari dinamika perkembangan budaya dunia di abad ke-21. “Dengan digelarnya Gotrasawala ini akan memperkuat posisi Jawa Barat menjadi salah satu wilayah tujuan wisata utama di Indonesia, yang dapat menyajikan kekayaan sejarah dan budayanya kepada wisatawan luar negeri, yang telah terbukti pada masa lampau,” papar Deddy.
Tahun ini, lanjut Deddy, Gotrasawala II 2014 ini mengangkat tema Revisiting Cirebon in The Late 17th Century atau suatu masa di Kota Cirebon yang mencatat adanya sebuah perhelatan akademik dan budaya berjudul Gotrasawala. “Gotrasawala ini diartikan sebagai pertemuan para ahli sejarah dan budayawan dari seluruh nusantara dan Negara-negara Asia, seperti Trengganu, Malaka, Tumasik (Singapura), Mesir, Arab, India, Srilangka, Benggala, Campa, Cina dan Ujung Mendini (Semenanjung Malaysia),” ujarnya.
Oleh karena itu, Gotrasawala II tahun ini 2014 difokuskan kepada Cirebon, sebagai sebuah identitas sejarah dan seni budaya yang memiliki kekhasan tersendiri dalam konteks wilayah Jawa barat yang sangat luas dan majemuk.
Menurut Deddy, pada Gotrasawala II ini juga memiliki dua program besar yaitu konferensi dengan 2 buah topik yaitu "Revisiting Cirebon in The Late 17th Century" dan "West Javanese Arts : Past, Present and Future", yang akan diikuti oleh para ahli sejarah dan seni budaya Indonesia baik dari Negara-negara Australia, Eropa, Amerika maupun Asia. Tokoh akademik yang akan menjadi keynote speakers adalah Prof. Taufik Abdullah seorang sejarawan senior di Indonesia," katanya.
Digelar juga Festival Kesenian Jawa Barat., dimana festival ini juga bertema, Past, Present and Future, yang juga di bagi 2 bagian, yaitu main festival yang akan menyajikan berbagai pertunjukan kesenian klasik dan kontemporer Cirebon dan Jawa Barat. Plus kesinambungan kerjasama para seniman Jawa Barat dengan seniman-seniman dari Eropa dan Amerika.
"Ini akan dikolaborasikan dengan para seniman luar negeri yang sudah go internasional. Baik dari musik, maupun seni tari dan lainnya," kata Deddy.
Tidak hanya itu saja, lanjutnya, event tersebut pun akan menampilkan Festival Film Etnografi Jawa Barat. Dimana festival tersebut diawali oleh workshop selama 4 hari yang digelar pada tanggal 16-19 2014 juli lalu, di Kampung Budaya Sindang Barang, Kab. Bogor. "Instruktur workshop adalah sutradara film enografis kelas dunia Lawrence Blair yaitu sutradara film Ring of Fire," katanya. (SG).



   

Berita Lainnya

"MATUR KESUWUN NGAMPURA" ATAU "NUHUN" SEBAGAI CIRI BUDAYA KITA , WARGA JABAR
TINGKATKAN PERTUMBUHAN PENGEMBANGAN KREATIVITAS DI JABAR MELALUI OPTIMALISASI JEJARING KEMITRAAN
Lomba Karya Tulis 2019 Tentang Kebudayaan dan Permuseuman
Lokomotif Pembangunan Masa Depan Jawa Barat Bernama Pariwisata
KADISPARBUD JABAR LUNCURKAN "SIRARU", SEBUAH PROGRAM PENINGKATAN KEPUASAN KONSUMEN BAGI WISATAWAN YANG DATANG KE JABAR


Kembali Ke Index Berita