Berita
Pemprov Jabar Konsisten Peduli Museum


Print


Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai memiliki kepedulian sangat besar terhadap keberadaan permuseuman di daerah. Berbagai upaya dan terobosan melalui program serta pembinaan permuseuman di daerah menjadikan museum sebagai bagian dari masyarakatnya. Kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap kelangsungan permuseuman daerah di Jawa Barat dinilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan c.q. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman mendorong dan memberikan inspirasi bagi pemerintah lainnya di Indonesia. “Anugerah Pelestari Cagar Budaya dan Permuseuman tahun 2014 secara khusus diberikan kepada insan permuseuman dan pemerintah daerah yang telah memberikan inspirasi kepada segenap komponen masyarakat dan pemerintah untuk melestarikan cagar budaya yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti, pada Malam Puncak Anugerah Pelestari Cagar Budaya dan Permuseuman tahun 2014 yang berlangsung di Museum Nasional, awal September lalu.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti mengungkapkan bahwa, Anugerah Pelestari Cagar Budaya dan Permuseuman tahun 2014 diberikan dalam rangka memberikan apresiasi dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berjasa dalam pelestarian cagar budaya dan pengembangan permuseuman. Tahun ini, penghargaan diberikan untuk dua kategori, yaitu Pelestari Cagar Budaya dan Anugerah Museum.

Adapun Penghargaan Pelestari Cagar Budaya diberikan kepada Gunawan, juru pelihara Candi Sukuh, Andi Fatahilah (Percandian Bumi Ayu), Slamet (Candi Prambanan), Pastor Johannes Maria Hammerle (Nias), Pastor Robert Ramone (Nusa Tenggara Timur), Yuwono Sri Suwito (Yogyakarta), dan Nadjib Hassan (Jawa Tengah). Sedangkan untuk kategori pemerintah kota Pelestari Cagar Budaya 2014 diraih Pemerintah Kota Semarang. Untuk Anugerah Museum 2014, diraih Museum Provinsi Jawa Timur “Mpu Tantular”, Museum Tekstil (Jakarta), Museum Geologi (Bandung) serta Museum Batak TB Silalahi Center (Balige). Sementara Anugerah Museum 2014 untuk pemerintah daerah diraih Pemerintah Provinsi Jawa Barat
serta Pemerintah Kota Sawah Lunto, Sumatera Barat.

Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Deddy Mizwar yang berkesempatan menerima penghargaan, mengungkapkan bahwa Anugerah Museum 2014 yang diberikan semakin memberi semangat kepada pemerintah Jawa Barat dalam memberikan perhatian terhadap kekayaan tinggalan budaya. “Insya Allah kami akan terus berusaha untuk selalu memberi perhatian dan kepedulian lebih baik lagi agar museum di Jawa Barat bisa tetap menjadi yang terbaik di Indonesia,” ujar H. Deddy Mizwar.

Perhatian terhadap budaya di Jawa Barat dilakukan dengan dikeluarkannya regulasi berupa, Perda Jawa Barat No. 5 Tahun 2003, tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah, Perda Jawa Barat No. 6 Tahun 2003, tentang Pemeliharaan Kesenian Daerah, Perda Jawa Barat No. 7 Tahun 2003, tentang Kepurbakalaan, Sejarah, Nilai Tradisional dan Museum, Perda Jawa Barat No. 11 Tahun 2012, tentang Pelestarian Warisan Budaya Daerah, serta Perda Jawa Barat No. 1 Tahun 2013, tentang Kawasan Lindung. Secara khusus, bentuk kepedulian terhadap permuseuman dilakukan melalui, Penyusunan dan Penerbitan Pedoman Pendirian Museum di Jawa Barat 2010, sebagai pedoman dalam pengaturan pendirian museum-museum di Jawa Barat. Juga, Penyusunan dan Penerbitan Museum-museum di Jawa Barat 2010, sebagai buku guiden wisatawan kunjungan ke museum-museum di Jawa Barat.

Selain itu secara rutin diselenggarakan Pembinaan SDM Pengelola Museum di Jawa Barat, berupa Manajemen Museum, Guiden, dan Penataan Museum. Juga diselenggarakan Pembinaan Organisasi Museum: Fasilitasi Musyawarah Daerah 1 Asosiasi Museum Indonesia Daerah (AMIDA) Jawa Barat, pemilihan Ketua dan Kepengurusan AMIDA Jawa Barat 2013-2015, disertai Pemberian Bea Siswa bagi PNS Kabupaten/Kota dan PNS Provinsi Jawa Barat yang melakukan Studi Pasca Sarjana S2 Museologi di Program Pasca Sarjana Museologi UI dan Unpad dari tahun 2006 hingga sekarang.

Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, potensi Warisan Budaya Tangible (bendawi) yang tersebar di sejumlah daerah, jumlahnya untuk Situs atau Benda Cagar Budaya mencapai 1.309 buah, Bangunan Bersejarah ada 900 buah, Kampung Adat ada 11 buah, Arsitektur Tradisional menurut tipologi ada sekitar 50 jenis, menurut bangunan sekitar100 jenis. Sementara untuk Makanan Tradisional tercatat tidak kurang dari 1000 jenis, Kerajinan Rakyat lebih dari 100 jenis (anyaman, membatik, lukis kaca, dan entnografika lainnya), Naskah Kuno ada 169 buah yang telah dikoleksi Museum Sri Baduga dan Busana Tradisional ada sekitar 500 jenis, yang diantaranya pakaian pengantin Priangan, Karawang, Cirebon, Bekasi, Sukapuraan, Pakaian Santana/menak.

Sementara data potensi Warisan Budaya Intangible yang dimiliki Jawa Barat, terdiri dari Upacara Adat Tradisional ada sekitar 34 Jenis, Bahasa Daerah 3 Jenis (Sunda, Cirebon, Melayu-Betawi,). Kesenian Tradisional 247 jenis tersebar di 3 zona budaya (Priangan, Melayu Betawi dan Kacirebonan), Legenda/Cerita Rakyat ada sekitar 500 buah, Pengetahuan Lokal flora, fauna, perbintangan, alam, pengobatan sekitar 100 jenis. Ungkapan Tradisi ada 1300 buah, Peristiwa Sejarah sekitar 1000 yang diantara peristiwa Bandung Lautan Api, Bojong Kokosan, Rengasdengklok, KAA, dan lainnya, serta Permainan Rakyat yang tercatat ada 250 jenis.

Untuk potensi permuseum di Jawa Barat, tercatat ada 30 museum yang terdiri dari Museum Khusus ada 29 museum dan Museum Umum ada 3 museum dengan status kepemilikan , oleh Pemerintah Pusat ada 11 museum, Pemerintah Provinsi 6 museum, Pemerintah Kabupaten atau Kota 5 museum, serta Swasta atau Masyarakat ada 9 museum. (RHY/sumber KATAJI)***




   

Berita Lainnya

BANDUNG KETUK TILU
DISPARBUD JABAR DUKUNG KIPRAH PEREMPUAN JABAR
FESTIVAL INTERNASIONAL GOYANG KARAWANG
DISKUSI | Melacak Jejak Perempuan dalam Sastra
FESTIVAL KULINER SUKABUMI


Kembali Ke Index Berita