Berita
Mojang Kota Bogor & Jajaka Kota Bandung Pinilih Moka Jabar 2014


Print


Setelah melalui tahapan yang sangat ketat, bertempat di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Jl. Tamansari, Kota Bandung, Rabu (5/12) malam, akhirnya Mojang Kota Bogor, Villa Anggraeni dan Jajaka Kota Bandung Rizki Ramadhan terpilih sebagai Mojang Jajaka Jawa Barat 2014. Keduanya berhasil menyingkirkan 52 peserta lainnya, yang merupakan wakil dari 27 kabupaten/kota.

Penyerahan hadiah bagi Mojang Jajaka Pinilih 2014 diserahkan secara resmi oleh istri Gubernur Jawa Barat, Netty Prasetiyani Heryawan didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Drs. Nunung Sobari MM. Dalam sambutannya, Netty menjelaskan para mojang dan jajaka pinilih ini merupakan calon pemimpin masa depan. Tidak hanya mojang jajaka pinilih saja yang akan menjadi pemimpin masa depan, tapi juga seluruh peserta mojang jajaka 2014.

“Kalian semua adalah pemimpin masa depan, yang akan membawa kemajuan bagi Jawa Barat, yang kita sayangi ini. Kita semua hadir disini sebagai saksi sejarah, bahwa kalian semua peserta moka yang akan menorehkan sejarah bagi kemajuan bangsa. Tidak ada satu segmen pun dalam kehidupan berbangsa kecuali didalamnya ada pemuda pemudi, mulai dari Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, Kemerdekaan RI 1945 hingga peristiwa Malari 1967, Reformasi 1998 dan kita akhirnya yakin dan percaya bahwa harapan Ketua Komisi 3 DPRD Jabar bahwa tahun 2016, Jabar Ngahiji Jabar Kahiji di arena PON ke-16 bisa diwujudkan, dengan satu syarat, kita harus memiliki kesadaran yang sama bahwa pasanggiri ini sebagai ajang untuk mencari, memilih, membina pemuda pemudi pilihan Jawa Barat,” paparnya.

Netty menegaskan bahwa pasanggiri ini bukan hanya memperlihatkan unsur fisik, unsur kecantikan, unsur ketampanan, tapi kita ingin pasanggiri ini sebagai sarana dan ajang untuk mencari, memilih, membina pemuda pilihan Jabar, yang akan menjadi teladan, panutan dan menginspirasi masyarakat Jawa Barat. “Saya tegaskan disini bahwa, jika kita bicara pemuda berarti kita membicarakan control social, berharap semuanya mampu menjadi juara bukan hanya bermodalkan selempang dan gelar sebagai moka pinilih saja, tapi juga kita berharap, pemuda pemudi yang beruntung ini, bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi,” paparnya.

Namun, lanjutnya, masih banyak diluar sana sahabat dan teman-teman kita yang menjadi korban perkembangan jaman, ada yang menjadi korban kejahatan seksual, buruh migran yang terpaksa meninggalkan keluarga, yang seharusnya ia lindungi dan diasuh. “Ini menjadi tugas kita semua untuk bisa menata dan memperbaiki hal tersebut,” tambahnya.

Untuk itu, Netty mengatakan, siapapun moka yang terpilih, mampu menampilkan keteladanan bagi masyarakat luas. Ada sebuah perenungan yang dikutip dari orang-orang besar, seperti Soekarno yang mengatakan “berikan saya 10 pemuda, niscaya aku akan menguncang dunia”. Menganalisa hal tersebut jika dikaitkan dengan kegiatan ini, bahwa ajang pemilihan moka ini, sebagai sarana untuk memilih calon pemimpin Jabar di masa yang akan datang, yang akan membawa Jabar lebih maju.

Ia pun menambahkan ada juga kutipan presiden ke-6 Amerika Serikat John Quincy Adam mengatakan, “jangan pernah kita bermimpi menjadi pemimpin yang diteladani yang juga menginspirasi masyarakat, jika tindakan kita belum menjadi teladan dan menginspirasi orang-orang yang ada disekitar kita. “Siapapun yang jadi pinilih, seluruh peserta moka Jabar punya tugas dan tanggungjawab yang sama untuk kemajuan Jabar di masa yang akan datang,” bebernya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Drs. Nunung Sobari MM memberikan apresiasi terhadap para peserta mojang dan jajaka yang berasal dari 27 Kab/Kota se-Jawa Barat ini. Ia menilai, wawasan pengetahuan para pamilon sudah cukup bagus. "Wawasannya cukup bagus melihat dari jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh lima juri dan dua juri kehormatan," ujarnya.
Sebelum mengikuti malam puncak, 54 peserta Mojang dan Jajaka (Moka) Jawa Barat Tahun 2014 ini mengikuti serangkaian acara seperti outbond dan masa karantina. "Selama dua agenda kegiatan tersebut, panitia memberikan penilaian terhadap semua peserta Moka ini. Khusus untuk masa karantina, semua peserta mendapatkan pembelajaran mengenai seni budaya, pariwisata ,lingkungan hidup, ilmu pemerintahan, dan yang lainnya. Tujuannya supaya semua mojang dan jajaka memiliki wawasan yang luas di segala bidang," ungkapnya.
Dijelaskan Nunung, tujuan digelarnya Moka Jawa Barat ini tidak lain dan tidak bukan untuk mengangkat potensi kebudayaan dan pariwisata. Namun selain itu adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi sumber daya manusia (SDM) mojang dan jajaka di Jawa Barat. "Kita menginginkan mojang dan jajaka di Jawa Barat berperan aktif dalam pembangunan dan mensejahterakan masyarakat Jawa Barat," katanya.
Di tengah era globalisasi saat ini, mojang dan jajaka Jawa Barat harus bisa ikut andil dalam perkembangan teknologi dan modernisasi. Namun, meskipun demikian, harus tetap menjaga seni dan budaya Jawa Barat sekaligus melestarikannya. "Modern harus. Namun jangan sampai melupakan seni dan budaya daerah sendiri (Jawa Barat, red)," terangnya. (SG/berbagai sumber)***



   

Berita Lainnya

FESTIVAL GONG RENTENG SE JAWA BARAT
FESTIVAL HELARAN 2019 BAKAL DIGELAR KAB. BANDUNG BARAT
FESTIVAL SENI DAN BUDAYA ISLAM KAB.SUBANG
PAGELARAN SENI DEGUNG TEATER TERTUTUP TAMAN BUDAYA DAGO TEA HOUSE
FESTIVAL JATINANGOR 2019


Kembali Ke Index Berita