Berita
Libur Tahun Baru Lembang Ramai oleh Wisatawan


Print


NGAMPRAH, (PRLM).- Libur Tahun Baru dimanfaatkan wisatawan dari dalam dan luar kota untuk mengujungi sejumlah objek wisata di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (1/1/2015). Akibatnya, antrean kendaraan menghinggapi sejumlah ruas jalan.

Berdasarkan pantauan "PR" Online, kepadatan kendaraan dari arah selatan menuju utara mulai terjadi sejak pagi. Sebaliknya, menjelang petang kendaraan yang terpantau ramai berada dari arah utara ke selatan. Antrean mobil di Jalan Tangkubanparahu sempat mencapai dua kilometer.

Untuk mengurai kemacetan, aparat kepolisian memberlakukan sistem buka tutup jalan di beberapa persimpangan, di antaranya di pertigaan Beatrix dan persimpangan Jalan Seskoau dengan Jalan Kayuambon.

Koordinator pencatat arus lalu lintas dari Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika KBB, Ahmad Fauzan Azima menyebutkan, rata-rata kendaraan roda dua maupun roda empat yang berlalu-lalang di daerah Lembang mencapai 1.600 kendaraan per jam.

"Secara akumulasi, total volume dari dua arah meningkat. Mulai dari jam 8 pagi, arus kendaraan dari Selatan ke Utara yang tinggi. Kalau kendaraan yang menuju Bandung fluktuatif, baru sore ini mulai ramainya," kata Fauzan.

Selain di persimpangan, menurut dia, kepadatan kendaraan terjadi hampir di setiap tempat wisata favorit. "Penumpukan biasanya di persimpangan. Bukan luas jalan, karena di persimpangan itu semua kendaraan bertemu. Persoalan lainnya adalah keluar masuk kendaraan di tempat wisata, atau kendaraan yang parkir di pinggir jalan," paparnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Kabupaten Bandung Barat, Eko Suprianto mengatakan, tingkat okupansi beberapa hotel pada libur Tahun Baru kemarin hampir mencapai 100 persen. Kendati demikian, secara umum okupansi hotel pada liburan awal tahun 2015 mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.

"Kalau peningkatan enggak, justru ada kemunduran sekitar 25 persen. Tempat wisata memang bertambah, tetapi hotel juga ikut bertambah. Jadinya wisatawan semakin banyak pilihan. Selain itu, yang menjadi PR adalah kemacetan, karena kemacetan ini sangat mempengaruhi minat wisatawan," sebutnya. (Hendro Husodo/A-88)***
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/310588



   

Berita Lainnya

DUKUNGAN TERHADAP ASOSIASI PARIWISATA DAN STAKEHOLDER LAINNYA ADALAH SALAH SATU BENTUK KOMITMEN PEMPROV JABAR DALAM WUJUDKAN JABAR SEBAGAI PROVINSI PARIWISATA
BANDUNG SILAT CHAMPIONSHIP 2020
KOORDINASI DAN JALINAN KEMITRAAN JADI KUNCI KEBERHASILAN MANAJEMEN KRISIS KEPARIWISATAAN (MKK) JABAR
WEST JAVA TOURISM SUMMIT SIAP DIGELAR DI TAHUN 2020
AWALI GIAT DI TAHUN 2020, KADISPARBUD PROV.JABAR AJAK SELURUH ASN DAN MITRA KERJA UNTUK TINGKATKAN KENYAMANAN DI DESTINASI WISATA, DIMULAI DENGAN GERAKAN KEBERSIHAN DI SEPUTAR KAWASAN MONUMEN PERJUANGAN JAWA BARAT.


Kembali Ke Index Berita