Berita
Peningkatan Aktivitas Jadi Waspada Tangkubanparahu Ditutup, Ribuan Wisatawan Kecewa


Print


NGAMPRAH, (PRLM).- Ribuan orang yang mendatangi Taman Wisata Alam Gunung Tangkubanparahu kecewa karena tempat wisata yang berada di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Subang itu ditutup saat liburan Hari Tahun Baru, Kamis (1/1/2015).

Penutupan TWA Gunung Tangkubanparahu itu didasarkan atas rekomendasi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, yang menyatakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik dari level normal ke level waspada.

PVMBG mengeluarkan rekomendasi berdasarkan hasil pengamatan kegempaan, deformasi, dan visual di sekitar kawah, serta analisis data. Peningkatan status dari level I ke level II ditetapkan terhitung sejak 31 Desember 2014, pukul 15.00 WIB.

Dalam rekomendasi tersebut, wisatawan diimbau supaya tidak mendekati puncak Gunung Tangkubanparahu dalam radius 1,5 km dari kawah aktif. Warga sekitar diminta untuk tenang dan tidak terpancing dengan isu-isu letusan gunung.

Medi (42), wisatawan asal Jakarta, mengaku tidak tahu soal penutupan Tangkubanparahu. Bersama enam anggota keluarganya, dia padahal sengaja berangkat dari Jakarta sejak pukul 7.00 demi melancong ke Tangkubanparahu.

"Kecewa sih, karena untuk ke sini itu macetnya bikin capek, tapi ternyata ditutup. Namun begitu, kami nikmati saja, karena memang ingin pergi jalan-jalan. Karena ini ditutup, kami paling mutar-mutar di Lembang," kata pria yang terakhir kali ke Tangkubanparahu pada 1985 itu.

Berdasarkan pantauan, para pengujung yang datang menggunakan sepeda motor, mobil, dan bus, akhirnya memutar di gerbang masuk. Tidak sedikit wisatawan yang beristirahat sejenak sambil berharap Tangkubanparahu kembali dibuka.

Penutupan tersebut juga disesalkan PT Graha Rani Putra Persada, pengelola TWA Gunung Tangkubanparahu. Direktur Utama PT GRPP, Putra Kaban mengatakan, pihaknya menyayangkan prosedur peningkatan status gunung oleh PVMBG yang terkesan mendadak.

"Di sini ada ribuan pedagang. Mereka sudah belanja untuk berdagang pada hari ini, bahkan sampai berutang dulu. Sekarang bagaimana dengan nasib mereka? Kemudian wisatawan? Jadi, di sini bukan hanya menyangkut kepentingan pengelola saja," ujarnya.

Menurut Johan Kusuma, anggota peringatan dini PVMBG, rekomendasi yang dikeluarkan telah sesuai prosedur pengamatan yang berlaku. Gunung Tangkubanparahu mengalami peningkatan energi yang cukup drastis.

"Kami bukan melarang, tapi kami memberikan masukan, alangkah baiknya dilaksanakan. Kalau tidak, ya terserah, tetapi kami tidak bertanggung jawab jika terjadi apa-apa," tuturnya. (Hendro Husodo/A-88)***
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/310573



   

Berita Lainnya

RE LAUNCHING DE MAJESTIC SEBAGAI TITIK AWAL KERJASAMA SINERGITAS PELESTARIAN & PENGEMBANGAN ASET BUDAYA UNTUK MEWUJUDKAN PARIWISATA JUARA
Berpulangnya Bapak BJ Habibie, Presiden RI ke-3, Rabu, 11 September 2019
KOLABOLARASI PENTAHELIX KUNCI KEBERHASILAN PENGEMBANGAN PARIWISATA JAWA BARAT
TOUR DE LINGGARJATI HADIR KEMBALI
KATON TOURISM EXPO


Kembali Ke Index Berita