Berita
Banjar Buat Angklung, Bandung yang Punya Nama


Print


BANJAR, (PRLM).- Tidak sampai sepuluh menit, Oyon Hadiana yang duduk di atas bekas jok kumal, selesai merangkai angklung untuk suvenir. Di depannya, Dede Suhendi dengan cekatan meraut bambu, sesekali pada bagian lubang bambu kering ditiup beberapa kali. Limbah hasil rautan bambu dibiarkan menumpuk di depannya.

Sesekali Dede mengembuskan nafas ke arah lubang bambu, terdengar bunyi nyaring. Suara yang keluar dari lubang bambu itu ternyata nada La, pada tangga nada. Telinganya yang peka tidak puas dengan nada yang dikeluarkan masih terlampau tinggi, dibandingkan dengan bambu yang dijadikan sebagai master nada.

Setelah beberapa bagan samping bambu diserut, dia puas dengan nada yang dihasilkan. Bambu tersebut kemudian dikumpulkan dengan bambu lain yang mengeluarkan bunyi senada.

Sementara itu Oyon, (50) tidak kalah terampilnya merangkai beberapa bilah bambu termasuk memasang bambu yang sudah memiliki nada. Tidak ada lagi pengetesan suara. Dua bambu dipasang berdampingan, pada kerangka bambu yang sudah dipersiapkan.

Di sela-sela merangkai angklung, Oyon, saat ini perajin lebih mengandalkan pembuatan angklung untuk souvenir. Di lain pihak, tenaga atau jumlah perajin angklung justru semakin berkurang.

"Angklung Buatan Kota Banjar banyak dijual di Lembang, Rajapolah dan beberapa daerah wisata lain lain, lebih banyak dipromosikan hasil karya dari Bandung. Angklung Kota Banjar seolah tidak muncul di percaturan musik angklung," tutur Oyon, yang merupakan generasi ketiga perajin angklung di Kota Banjar. (nurhandoko wiyoso/A-88)

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/315442



   

Berita Lainnya

PEMPROV JABAR DUKUNG PENGEMBANGAN SENI BUDAYA ISLAM
YUK HADIR DI KAMPUNG BUDAYA SINDANG BARANG DAN IKUTI DEKLARASI "JABAR SOMEAH"
KERJA SAMA CILETUH PALABUHANRATU GEOPARK DENGAN PENINSULA GEOPARK DIRESMIKAN
KHUSUS BUAT SOBAT WARGA CIAMIS YANG TERTARIK GABUNG DI PAGUYUBAN MOKA CIAMIS
DISPARBUD PROV. JABAR DUKUNG PERINGATAN HARI HABITAT DUNIA DAN HARI KOTA DUNIA 2019 MELALUI GELAR SENI BUDAYA


Kembali Ke Index Berita