Berita
Seni Tradisi Sebagai Media Pendidikan Yang Ampuh


Print


Untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) kesenian yang unggul Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat melalui Balai Pengembangan Kemitraan SDM Kepariwisataan dan Kebudayaan menyelenggarakan Peningkatan Kompetensi Tata Pentas Seni Pertunjukkan yang dilaksanakan selama 4 hari di Bertempat di Hotel Bumi Nusantara Kabupaten Pangandaran mulai tanggal 10 hingga 13 Maret 2015.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Drs.Nunung Sobari MM menjelaskan kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk membangun SDM yang lebih berkualitas dan berdaya saing di masa yang akan datang. "Saya bangga para narasumber dan pengajar dalam pelatihan tata pentas ini, mereka sudah lama berkecimpung dan berpengalaman dalam kesenian," ujarnya.
Ini tidak lepas dari hasil kerjasama dan kolaborasi diantara banyak pihak yang sangat kompeten serta penggarap dari semua sanggar seni yang telah berpengalaman sehingga mendorong minat dan menumbuhkembangkan inspirasi pengetahuan yang didapat dalam kegiatan ini.
Dengan adanya peningkatan kompetensi ini, lanjutnya, dapat membawa manfaat dalam peningkatan kreativitas dan inovasi seni yang bermutu serta mencerminkan identitas budaya lokal. "Kita jadikan kesenian Jawa Barat sebagai salah satu industri kreatif yang dapat meningkatkan citra Jawa Barat sebagai daerah budaya dan tujuan wisata dunia," papar Nunung.
Nunung mengatakan tradisi sebagai akar perkembangan kebudayaan yang memberikan ciri khas identitas bangsa. Oleh karenanya, saat ini di Jawa Barat umumnya para seniman tidak membiarkan kesenian tradisi menjadi beku, bahkan generasi muda terus melakukan inovasi terhadap kesenian tersebut. “Seni tadisi hakikatnya, representasi dari kebudayaan luhur, sejak dulu telah menjadi media pendidikan yang ampuh dalam membentuk karakter masyarakat. Tradisi juga sebagai pondasi karakter bangsa, menjadi filter terhadap arus globalisasi saat ini,” ujarnya.
Kepala Balai Pengembangan Kemitraan SDM Kepariwisataan dan Kebudayaan Drs. Rusyandi M.Si mengatakan tujuan digelarnya ini sebagai peningkatan pengetahuan dan pemahaman teoritik serta praktek bagi peserta tentang sejarah pemanggungan dunia dan berbagai teknik panggung serta praktek perancangan konsep penataan pentas sebuah karya seni pertunjukkan. "Mengefektifkan peran sanggar seni sebagai salah satu potensi dalam menunjang pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus sebagai central pewarisan budaya secara historis bagi generasi muda" ungkap Rusyandi.
Menurutnya, peningkatan kompetensi ini diikuti oleh 30 peserta perwakilan dari wilayah priangan 9 Kab/Kota, Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut dan Kabupaten Ciamis. " Dari jumlah peserta terdiri dari penata dan penggarap seni, karawitan 12 orang, tari 8 orang, musik 5 orang, teater 5 orang," tambahnya. Sedangkan untuk narasumber merupakan pengajar-pengajar dari STSI, yaitu Bambang Arayana Sambas, Joko Kurnain M.Sn, M. Tavip M.Sn, Yayat HK MSn.
Peserta asal Cianjur, Tatang, mengatakan dengan adanya kegiatan peningkatan kompetensi ini, menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi para peserta (seniman tradisi), dimana tidak hanya diberikan teori-teori saja, tapi juga implementasi dari teori tersebut sehingga tata pentas seni tradisi akan lebih bagus dan menarik dalam pengemasannya, yang dikaitkan juga dengan kemajuan teknologi sekarang ini. “Disini kita diberikan bekal, bagaimana mengemas seni tradisi dengan mengabungkan kemajuan teknologi sehingga generasi muda bisa tertarik dengan nilai-nilai tradisi,” paparnya. (SG)****




   

Berita Lainnya

KUATKAN GELIAT PARIWISATA JABAR MELALUI JALINAN KERJASAMA PEMPROV JABAR DENGAN INDUSTRI BERBASIS ON LINE
ALUN ALUN SUMEDANG : SATU LAGI RUANG PUBLIK YANG JUGA AKAN JADI DESTINASI WISATA
GEDUNG SATE SALAH SATU DESTINASI WISATA YANG WAJIB DIKUNJUNGI DI BANDUNG
Satu Lagi Ruang Publik Yang Juga Akan Jadi Destinasi Wisata
MUNAS PHRI 2020 : "PHRI SIAP BANGUN PARIWISATA INDONESIA"


Kembali Ke Index Berita