Berita
Akulturasi Budaya Sunda Jawa Masih Terus Dilestarikan


Print


BANJARSARI,(PRLM).- Komunitas Sunda dan Jawa di Kampung Kedung Kendal, Ds. Sindangsari Kec. Banjarsari Kab. Ciamis berupaya menjaga silaturahmi melalui budaya. Kekayaan budaya hasil akulturasi budaya Sunda dan Jawa masih terus dilestarikan dan dipelihara.

Budaya Hajat Lembur dengan menghadirkan kesenian tradisional menjadi kegiatan yang rutin diselenggarakan. Atraksi Ebeg dan Manorek merupakan kesenian yang masih digemari dan rutin ditampilkan pada puncak Hajat Lembut maupun hajatan lainnya.

“Hajatan lembur tidak semata-mata merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan masyarakat dalam rangka mensyukuri nikmat dan karunia dari Allah SWT. Tapi kegiatan juga merupakan bentuk silaturahmi antara masyarakat yang merupakan percampuran Sunda dan Jawa,” ujar Agus, generasi keempat seniman Manorek.

Contohnya kesenian Ebeg atau Jaran Kepang dan Manorek, yang merupakan bentuk lain dari kesenian dari Ponorogo Jawa Tengah yang sudah ada sejak tahun 1913. Kesenian yang dipertunjukan mulai pukul 21.00 WIB hingga dinihari, selain alur pegelaran yang ditampilkan, juga bentuk tarian, irama gamelan dan bahasa yang dipergunakan merupakan campuran Sunda dan Jawa. (retno heriyanto/A-107)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/320651



   

Berita Lainnya

Laporan Mingguan Divisi Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat
Rapat Koordinasi Divisi Pariwisata, Telekomunikasi dan Tranportasi
Kadisparbud Jabar Menerima Kanditat Putri Pariwisata Nasional
Kolaborasi Program Gerakan Penanaman 50 Juta Pohon
Bekerja sama Membangun Bangsa, Berkarya Kreatif di Masa Pandemi


Kembali Ke Index Berita