Berita
Pemandu Wisata di Indonesia Masih Kurang


Print


JAKARTA, (PRLM).- Indonesia terus berupaya menarik wisatawan asing dengan berbagai promosi. Selain itu, langkah baru yang dilaksanakan pemerintah, yakni dengan memperluas cakupan negara yang bebas visa untuk berkunjung ke Indonesia. Kini sudah ada 30 negara yang warganya bebas visa saat berwisata ke Indonesia.

"Pembebasan visa untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan ke Indonesia. Ini juga sebagai bentuk pelayanan kepada wisatawan asing. Pembebasan visa sudah lazim dilakukan oleh beberapa negara. Negara tetangga seperti Thailand sudah memberlakukan pembebasan visa untuk 56 negara, sedangkan Malaysia lebih banyak lagi, yakni 164 negara," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Dr.Ir. Arief Yahya di Gedung Kementerian Pariwisata, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, (Rabu 24/3/2015).

Menpar merasa optimistis, dengan program pembebasan visa, jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia bakal naik drastis. Dengan dihilangkannya visa, memang ada beberapa pendapatan yang lepas. Namun di sisi lain, pendapatan baru yang bakal diterima Indonesia, pastinya lebih banyak lagi.

Menurut Arief, selain pembebasan visa, hal lain yang harus dilakukan dalam mendongkrak kunjungan wisatawan asing, yakni regulasi yang dipermudah. Demikian juga dengan pelayanan mulai dari bandara, imigrasi, dan auto gate harus dilakukan dengan baik. Di tingkat bawah harus sudah siap, seperti pelayanan di hotel diharapkan bisa lebih menyenangkan turis. Keberadaan home stay pun harus dikembangkan, hingga terjadi pemerataan ekonomi.

"Permasalahan lain yang dihadapi Indonesia dalam menyambut kunjungan wisatawan asing, yakni masih terbatasnya jumlah pemandu wisata. Contoh di Bali, walau bidang wisata di sana sudah maju dan terkenal di level internasional, namun pemandu wisatanya masih minim. Padahal banyak wisatawan asing yang membutuhkan pemandu saat menikmati jalan-jalannya," ucap Arief.

Arief mengungkakan, para pemandu wisata Indonesia akan dikirim ke Cina untuk menjalani training cara melayani turis. Selain menguasai pengetahuan wisata Indonesia, para guide itu nantinya memperoleh wawasan tambahan.

Program lainnya, lanjut Menpar, meneruskan pembenahan objek wisata ke sejumlah daerah. Jakarta, Bali, Yogyakarta perlu meningkatkan daya tarik tambahan. Turis asing pun nantinya akan digiring ke Medan, Lombok, Makassar, Manado sampai ke Papua. Belitung dan Bintan pun tidak terlepas dari pembenahan.

"Kita upayakan infrastruktur menuju objek wisata jadi lebih baik. Wisatawan yang berkunjuk jadi merasa aman dan nyaman. Jangan sampai kita sudah menggiring mereka ke sana, namun yang dibawa pulang turis kekecewaan. Itu jangan sampai terjadi," tambahnya.(Munady/A-147)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/321079



   

Berita Lainnya

Laporan Mingguan Divisi Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat
Rapat Koordinasi Divisi Pariwisata, Telekomunikasi dan Tranportasi
Kadisparbud Jabar Menerima Kanditat Putri Pariwisata Nasional
Kolaborasi Program Gerakan Penanaman 50 Juta Pohon
Bekerja sama Membangun Bangsa, Berkarya Kreatif di Masa Pandemi


Kembali Ke Index Berita