Berita
Panen Berlimpah, Petani Gelar "Pareresan"


Print


MAJALENGKA, (PRLM).- Warga Desa Sanghiang, Kecamatan Banjaran, Kab Bandung melakukan acara 'pareresan' atau syukuran atas hasil bumi yang telah dinikmati para petani setempat yang hasilnya cukup melimpah dan bisa menghidupi petani, Senin (11/5/2015).

Pareresan yang digelar masyarakat Sanghiang ini seluruh masyarakat berkumpul di Kantor Balai Desa sambil membawa aneka makanan seperti opak, rengginang, tumpeng lengkap dengan lauk pauknya dan hasil bumi berupa sayuran dan umbi-umbian, seperti kol, kentang, wortel, cabe, caisin dan lain-lain. Sedangkan umbi-umbian semacam ketela pohon, ubi rambat (boled), talas.

Setelah berkumpul di kantor desa, aneka sayur dan makanan dibawa ibu-ibu yang mengenakan kebaya dan kain serta 'dudukuy' dengan cara digendong. Bapak-bapak serta remaja membawa makanan dengan cara dipikul, kemudian mereka berjalan menuju Situ Sanghiang dan makam Sunan Parung atau Prabu Pucuk Umum yang makamnya di samping Situ Sangiang, letaknya tidak begitu jauh dari kantor Desa.

Tumpeng dan sesaji lainnya yang berupa hasil bumi selanjutnya dilarung ke Situ (danau-red) untuk memberi makan ikan yang ikan-ikannya dipercaya masyarakat ikan “karuhun”.

Kuwu Desa Sangiang Maman Abdurahman mengatakan 'pareresan' tersebut adalah pesta panen yang terjadi di desanya, pesta ini dilakukan setiap tahun sehabis panen.

Ritual 'pareresan' adalah menyajikan tumpeng dan sesajian lainnya ke makam Sunan Parung atau Prabu Pucuk Umum Raja Talaga Manggung yang makamnya di samping Situ Sangiang yang dipercaya masyarakat setempat sebagai bekas Keraton Kerajaan Talaga.

“Ini kami lakukan (syukuran) agar hasil bumi yang diperoleh para petani bisa berkah bagi masyarakat,” ungkap Kuwu.

Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majalengka Dudung Durahman yang hadir pada acara tersebut mengatakan, 'pareresan' bisa menjadi potensi wisata budaya yang dapat dijual kepada wisatawan.

"Ada sekitar tujuh desa di kecamatan Banjaran yang melaksanakan pareresan ini yang waktunya selang satu Minggu, apabila dikemas menarik dengan promosi yang optimal tentunya menjadi aset wisata budaya unggulan Kabupaten Majalengka," ungkap Dudung.

Kapolres Majalengka AKBP Yudhi Sulistianto Wahid yang juga hadir mengikuti ritual adat pareresan di Desa Sangiang , turut berziarah ke makam Sunan Parung.

Dia mengatakan kalau semua pihak harus ikut peduli dan menjaga budaya yang menajdi warisan leluhur serta menjaga tempat bersejarah ini. bagii masyarakat Sangiang acara pareresan dan keberadaan situ Sanghiang bisa menjadi aset perekonomian.

Kasi Wilayah II TNGC Adi Sularso mengatakan wilayah Situ Sangiang seluas 18 hektar masuk TNGC . Kawasan tersebut ber fungsi sebagai konservasi untuk menjaga kelestarian hutan dan resapan air. (Tati P-KC/A-88)***
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/seni-budaya/2015/05/11/326875/panen-berlimpah-petani-gelar-pareresan



   

Berita Lainnya

CONFEX 24-26 November 2019
FGD MICE : " STRATEGI DAN PROGRAM MEWUJUDKAN JAWA BARAT SEBAGAI DESTINASI MICE INTERNASIONAL"
Lomba Fotografi, Festival Kuliner dan kopi yang Bakal Diadakan di Green Grass Cikole lembang Sabtu Tanggal 23 November 2019
PEMPROV JABAR DUKUNG PENGEMBANGAN SENI BUDAYA ISLAM
YUK HADIR DI KAMPUNG BUDAYA SINDANG BARANG DAN IKUTI DEKLARASI "JABAR SOMEAH"


Kembali Ke Index Berita