Berita
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Gembleng Pramuwisata


Print


POJOKJABAR.com, GARUT – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jawa Barat, Hj.Ida Hernida membuka acara sertifikasi tenaga pramuwisata di Hotel Sabda Alam, Kabupaten Garut, 1–3 Maret 2017. Menurut Ida, sertifikasi tenaga pramuwisata ini diikuti oleh 20 orang peserta dari Kab Garut, Kab Tasikmalaya, Kab Pangandaran dan Kab Sukabumi.

“Pembangunan kepariwisataan diarahkan kepada peningkatan keunggulan destinasi pariwisata melalui pengembangan kualitas maupun kuantitas produk pariwisata yang handal dan menarik, dimana kondisi ini harus terus kita pertahankan dan tingkatkan pada berbagai bidang pariwisata, khususnya dalam memenuhi tuntutan dan kebutuhan wisatawan dalam melakukan aktivitas atau kegiatan wisatanya,” ujar Ida.

Ida menambahkan, industri pariwisata mencakup banyak perusahaan yang tidak dapat dipisah-pisahkan dan satu sama lain saling melengkapi.

“Dimana perusahaan-perusahaan tersebut dapat dibagi atas dua kelompok besar, yaitu : pertama, perusahaan-perusahaan yang merupakan sarana pokok kepariwisataan (”main tourism supra structure”). Perusahaan-perusahaan yang dimaksudkan ialah perusahaan-perusahaan yang hidup dan kehidupannya tergantung pada adanya orang-orang yang mengadakan perjalanan untuk tujuan pariwisata seperti biro perjalanan wisata, transportasi wisata akomodasi,” tambahnya.

Selain itu, kata Ida, jadi disini tugas dan fungsi dari seorang pramuwisata tidak hanya menyampaikan informasi yang komunikatif dengan wisatawan.
“Baik wisatawan Nusantara maupun mancanegara akan tetapi seorang pramuwisata harus mampu mempromosikan destinasi wisata dengan setiap industri pariwisata yang ada di suatu destinasi wisata,” kata Ida.

“Hal tersebut diperlukan keahlian dan kecermatan dalam menjalankan tugas pokoknya. untuk menjawab tantangan tersebut, seorang pramuwisata harus memiliki sertifikasi tenaga pramuwisata yang berbasis kompetensi sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi di bidang pramuwisata,” sambung Ida.

Ida menjelaskan, ketersediaan tenaga pramuwisata di suatu destinasi pariwisata sangat strategis, terutama dalam mendongkrak tingkat pengeluaran/belanja wisatawan dan atau untuk menjawab apa yang diinginkan oleh wisatawan terhadap yang berkaitan dengan objek yang ada di destinasi wisata tersebut sebagai pelengkap kebutuhan wisatawan dalam perjalanannya.

“Berdasarkan data yang ada terkait sdm pariwisata yang telah memiliki sertifikasi termasuk pramuwisata di jawa barat sebanyak 2.155 orang. hal ini masih jauh dari ekspektasi yang ideal mengingat jumlah sdm jawa barat sampai dengan saat ini yang perlu untuk dilatih dari berbagai kebutuhan pelatihan dasar mencapai 102.650 orang,” jelas Ida.

Oleh karena itu, lanjut Ida, untuk kesiapan dalam menghadapi masyarakat ekonomi asean (MEA) atau Asean Economic Community (AEC) ini, pemerintah pusat telah mengalokasikan kegiatan sertifikasi untuk tahun 2017 di Jawa Barat sebanyak 4.700 orang.

“Dan hal ini sudah kontrak dengan lembaga sertifikasi profesi (lsp) bidang pariwsata sebanyak 2.500 orang, diantaranya untuk sertifikasi tenaga hotel sedangkan sisanya untuk peningkatan sertifikasi sdm di bidang lainnya,” pungkas Ida.(ymi)
Sumber : http://jabar.pojoksatu.id/priangan/2017/03/07/disparbud-jabar-gembleng-pramuwisata/2/



   

Berita Lainnya

Jelang Ramadan, Pelabuhan Ratu Diserbu Wisatawan
Merasakan Keseruan Terbang Sambil Nikmati Pemandangan Kawasan Munjul dari Ketinggian
Batu Ampar, Batu Terhampar Sepanjang 300 Meter Tanpa Putus dengan Aliran Air di Atasnya
Wisata Ini Bikin Ketagihan Saat di Jawa Barat
Berburu Kerajinan Khas dan Destinasi Cantik Jawa Barat


Kembali Ke Index Berita