Berita
Pokdarwis Pasir Pawon Wakili Jabar dalam Lomba Tingkat Nasional


Print


NGAMPRAH, (PR).- Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pasir Pawon yang mengelola Stone Garden akan mewakili Provinsi Jawa Barat dalam Lomba Pokdarwis tingkat nasional tahun ini. Untuk itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat bersama Disparbud Jabar meninjau Stone Garden dan memberikan pengarahan kepada pengurus Pokdarwis Pasir Pawon, Rabu 12 Juli 2017.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disparbud Jabar Ani Ismarini menuturkan, selama ini pokdarwis di Jabar lebih dikenal dengan nama kelompok penggerak pariwisata (Kompepar). Dari sekitar 160 kompepar/pokdarwis yang ada di Jabar, Pokdarwis Pasir Pawon terpilih untuk mewakili Jabar dalam lomba pokdarwis tingkat nasional tahun ini.

"Dari Jabar, kompepar yang pernah masuk juara tingkat nasional itu ialah dari Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, beberapa tahun lalu. Setiap tahun memang Lomba Pokdarwis ini berbeda kriterianya. Tahun ini tentang Sapta Pesona, jadi bagaimana kesadaran pokdarwis dalam menciptakan iklim wisata yang baik. Nah, dari Jabar akan diwakili oleh pokdarwis dari sini," kata Ani di Stone Garden, Kampung Girimulya, Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.

Dia menjelaskan, sapta pesona ialah konsep sadar wisata yang terkait dengan dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam upaya menciptakan lingkungan dan suasana kondusif. Dengan demikian, pertumbuhan wisatawan dapat terus berkembang. Beberapa unsur sapta pesona itu, kata dia, ialah keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan.

Menurut Kepala Disparbud KBB Sri Dustirawati, kualitas pokdarwis dalam mengembangkan tempat wisata perlu didukung dengan program kerja yang baik. Selain itu, penilaian lomba pokdarwis juga memperhatikan sinergitas pihak-pihak terkait. "Jadi semua pihak ikut mendukung. Di sini komunitas masyarakat, akademisi, dan goverment ikut terlibat. BUMN, perbankan, dan swasta juga ikut membantu pengembangan wisata Stone Garden," katanya.
Mengalihkan pekerjaan masyarakat

Ketua Pokdarwis Pasir Pawon Sukmayadi mengungkapkan, Stone Garden mulai dibuka sebagai tempat wisata sejak 2014. Bermula dari diskusi dengan para peneliti arkeologi, Pokdarwis Pasir Pawon kemudian dibentuk untuk mewadahi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan wisata. "Dari dulu anggota kami berjumlah 150 orang. Namun, dulu itu yang aktif cuma sedikit, paling sekitar 15 orang. Sekarang hampir setengahnya aktif," kata Sukmayadi.

Selain itu, pembentukan pokdarwis juga dimaksudkan untuk mengalihkan pekerjaan masyarakat sekitar dari sektor pertambangan ke sektor pariwisata. Sebagai bagian dari kawasan karst Rajamandala, Stone Garden yang terletak di atas Gua Pawon memang berada di sekeliling area pertambangan kapur.

"Sekarang pengunjung Stone Garden semakin ramai. Sewaktu libur Lebaran kemarin, dari 17 Juni sampai 2 Juli, bahkan ada sekitar 10 ribu pengunjung. Kalau akhir pekan, rata-rata pengunjungnya itu 1.200 orang. Kalau hari biasa rata-ratanya paling 100 orang. Sekitar 10 persen dari pengunjung yang datang itu ialah wisatawan asing. Peningkatan juga terasa dari pengunjung yang ingin foto pra wedding. Sehari itu bisa sampai 10 grup yang melakukan foto prawedding," tuturnya.

Sukmayadi mengakui, salah satu kendala yang dihadapi pokdarwis dalam mengembangkan Stone Garden ialah aktivitas pungutan liar oleh sejumlah oknum, yang dikhawatirkan dapat membuat wisatawan tak nyaman. Untuk mengatasinya, menurut dia, masalah itu sempat dimusyawarahkan dan dibikinkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Akan tetapi, penghentian pungli itu hanya efektif selama dua hari.

"Memang salah satu kemunduran di sini ialah pungutan itu. Dulu sudah pernah dimusyawarahkan dengan desa, kepolisian, dan pihak terkait lainnya. Sudah ada MoU, jadi penarikan iuran di satu titik saja di depan Stone Garden. Ternyata MoU itu cuma bertahan dua hari, pungutan itu tetap terjadi lagi. Ya, suratnya pun ditarik lagi. Sekarang masalah pungutan itu kami serahkan ke pihak polisi, karena kami tidak bisa menghentikannya. Kami juga enggak mau mengganggu pihak yang melakukan pungutan, karena efeknya bisa ke masyarakat di sini juga," katanya.***
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2017/07/12/pokdarwis-pasir-pawon-wakili-jabar-dalam-lomba-tingkat-nasional-405068



   

Berita Lainnya

200 Orang Bersihkan Tahura
Festival Keraton Nusantara XI Genjot Kunjungan Wisatawan ke Cirebon
Bangga! Indonesia Raih 2 Penghargaan di Kompetisi Video Pariwisata Dunia UNWTO
Raih WTP 6 Kali, Pemprov Jabar Terima Penghargaan Dari Presiden
Weekend Ini, Berendamlah di Kolam Air Panas Gunung Papandayan


Kembali Ke Index Berita