Berita
Perjalanan Jauh Terbayarkan Usai Tiba di Puncak Darma


Print


SUKABUMI- Dari atas Puncak Darma, hamparan melengkung pantai Teluk Ciletuh di bawahnya terlihat seperti bentuk tapal kuda.

Pulau Kunti dan Pulau Mandra di tengahnya tampak tegar melawan terpaan ombak Samudra Hindia.

Dari ketinggian 340 meter di atas permukaan laut, para pengunjung dengan sibuknya mengabadikan pesona hamparan Geopark Ciletuh, berfoto dengan latar matahari tenggelam.

Warga setempat mengatakan, akan sangat disayangkan dan sangat merugi, jika berwisata ke Geopark Ciletuh di Kabupaten Sukabumi tetapi tidak mengunjungi Puncak Darma.

Menurut warga, saat yang paling tepat untuk ke Puncak Darma adalah pada sore hari, untuk menyaksikan matahari terbenam dari Puncak Darma.

Untuk mencapai Puncak Darma, pengunjung sangat disarankan menyewa jasa ojek yang ditawarkan warga setempat.

Saat ini, tengah dilakukan pembangunan dari jalan utama Ciletuh ke Puncak Darma oleh Pemerintah Provinsi Jabar sehingga jalan menuju Puncak Darma masih berupa hamparan batu dan tanah.

Biaya untuk satu ojek adalah sekitar Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribu, dari Pantai Palangpang atau sekitarnya ke Puncak Darma, kemudian kembali lagi.

Pengemudi ojek pun biasanya akan menawarkan wisatawan untuk mengunjungi Curug Cimarinjung terlebih dulu. Sebab, air terjun ini akan terlewati saat menuju Puncak Darma.

Jangan abaikan saran tersebut karena dengan biaya karcis Rp 3.000, pengunjung dapat menikmati pemandangan air terjun setinggi sekitar 50 meter.

Curug ini diapit bentangan tebing batu berbentuk melengkung, dan sungainya mengalirkan air ke tiga curug lebih kecil di bawahnya.

Pengemudi ojek dengan setia menunggu pengunjung di lapangan parkir gerbang Curug Cimarinjung. Jika sudah puas dengan curug, perjalanan pun siap dilanjutkan.

Bersiaplah, karena perjalanan ini akan disambut banyak tanjakan curam dengan kemiringan sampai 45 derajat.

Proses pembangunan jalan yang masih berlangsung membuat jalan ini dipenuhi hamparan bebatuan yang telah dilintasi mobil stum.

Jika tidak pandai mengemudikan kendaraan, pengendara pastilah akan tergelincir.

Namun tenang saja, para pengendara ojek di sini sudah sangat berpengalaman membonceng di jalan menanjak dan berbatu, bahkan berlumpur.

Menghadapi tanjakan-tanjakan curam permukaan jalan berbatu, motor-motor ojek ini sudah dimodifikasi khusus, terutama bagian bannya yang lebih tebal dari biasanya.

Di tanjakan, mereka hanya bisa menggunakan gigi satu pada motornya. Dengan lihai, pengendara ojek memilih melaju di bagian-bagian jalan yang lebih aman dilalui.

Setelah perjalanan super menegangkan sekitar 10 sampai 15 menit dari Curug Cimarinjung, sampailah di Puncak Darma.

Ongkos karcis untuk memasuki Puncak Darma ini Rp 3.000.

Tinggal berjalan beberapa langkah dari gerbang, pengunjung akan disambut dengan pemandangan sekeliling 360 derajat yang sangat mempesona.

Tidak hanya pesona Teluk Ciletuh, dari atas Puncak Darma dapat disaksikan juga deretan tebing yang berdiri tegak mengelilingi dataran rendahnya.

Kegagahan tebing Amfiteater Ciletuh pun semakin nyata, saat diterpa sinar miring berwarna keemasan dari matahari yang hendak terbenam di ujung Samudra Hindia.

Di puncak ini, angin bertiup kencang. Namun, hal ini tidak menyurutkan suasana keceriaan di Puncak Darma.

Pengunjung asyik membuat video atau foto menggunakan berbagai jenis gadget.

Sebagian lagi memilih memandang ke arah matahari sampai tenggelam di ufuk barat, membuat batas antara samudra dan langit tampak pudar.

"Beneran terbayar sangat mengerikan perjalanan dari bawah sampai atas, sama pemandangan di puncak. Kelihatan semua Ciletuhnya, sampai Ujunggenteng. tidak menyesal susah-susah ke sini," kata Timothy (24), warga Kota Bogor yang berwisata ke Ciletuh bersama teman-teman kuliahnya, beberapa hari lalu.

Timothy mengatakan lebih baik ke Puncak Darma menggunakan jasa ojek daripada menggunakan motor sendiri.

Sebab, katanya, kondisi jalannya sangat terjal dan berbatu, hanya dikenali oleh para pengojek yang sudah sering melintasi kawasan tersebut.

Sebaiknya para pengunjung kembali ke kawasan pantai sebelum gelap datang. Dengan demikian, akan memudahkan para tukang ojek mengemudikan motornya.

Perjalanan pulang jauh lebih menyeramkan daripada perjalanan pertama. Sebab, kini kondisi jalannya menurun terjal, dengan berbagai ancaman untuk tergelincir.

"Aku enggak ngerti kenapa bisa ojek sini bisa stabil banget. Padahal aku dah yakin akan jatuh tersungkur atau terjungkir, soalnya ada beberapa jalan yang bahaya. Tapi ternyata selamat sampai bawah. Agak pegal saja tangan sama kaki nahan badan karena jalannya miring banget," kata Timothy.

Puncak Darma merupakan dataran tinggi di ujung barat Amfiteater Ciletuh. Dataran ini memiliki ketinggain 340 mdpl.

Secara geologi merupakan bagian dari dataran tinggi Jampang atau Plato Jampang. Hamparannya berupa batu pasir tufan, breksi, dan lava yang berumur miosen bawah atau 16-23 juta tahun.

Dari tempat ini dapat diamati Teluk Ciletuh, lembah dan dinding Amfiteater Ciletuh.

Pulau Mandra, Pulau Kunti, Pantai Cikadal, Muara Sungai Ciletuh, Pantai Palangpang yang membentuk seperti motif khusus yang disebabkan oleh bentukan arus laut, serta muara Sungai Cimarinjung.

Di sebelah utara Puncak Darma, tepatnya di Kampung Oclang terdapat bebatuan yang menyerupai bidak-bidak catur.

Hingga kini, masih dilakukan penelitian untuk membuktikan asal usul pembentukan batu tersebut, antara bentukan alam atau sisa peradaban kuno.

Di bagian utara dan barat Puncak Darma terdapat tinggian bukit yang disebut sebagai daerah Cikalapa dengan hamparan padang savana dan padi huma.

Dari lokasi ini dapat dinikmati pemandangan Teluk Ciletuh di sisi selatan dan Teluk Pelabuhanratu di sisi utara. (*)
Sumber : http://jabar.tribunnews.com/2017/08/06/perjalanan-supermengerikan-dan-mendebarkan-terbayar-di-puncak-darma?page=4



   

Berita Lainnya

Aher Raih Penghargaan Pejabat Peduli Museum
110 Surfer Hadir Di Amazing Geopark Adventure Tourism
Kesejukan Air Curug Cimedang Jadi Daya Tarik Wisatawan
Ada Dua Cagar Budaya Baru di Bekasi
Curug Parigi Bantargebang Ditata sebagai Objek Wisata


Kembali Ke Index Berita