Berita
Awalnya Dikira Tempat Hunian Makhluk Halus, Ternyata Pulau Kunti Miliki Pesona Alam yang Aduhai


Print


SUKABUMI - Dahulu, tidak ada orang yang berani menginjakkan kakinya di Pulau Kunti.

Para nelayan pun enggan mencari ikan di sekitar pulau yang terletak di Kawasan Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, tersebut.

Semuanya beralasan, pulau tersebut dihuni makhluk halus, khususnya kuntilanak yang dipercaya sering menampakkan diri di sini.

Dibalik ceritanya yang menyeramkan, Pulau Kunti ternyata menyimpan sejuta pesona. Pulau yang menghadap langsung ke Samudra Hindia arah barat tersebut memiliki hamparan pantai berpasir putih.

Terdapat beberapa batuan karang yang menyembul di antara pasir putihnya.

Bagian utama Pulau Kunti sendiri merupakan tumpukan batuan sangat keras jenis konglomerat dan breksi. Terdapat sejumlah pohon yang tumbuh di Pulau Kunti.

Di bagian belakangnya terdapat sebuah gua yang terbentuk oleh gerusan ombak saat laut pasang. Gua ini tidak terlalu dalam, tetapi cukup besar untuk dimasuki pengunjung.

Pulau Kunti ini memiliki banyak flora dan fauna unik dan langka. Mulai dari bambu haur gereng yang memiliki batang sangat kuat dan padat, dan tiga jenis bambu lainnya, yakni haur koneng, haur geulis, dan haur hideung.

Ada juga pohon beurih yang bunganya sangat digemari lebah madu.

Selain itu, di hamparan pantainya terdapat pohon waru, yakni pohon berbatang keras dan daun berbentuk hati.

Di dalam hutan yang dilindungi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) ini pun, dipercaya terdapat owa jawa dan macan tutul.

Jika beruntung, elang jawa dapat ditemukan terbang di atas Pulau Kunti. Berbagai jenis burung langka pun diketahui bersarang di hutan bagian dalam Pulau Kunti.

Burung-burung eksotis dengan bulu berwarna-warni ini kerap ditemukan hinggap di dahan pohon waru di tepi pantai.

"Perairan di sekitar Pulau Kunti memiliki sangat banyak ikan. Sekelompok lumba-lumba hidung botol selalu mendatangi perairan Pulau Kunti menjelang musim ikan.

Dahulu, orang tidak berani ambil ikan di sekitar Pulau Kunti, karena selalu melihat penampakan kunti anak atau diganggu dan sakit setelahnya," kata tokoh masyarakat Geopark Ciletuh, Nurjaman Agus Faisal (30), di Pulau Kunti, Jumat (4/8/2017).

Lain dulu, lain sekarang. Nurjaman mengatakan kini para nelayan bisa mencari ikan di Pulau Kunti. Bahkan, katanya, masyarakat pun dapat mengunjungi pulau tersebut setelah mendapat izin dari BBKSDA. Pulau Kunti menjadi tidak menyeramkan lagi setelah sejumlah tokoh agama berdoa di pulau tersebut, beberapa tahun lalu.

Nurjaman mengatakan kecuali dari namanya, kini Pulau Kunti tidak lagi dianggap angker. Para nelayan pun membuat pagang, yakni saung bambu di atas laut yang digunakan untuk menjaring ikan, di dekat Pulau Kunti. Makanya, deretan pagang ini pun menghiasi perairan Pulau Kunti. Selain nelayan, wisatawan pun semakin banyak yang mendatangi pulau tersebut.

Biasanya para wisatawan menikmati keindahan pasir putihnya sambil menunggu matahari terbenam. Sedangkan yang lainnya, dapat menemukan sejumlah ikan yang terperangkap di cerukan-cerukan kecil di atas hamparan karang, mengagumi flora dan faunanya, atau berfoto di sekitar batu Pulau Kunti dan mulut guanya.

Pagang yang berderet di perairan sebelah barat Pulau Kunti, menurut Nurjaman, menjadi ciri khas perairan Teluk Ciletuh. sebuah pagang baru didirikan dengan biaya sekitar Rp 15 juta. Namun per harinya, nelayan mampu mendapat ikan sampai seharga Rp 3 juta, terutama pada musim ikan atau musim hujan.

Cara memancingnya, jaring ikan diturunkan ke permukaan laut pada malam hari, kemudian sebuah lampu dinyalakan di atasnya.

Tertarik dengan cahaya, plankton pun akan mendekati jaring tersebut dan ikan pun dengan sendirinya berenang di atas jaring untuk memakan plankton. Saat itulah, nelayan menarik jaringnya.

Selain untuk menikmati keindahan alamnya, wisatawan pun dapat menyelam menikmati keindahan terumbu karang dan ikan laut di sekitar Pulau Kunti. Air di sekitar pulau ini sangat jernih jika tidak sedang musim angin besar.

Untuk mencapai Pulau Kunti, wisatawan harus menyewa perahu seharga Rp 400 ribu dengan kapasitas 10-15 orang.

Perahu ini terdapat di Ciwaru, kawasan muara sungai yang menjadi pusat kegiatan nelayan. Pengunjung pun bisa meminjam peralatan selam dengan biaya tambahan. (*)
Sumber : http://jabar.tribunnews.com/2017/08/06/awalnya-dikira-tempat-hunian-makhluk-halus-ternyata-pulau-kunti-miliki-pesona-alam-yang-aduhai?page=all



   

Berita Lainnya

Keraton Kasepuhan Cirebon Bersiap Jelang Festival Keraton Se-Nusantara
Pengunjung Taman Mini Disuguhi Pergelaran Wayang Golek
Jadi Tuan Rumah Karnaval HUT ke-72 RI, Kota Bandung Bakal Memikat Wisatawan
3 Pertempuran Penting Rakyat Jabar Mempertahankan Kemerdekaan di Museum Monumen Perjuangan
Goa Bekas Tentara Jepang di Bandung Jadi Saksi Bisu Kejamnya Kerja Paksa


Kembali Ke Index Berita