Berita
Penca Sebagai Simpul Budaya Identitas Jawa Barat


Print


Balai Pengelolaan Taman Budaya menggelar West Java Usik Penca Festival mulai tanggal 10 hingga 12 Agustus 2017 bertempat di Teater Terbuka Taman Budaya, yang akan dibuka Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Ida Hernida SH M.Si.
USIK Penca terdiri dari dua suku kata yang memiliki makna yang saling berkaitan, Usik menyandang makna (dalam basa sunda) adalah gerak tubuh yang ditimbulkan oleh intuisi atau feeling dengan mengandung unsur beladiri dan penca menyandang makna (dalam bahasa sunda) igel yang mengeskpresikan aspek beladiri dalam bentuk seni. Secara filosofi Usik Penca bermakna “Usik malik na manusa moal jauh tina eusi hate-hate na”. Dalam tataran kehidupan usik penca mengandung nilai “tina kembang ngajadi buah, tina buah ngajadi tuah”. Usik Penca merupakan warisan budaya adi luhung perpaduan antara seni beladiri, mental spiritual dan olah raga yang di dalamnya terkandung falsafah dan semangat ke-Indonesia-an yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.
Usik Penca telah tumbuh dan berkembang di Indonesia sejak awal masa peradaban manusia, bahkan pada zaman Raja-raja di Nusantara menjadi aspek keutamaan dalam memperkuat pertahanan. Dalam perkembangannya, usik penca telah menyebar ke pelbagai pelosok belahan dunia dan telah diakui dunia internasional.
Mengingat hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui kebijakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat yang secara teknis diemban tugaskan kepada Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat bersama MASPI (Masyarakat Pencak Silat Indonesia) pada tahun ini akan menyelenggarakan kegiatan West Java Usik Penca Festival kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan seni Beladiri Penca agar terhindar dari segala bentuk yang dapat mengakibatkan terjadinya kepunahan, adapun uapaya yang dilakukan adalah melalui perlindungan, pengembangan dan pemanfatan terhadap seni Beladiri Penca. Dari upaya tersebut diharapkan pada akhirnya seni Beladiri Penca menjadi benteng pertahanan jati diri Bangsa, dan bukan saja mendunia, tetapi juga kembali membumi sebagai sistem budaya Bangsa Indonsia.
Sangat penting kami sampaikan, bahwa pada saat ini Pemerintah Republik indonesia, pemerintah Provinsi dan Pemerintah kabupaten kota, dengan seluruh rakyat se Indonsiasedang bahu membahu berjuang untuk menjadikan Pencak Silat sebagai warisan Budaya Tak benda (integible heritage) oleh UNESCO.
WEST JAVA USIK PENCA FESTIVAL bertujuan, Mempertegas bahwa Penca adalah salah satu simpul Budaya identitas masyarakat Jawa Barat dan bangsa Indonesia sebagai Bangsa yang berkarakter yang dapat menunjukan citra Bangsanya. Penca sebagai media Seni pertunjukkan bukan sekedar pergelaran seni / performing art yang hanya memperlihatkan nilai keindahan sebagai tontonan saja, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai tuntunan kehidupan. Menggali keragaman kekayaan sejarah Seni Usik Penca yang ada di Jawa Barat Mengunkap nilai-nilai adiluhurnya yang terkandung dalam Seni Usik Penca. Usik Penca di Jawa Barat sangat penting untuk diperkenalkan kepada semua pihak, Masyarakat Jawa Barat, mengenal akan akar budaya jawa Barat. Memberikan pencerahan dan pembentukan citra Penca sebagai Budaya Leluhur dalam upaya Pelestarian, mengembangkan Nilai-nilai seni penca silat sebagai jati diri bangsa melalui upaya Perlindungan, dan pemanfaatan penca. Menumbuh kembangkan minat generasi muda terhadap seni penca buhun. Seni Usik Penca kembali membuming di Jawa Barat dan diluar Jawa Barat. Mendukung usulan pemerintah Republik Indonesia maupun masyarakat menjadikan penca silat sebagai Nilai Budaya tak Benda (wbtb) dari Indonesia kepada lembaga dunia UNESCO.

Festival Usik Penca
Kegiatan West Java Usik Penca Festival dilaksanakan dalam bentuk pertunjukan/atraksi Penca oleh perwakilan peserta Festival dari 27 Kabupaten Kota se Jawa Barat berupa paket pergelaran/atraksi nonstop revew penca tangan kosong dan bersenjata yang dimainkan/diperagakan secara perseorangan (tunggal), padanan beregu dan masal/rampak. Bertempat di Teater Terbuka, Hari Kamis s.d Sabtu (10-12 Agustus 2017)

Ngawangkong/Diskusi
Diskusi/ngawangkong dengan narasumber, DR.H. Eddie M Nalapraya (Tokoh Penca Silat Nasional), H. Edwin Senjaya (Komisi II DPRD Kota Bandung/Dewan Pembina MASPI), Ki Darma (Sesepuh Penca Silat aliran Cimande), R. H. Azis Azhari (Sesepuh Maenpo Cikalong Cianjur). Bertempat di Teater Terbuka, Hari Jumat (11 Agustus 2017)

Pameran
Pada pameran dan bazar yang akan dilaksanaka pada kegiatan West Java Usik Penca Festival memamerkan peralatan yang di gunakan pada bela diri penca silat, photo-photo kegiatan penca silat dan kelengkapannya dan di pamerkan barang-barang lain nya... Bertempat di Galeri Tea House, Hari Kamis s.d Sabtu (10-12 Agustus 2017)




   

Berita Lainnya

Keraton Kasepuhan Cirebon Bersiap Jelang Festival Keraton Se-Nusantara
Pengunjung Taman Mini Disuguhi Pergelaran Wayang Golek
Jadi Tuan Rumah Karnaval HUT ke-72 RI, Kota Bandung Bakal Memikat Wisatawan
3 Pertempuran Penting Rakyat Jabar Mempertahankan Kemerdekaan di Museum Monumen Perjuangan
Goa Bekas Tentara Jepang di Bandung Jadi Saksi Bisu Kejamnya Kerja Paksa


Kembali Ke Index Berita