Berita
Rasa "Sunda" di Festival La Tomatina Tangkubanparahu


Print


Di sebuah kampung kecil berletak sekitar 4 Kilometer dari kaki Gunung Tangkuban Parahu, Jawa Barat, ada tradisi perang tomat layaknya Festival La Tomatina, Spanyol namun dengan rasa “Sunda”. Tepatnya di Kampung Cikareumbi, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Hari ini, Minggu (8/10/2017) festival kebudayaan yang dikenal masyakarat sebagai Hajat Buruan dan Rempug Tarung Adu Tomat tersebut digelar. Puluhan warga Kampung Cikareumbi dengan penuh semangat saling lempar tomat busuk yang sudah dikumpulkan sebelumnya.

Para petarung menggunakan pangsi hitam lengkap dengan topeng dan perisai dari anyaman bambu.

Sebanyak 1,5 ton tomat busuk pun hancur lebur dalam waktu kurang lebih 15 menit, pekarangan rumah dan jalan kampung itu mendadak jadi merah dipenuhi tomat yang sudah penyek terinjak-injak warga. Bukan hanya itu, setiap jengkal badan peserta perang pun penuh dilumuri tomat.

Nantinya, tomat yang sudah hancur dan berserakan di jalan tidak dibuang begitu saja, tapi akan dikumpulkan oleh warga untuk diolah kembali menjadi pupuk kompos yang berguna bagi petani sekitar.

Helaran Rempung Tarung Adu Tomat bukan tanpa sebab, tapi ada nilai luhur dan makna terkandung dalam pesta kebudayaan warga tersebut. Ialah Mas Nanu Muda, penggiat budaya sekaligus pencetus ide perang tomat. Menurut Abah Nanu, begitu ia akrab disapa, melempar tomat busuk adalah simbol membuang segala hal sifat buruk dalam diri manusia maupun hal buruk dengan penyakit tanaman.
Sumber : http://www.galamedianews.com/pariwisata/164241/rasa-sunda-di-festival-la-tomatina-tangkubanparahu.html



   

Berita Lainnya

Aher Raih Penghargaan Pejabat Peduli Museum
110 Surfer Hadir Di Amazing Geopark Adventure Tourism
Kesejukan Air Curug Cimedang Jadi Daya Tarik Wisatawan
Ada Dua Cagar Budaya Baru di Bekasi
Curug Parigi Bantargebang Ditata sebagai Objek Wisata


Kembali Ke Index Berita