Berita
Pergelaran Desa Wisata Cinunuk




SEBAGAI salah satu dari sepuluh desa wisata di Kab. Bandung, Desa Cinunuk, Kec. Cileunyi mencoba membuktikan wilayahnya layak disebut desa wisata dengan menggelar atraksi seni, Minggu (30/10). Berbagai atraksi hingga makanan tradisional khas Cinunuk dipertontonkan.

Meski sederhana, pergelaran yang berlangsung hampir sehari panuh ini mendapat sambutan hangat. Apalagi sejumlah atraksi dilakukan dengan keliling kampung dan perumahan, selain di panggung terbuka di Lapangan LDI, Kp. Cijambe. Tidak lupa sejumlah makanan tradisional juga turut dihidangkan.

Di Lapangan LDI, kuda renggong, reak tari, reak lugay, rajawali, sisingaan, calung, reog, pencak silat, dan benjang ditampilkan. Begitu pula sejumlah makanan tradisional, di antaranya bangkerok katan, kiripik sampeu, kiripik cau, opak, ranginang, dan kicimpring.

"Pergelaran ini untuk membuktikan Desa Cinunuk layak masuk 10 desa wisata di Kab. Bandung. Buktinya, sejumlah seni dan makanan tradisional khas Sunda produk Cinunuk bisa ditampilkan. Ini membanggakan, ternyata Desa Cinunuk kaya akan khazanah seni dan makanan tradiosnal. Apalagi sebagai desa wisata, kami juga memiliki kampung seni. Tinggal dipoles dan didukung semua pihak," kata Kades Cinunuk, H. Sesep Ruhiyat kepada "GM" saat menyaksikan benjang di Lapangan LDI, Kp. Cijambe, Minggu (30/10).

Didampingi Sekretaris Desa Cinunuk, Nanang Sukiman dan Babinkamtibmas Aiptu H. Sembodo, Sesep mengatakan, pergelaran ini untuk mengingatkan generasi muda di Desa Cinunuk khususnya agar tidak melupakan seni dan makanan tradisional.

"Kami akui, sejumlah seni dan makanan tradisional kini telah termarginalkan, nyaris punah dan megap-megap. Generasi muda sekarang lebih bangga dengan seni impor daripada nonton calung, reog atau benjang. Di hajatan-hajatan pun orang lebih memilih electone daripada degung atau cianjuran. Untuk itu pergelaran seni tradisional ini kami lakukan agar generasi muda tergugah," katanta.

Atraksi seni ini juga sekaligus untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-83. "Selain seni dan makanan tradisional, kami juga menggelar kegiatan sosial, yakni khitanan massal 8 anak asal Desa Cinunuk," katanya.

Sumber : http://klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20111101123746&idkolom=jatinangor



   

Berita Lainnya

Saksikan Bunga Bangkai Mekar
Tari Topeng Klana Buka Pameran Hari Koperasi
Ketika Para Seniman Garut Ngabuburit
Bandung Barat Tambah Destinasi Wisata Baru
Asyiknya Ngabuburit di Museum Sri Baduga


Kembali Ke Index Berita