Berita
Bus Wisata DAMRI Siap Berkiprah di Jawa Barat




KEINGINAN Perum DAMRI Bandung untuk menghadirkan bus khusus pariwisata selain melayani 13 trayek reguler dalam maupun luar Kota Bandung, sudah selayaknya mendapat apresiasi. Paling tidak dari pelaku usaha pariwisata yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Jabar maupun insan pariwisata lainnya.

Sebab bukan perkara mudah khususnya bagi DAMRI dalam menetapkan skala prioritas, antara tetap melayani masyarakat dengan terus meningkatkan pelayanan di 13 trayek yang sudah eksisting, dengan membuka layanan baru berupa peningkatan servis di bus wisata.

Apalagi selama ini banyak masyarakat yang sudah merasakan keberpihakan angkutan DAMRI terhadap mereka, melalui keberadaan bus regulernya dengan tarif yang sangat terjangkau dan mampu menghubungkan semua tempat di wilayah Kota Bandung. Tentu saja ini menjadi nilai positif bagi DAMRI untuk terus berkiprah di bisnis transportasi.

Saat ini Perum DAMRI Bandung menyediakan sedikitnya 5 bus khusus pariwisata, yang siap digunakan oleh para pelaku pariwisata di Jawa Barat. Bus pariwisata DAMRI jenis Mercedez MBO H1518 Euro 3 ini, diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi para penggunanya.

"Untuk tahap awal kita memang sudah menyiapkan sedikitnya 5 unit bus tipe ini khusus di Bandung. Namun kalau masih kurang kita bisa minta bantuan bus dari kantor pusat di Jakarta," ujar Kepala Perum DAMRI Bandung, Drs. Sadiyo, saat dilangsungkannya acara "Temu Bisnis dan City Tour", di Metro Indah Mal (MIM), Jln. Soekarno-Hatta, awal Januari lalu.

Secara keseluruhan, tambah Sadiyo, Perum DAMRI Bandung memiliki 253 armada, dengan rincian 142 bus non-AC dan 111 bus AC. "Dengan jumlah armada sebanyak itu, kita siap memberikan pelayanan terbaik termasuk untuk melayani angkutan pariwisata di seluruh Indonesia," tegasnya.

Hadirnya DAMRI dalam bisnis angkutan pariwisata, ternyata disambut baik oleh Asita Jabar. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asita Jabar, Herman Rukmanadi bahkan mengatakan, pihaknya tidak perlu menyangsikan Perum DAMRI Bandung sebagai penyedia bus pariwisata.

"Apalagi selama ini secara tidak langsung banyak anggota kami yang sebenarnya telah menggunakan DAMRI, meski waktu itu DAMRI belum menghadirkan bus khusus pariwisatanya. Dengan hadirnya bus khusus pariwisata DAMRI, tentunya menjadi keuntungan tersendiri bagi semua anggota Asita Jabar. Sebab setiap saat kita bisa langsung berhubungan dengan DAMRI," ujarnya. Namun sesuai dengan harapan yang diungkapkan sejumlah anggotanya, tambah Herman, Perum DAMRI Bandung diharapkan mengacu pada penyediaan bus standar pariwisata seperti yang dilakukan pengusaha transportasi lainnya. "Ini sangat penting, sebab semua itu berkaitan dengan aspek pelayanan, yang harus dirasakan perfectoleh semua penggunanya," harapnya.

Sejatinya Perum DAMRI Bandung memang harus memperhatikan hal itu. Sebab orang-orang Asita sebagai pelaku tentunya lebih paham, apa yang menjadi kebutuhan pelanggannya. Seperti Perum DAMRI harus mampu menjaga komitmen untuk menghadirkan bus pariwisata sesuai ketentuan, melakukan pemisahan antara bus yang khusus pariwisata dengan bus reguler, memiliki bus pariwisata sesuai standar keselamatan, serta memiliki SDM khususnya sopir yang mencerminkan orang pariwisata.
(efrie ch./"GM")**

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/index.php?id=201201300658271



   

Berita Lainnya

Pegelaran Revolusi Musik Bambu
Curug Bojong, Niagara Versi Kecil di Pangandaran
Gua Pawon, Pesona Eksotis Gua Purba
SDN Malabar 4, Sekolah Peninggalan Bosscha
Gua Sinjang Lawang di Pangandaran Lebih Eksotis dari Green Canyon


Kembali Ke Index Berita