Pura Parahyangan Agung Jagatkarttya Taman Sari Gunung Salak

21-02-2012 Kabupaten Bogor 10207 baca


Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Taman Sari Gunung Salak adalah pura terbesar di luar Bali, setelah Pura Besakih. Pura ini memiliki status Kahyangan Jagat. Didirikan pada 1995 dengan biaya kurang lebih Rp 15 milyar dan pembangunannya memakan waktu selama lima tahun bertempat di Desa Taman Sari, Siopus, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor.

Pura terbesar secara fisik dan konsep berada di bumi suci, Parahyangan (Para Hyangan), Bogor. Diyakini di sinilah tempat petilasan Prabu Siliwangi -- raja paling masyhur dan paling dipuja. Di lereng Gunung Salak sebagai simbol Maha Meru, tempat bersemayam para dewa. 
Candi ini dibangun untuk menghormati Prabu Siliwangi beserta para prajuritnya yang konon menjelma menjadi Macan yang menjaga tanah Sunda.
Konon, dulu sering ada hal-hal gaib yang terjadi di wilayah ini yang berhubungan dengan Prabu Siliwangi, raja masyur dari Kerajaan Hindu terakhir di Jawa Barat. Ada yang percaya di tempat Pura ini berdiri adalah tempat Prabu Siliwangi menghilang bersama para prajuritnya. Sebelumnya pada 1981, di lokasi itu dikenal sebagai tempat Batu Menyan. Batu yang mengeluarkan asap dupa setiap hari. Konon di batu itu pula, acap kali masyarakat melihat cahaya putih, sinar terang, dari langit turun ke batu.  Juga rumput-rumput  yang bersinar terang. Hingga akhirnya sebelum membangun pura, umat Hindu lalu memutuskan untuk membangun terlebih dulu candi dengan patung macan berwarna putih dan hitam sebagai penghormatan terhadap Kerajaan Padjadjaran, Kerajaan Hindu terakhir di tanah Parahyangan.

Awal pembangunan dilakukan pada 1995 dengan mendirikan sebuah candi sederhana. Pura ini dibangun secara lengkap. Bagian Utamaning Mandala dibangun antara lain Bale Pesamuan Agung, Padmasana, Bale Pepelik/Pengruman, Pengeluran Agung, Taksu Agung,  Patirtaan, dan Candi. Di bagian Utama Mandala akan dibangun antara lain Bale Panggungan,  Bale Agung, Bale Peselang, Bale Pawedan/Gajah,  Bale Gegitaan,  Bale Raringgitan,  dan Kori Agung. Di bagian Madya Mandala dibangun Pengapit Lawang,  Pesimpangan Dalem Peed, Bale Gong & Bale Pengambuhan, Pasandekan Sulinggih,  Bale Kulkul dan Candi Bentar.
Bagian Nista Mandala dibangun antara lain Wantilan, Bale Paebatan, Bale Paninjon, Candi Bentar, dan Pasandekan. Di Nistaning Nista dibangun kamar mandi dan parkir.

 



Objek Wisata Lainnya