Kawasan Bordir Kawalu

28-06-2016 Kabupaten Tasikmalaya 83108 baca

Print


Kawalu adalah sebuah kecamatan di Kota Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat. Ibu kota kecamatan ini berada di Kelurahan Karsamenak. Saat ini kecamatan Kawalu dikenal sebagai daerah penghasil ”home industry” Bordir di Kota Tasikmalaya. Dengan 33 Sentra Bordir yang tersebar di 10 Kelurahan, Kawalu mengalami percepatan ekonomi paling pesat dibanding kecamatan lain. Produksi bordir Kawalu selain merambah pangsa pasar kecil di Priangan Timur, juga merambah pasar di kawasan Ibu Kota Jakarta khususnya Pasar Tanah Abang dan Manca Negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Saudi Arabia, Singapura, dan Afrika.

PENGHASIL BORDIR TERBESAR
Atmosfir sebagai kota penghasil seni bordir terbesar di Jawa Barat sudah terasa sejak memasuki daerah Kota Tasikmalaya terutama setelah perjalanan mengarah ke Selatan. Melewati Terminal Bis pengunjung sudah diarahkan oleh papan penunjuk arah Cipatujah / Karang Nunggal. Pengunjung sudah di sambut oleh Gapura tinggi melintang jalan pada perempatan Cisumur bertuliskan "Selamat Datang di Centra Bordir Kawalu Tasikmalaya". Sepanjang kiri kanan jalan sudah dihiasi outlet-outlet yang memajang berbagai macam produk khas Tasikmalaya seperti kerudung, mukena, kebaya, gamis, baju koko dengan berbagai corak ukuran dan warna. Salah satu Lokasi yang direkomendasikan oleh masyarakat lokal untuk dikunjungi bila jalan-jalan ke Kota Tasikmalaya adalah Imah Tasik. Lokasinya beralamat di Lingkar Industri Kecil (LIK) atau Jalan Perintis Kemerdekaan, sekitar 3 kilo meter dari Kota Tasikmalaya. Imah Tasik merupakan etalase kerajinan unggulan Kota Tasikmalaya yang dikelola Pemkot Tasikmalaya. Pengunjung yang datang ke Imah Tasik bisa difasilitasi oleh pengelola untuk dipertemukan dengan produsen kerajinan bila belanja sekala besar. Imah Tasik buka setiap hari mulai jam 09.00 WIB – 16.00 WIB, termasuk hari Minggu dan hari libur.  Di sini dipajang hasil kerajinan yang mewakili kerajinan unggulan di Kota Tasikmalaya juga Kabupaten Tasikmalaya seperti kerajinan anyaman asal Rajapolah.

KERAJINAN KELOM GEULIS
Tidak jauh dari Imah Tasik, terdapat pabrik yang membuat alas kaki untuk kelom geulis. Pengunjung bisa menyaksikan para perajin membentuk kayu-kayu balok menjadi sebuah alas kaki yang cantik dan  mengkilap. Dari sinilah alas kaki untuk dimodifikasi di rumah perajin Kelom Geulis dibuat. Sentra industri bordir Tasikmalaya tersebar di 24 Desa / Kelurahan, 12 Kecamatan di Kota Tasikmalaya dan sisanya di Kabupaten Tasikmalaya. Ke-12 Kecamatan itu adalah Kecamatan Kawalu, Cibeureum, Cipedes, Cikalong, Cikatomas, Cipatujah, Karangnunggal, Leuwisari, Manonjaya, Salopa, Sodonghilir, dan Sukaraja. Di antara ke-12 kecamatan itu, daerah yang paling dikenal sebagai sentra industri bordir adalah Kecamatan Kawalu. Industri bordir di sentra bordir Kawalu terdapat di Kelurahan Tanjung (Air Tanjung), Karsamenak (Kampung Ngamplang, Kampung Saguling Babakan), Cibeuti, Cilamajang (Saguling Panjang), Talagasari, Gunung Tandala, Karang Anyar dan Karikil.
Sejak memasuki Jalan Air Tanjung - Kawalu, gemuruh suara mesin bordir sudah terdengar. Ada yang menggunakan mesin juki kecil dan kebanyakan sudah menggunakan mesin bordir komputer yang bisa memproduksi bordir hingga 10 pcs satu kali putaran. Seni Hiasan Bordir telah di temukan sejak dahulu. Hiasan ini pertama kali muncul di Byzantium tahun 330 sesudah masehi. Sedangkan kain Bordir Tasikmalaya adalah serapan dari kebudayaan Cina. Menurut sejarah, industri Bordir Tasik pertama kali tumbuh dan berkembang pada tahun 1925 di Desa Tanjung Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Salah seorang perintisnya adalah seorang wanita bernama Hj. Umayah binti H. Musa, yang pada tahun sebelumnya bekerja di perusahaan Amerika, Singer. Setelah menguasai bidang bordiran saat di Singer, ia keluar dan kembali ke Desa Tanjung dan membuka usaha kecil-kecilan dengan menerima pesanan bordiran baik dari Tasikmalaya maupun dari luar daerah.
 



Objek Wisata Lainnya