Ngaleunggeuh

12-12-2011 Kabupaten Bandung 9243 baca


 

Ngaleunggeuh dapat disaksikan pada persiapan sebelum acara-acara dilaksanakan, seperti Khitanan, Pernikahan, atau Tingkeban. Dalam Ngaleunggeuh terdapat seni Tutunggulan atau Ngarempug Nutu (menumbuk padi bersama). Perbedaannya, pada seni Tutunggulan, padi hanya merupakan Tamba Kadengda (hanya syarat saja), sedangkan pada seni Ngaleunggeuh, padi yang dipergunakan pada upacara Tutunggulan, berasnya sebagai bekal untuk selamatan tersebut.
Sebelum kartu undangan populer dan dipergunakan oleh semua lapisan masyarakat, Ngaleunggeuh merupakan alat pemberitahuan kepada para tetangga baik di kampungnya sendiri maupun kampung tetangganya. Seperti halnya Tutunggulan di daerah lain, apabila kampung tersebut ada yang Ngaleunggeuh, maka kampung yang lainnya akan menyahut pula, akhirnya sambung menyambung.
Orang-orang ketika mendengar Tutunggulan akan mengerti bahwa dalam beberapa waktu lagi (biasanya satu minggu) akan ada yang hajatan. Mereka mempersiapkan bahan-bahan yang akan disumbangkan. Dua atau tiga had bahkan pada had perayaannya, bahan-bahan tersebut di kirimkan. Biasanya bahan tersebut sudah berupa barang jadi seperti Opak, Rangginang, Wajit, buah-buahan seperti pisang, bahkan beras. Jarang mereka menyumbang dalam bentuk uang. Di tempat yang hajatan ada panitianya, setiap pengirim dicatat secara cermat, nama, kampung dan kirimannya. Ini dimaksudkan apabila orang tersebut mengadakan hajatan akan disumbang dengan barang serupa, baik jumlah maupun bentuknya.
Pada hakekatnya, Ngaleunggeuh sama seperti Tutunggulan, bahkan waditranya pun sama yaitu Lesung dan Halu (antan).
Alamat: Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Sumedang
Telepon: 
Email:
Internet:
Arah: 
Fasilitas: 
Jam Buka:
Tutup:
Tiket:
Informasi Lebih Lanjut:
 

 



Objek Wisata Lainnya