Dogdog Lojor (Limbangan)

27-07-2011 Kabupaten Garut 9556 baca


Satu-satunya perangkat Dogdog Lojor di daerah Priangan adalah di Limbangan. Kesenian Dogdog Lojor ini sejak tahun 1900 di kampung desa Sukadana Kecamatan BL. Limbangan Kabupaten Garut oleh seorang warga kampung tersebut Yang bernama Bp Abdul.

Menurut ceritera istilah Dogdog Lojor ini tercipta di karenakan waditra atau alat yang di pergunakan berupa Dogdog Panjang yang terbuat dari pohon jambe (pinang), dan di lengkapi oleh sebuah Angklung serta Kohkol untuk lebih menyemarakkan suasana.

Kesenian ini menurut kepercayan penduduk setempat pada saat di maksudkan untuk memohon kepada Yang Maha Kuasa agar di turunkan hujan bila saat musim kemarau panjang tiba, sambil mereka memandikan seekor kucing dan di iringi oleh kesenian ini sambil di arak secara beramai-ramai. Namun sekarang kesenian ini hanya merupakan sarana hiburan semata baik acara perorangan maupun pada acara hari-hari Nasional.

Sekitar tahun 1930-an, Bapak Abdul meninggal dunia dan kesenian ini di lanjutkan oleh putranya yaitu Bapak Harun (80 thn) sampai sekarang.

Kesenian dogdog lojor ini didukung oleh 8 orang pemain antara lain

- 2 (dua) org pemain Angklung

- 3 (tiga) org pemain Dogdog Panjang (Lojor)

- 2 (dua) org pemain Kohkol

- 1 (satu) org pemain Keprak sbg Pelengkap.

Lama pertunjukkan ini rata-rata 1 sampai 2 jam apabila di pertunjukkan untuk umum, tapi dapat di perpendek waktunya apabila per tinjukkan untuk acara-acara Nasional seperti HUT - RI dlsb.

Sementara busana yang di pakai yaitu baju Takwa, celana Sontog dan Totopong.

Demikian uraian singkat tentang kesenian Dogdog Lojor yang ada di wilayah kampung Sukadana Kec. BL. Limbangan Kab. Garut, menurut penuturan I. Kusnadi, Penilik Kebudayaan Kandepdikbud Kecamatan Limbangan.

 



Objek Wisata Lainnya