Benjang

12-09-2011 Kabupaten Bandung 27261 baca

Print


Benjang, merupakan pertunjukan yang mirip dengan gerak Pencak Silat. Pada lagu Rincik Manik dan Ela-ela timbullah gerak yang di sebut Do gong, yaitu permainan saling mendorong, dua lawan mempergunakan halu (antan) dalam sebuah Iingkaran atau arena, yang terseret keluar di nyatakan kalah. Dari Dogong berkembang menjadi Seredan yaitu saling mendesak, mendorong tanpa alat apapun. Begitu pula aturannya, yang terdorong keluar lingkaran di nyatakan kalah. Gerak seredan berkembang menjadi gerak Adu Mundur, dalam gerakan ini yang di pergunakakn adalah Pundak masing¬masing, tidak mempergunakan tangan atau alat apa pun. Selain itu adapula yang di sebut Babagongan, yaitu gerakan atau Ibingan para pemain yang mempertunjukan gerakan mirip Bagong (Celeng), dan Dodombaan yaitu gerakan atau Ibing mirip Domba yang sedang berkelahi adu tanduk. Peraturannya, baik Babagongan, Dogong, Seredan, Adu Mundur dan Dodombaan, tidak boleh menggunakan tangan. Namun karena seringnya terjadi pelanggaran, terutama pemain yang terdesak. Tangan turut membantu, meraih dan mendorong. Selanjutnya tangan pun boleh di pergunakan dan terciptalah permainan baru yang disebut Genjang.
Dalam perkembangannya, pertunjukan Benjang dilengkapi dengan kesenian lain seperti Badudan, Kuda Lumping, Bangbarongan, dan Topeng Benjang. Seni Benjang kemudian melebar hingga ke Desa Cisaranten Wetan, Desa Cisaranten Kulon, Kecamatan Buah Batu, Kecamatan Majalaya, dan Kecamtan Cicadas Kota Bandung.
Alamat: Kecamatan Ujung Berung Kabupaten Bandung
Telepon:
Email:
Internet:
Arah:
Fasilitas:
Jam Buka:
Tutup:
Tiket:
Informasi Lebih Lanjut:

 



Objek Wisata Lainnya