Pencak Silat

01-12-2012 Jawa Barat 11865 baca


Pencak Silat di Tatar Sunda pernah terbagi dua kelompok yaitu kelompok yang di sebut Kembang (bunga) dan kelompok yang di sebut Buah (buah). Di samping itu ada yang di sebut jurus, yaitu serentetan gerak­gerak pokok yang merupakan dasar kedua kelompok tadi. Maka Penca Kembang adalah rangkaian dari beberapa jurus menjadi suatu tarian, yang terdiri dari ragam tarian sesuai dengan pola irama tempo dan tenaga yang di gunakan. Umpamanya yang di sebut Tepak Dua, yaitu ragam Tari Penca yang berpijak pada gaya tabuhan yang bemama Tepak Dua dan termasuk yang paling lambat. Tariannya pun lambat serta gerakannya lebih nampak gemulai.


Setelah Tepak Dua di kenal tari Tepak Tilu yang temponya lebih cepat demikian pula gerakannya, lebih tegas dan kuat. Antara Tepak Dua dan Tepak Tilu ada ragam tari Paleredan, sedang ragam yang tercepat adalah Padungdung. Biasanya suatu ragam tan Penca selalu bersambung ke ragam Padungdung ini sebagai penutup tarian.

Ada ragam tabuhan lain yang temponya cepat tapi tidak lebih cepat dari Padungdung, yaitu yang di sebut Golemong.

Dalam pelaksanaan pagelaran tari Penca, setiap tarian dapat di lakukan oleh seorang atau lebih secara rampak. Ada tarian yang tanpa

menggunakan senjata tajam, yang di sebut Tangan Kosong. Ada pun senjata yang di gunakan seperti Pisau, Golok Cabang Trisula, Tumbak atau Toya. Ada tarian yang di lakukan berdua seperti yang sedang bertarung, baik dengan tangan kosong atau bersenjata. Biasanya di lakukan pada iringan Padungdung, sedang tariannya sudah di tata sebelumnya.

Pagelaran Tari Penca ini biasanya di laksanakan dalam suatu malam kesenian, sebagai salah satu acara, atau biasanya pada suatu perhelatan keluarga. Seperti Sunatan, Pernikahan dan lain-lain. Di sebutnya Ikul Pakaulan. Bila pada Sunatan biasanya ada kokolot Penca yang menari sambil menjampi anak yang sunat dengan do'a atau jampi agar anak sunat cepat sembuh. Tan Penca juga biasa ikut serta dalam suatu iringan. Mereka menari sambil berjalan.

Ada pun Penca buah tidak tepat untuk di pertunjukkan seperti tari Penca pada suatu hajatan, karena Penca Buah adalah mengandalkan gerakan-gerakan bagi kegunaannya dalam bela diri.

Menurut riwayat pertumbuhan Penca sebagai mana di kemukakan oleh bapak Atot Rasoma dalam Buletin kebudayaan KAWIT No. 5 berawal dari seorang pesilat bernama Sakir di Cimande, Kabupaten Cianjur.
 



Objek Wisata Lainnya