Ensiklopedia

Arak-arakan

Istilah yang biasa dipakai untuk menamakan suatu peristiwa kesenian atau "keramaian," yang terkait dengan suatu pesta perayaan. Arak-arakan selalu mengandung aspek berjalan, pawai, yang bergerak dari suatu tempat ke tempat yang lain. Sesuatu yang diarak adalah yang dibawa berjalan (keliling) dengan diramaikan atau ditonjolkan. Istilah lain yang memiliki arti serupa selanjutnya ...

Topeng Menor

Topeng Menor, bukanlah sebutan bagi suatu jenis kesenian. Sebutan itu sebenarnya hanya untuk menunjukkan seseorang sebagai penari topeng. Menor adalah nama lain bagi seorang yang bernama Carini. Ia adalah buah perkawinan dari Sutawijaya (ayah) dan Sani (ibu). Sutawijaya adalah dalang wayang kulit dan Sani dalang topeng. 

Soder atau Selendang

Selendang, atau soder (Sunda), sewet (Cirebon), sampur (Jawa), senteng (Bali) adalah salah satu bagian kostum atau properti yang sangat penting dalam tari-tarian di Jawa. Bahannya terbuat dari macam-macam kain, misalnya sifon, santung, saten, katun, dan sebagainya. Motif dan warnanya juga bermacam-macam, ada  yang dibatik; ada yang polos. Warnanya selanjutnya ...

Serat Kanayagan

Serat Kanayagan adalah salah satu bentuk notasi untuk menuliskan nada-nada musik atau karawitan, baik untuk nada-nada gamelan maupun lagu. Istilah tersebut pertama kali disampaikan oleh Rd. Machyar Angga Kusumadinata pada tahun 1923 untuk menunjuk lambang-lambang nada yang diwujudkan dalam bentuk suku kata dan angka. Oleh sebab itu, lambang-lambang selanjutnya ...

Soder atau Simbol

Soder, tidak saja bernilai praktis, akan tetapi juga mempunyai nilai simbolis. Dalam tayuban (di Jawa Timur) misalnya, selendang diartikan sebagai sampurnakno uripmu (sempurnakan hidupmu). Kesempurnaan hidup itu dilambangkan dengan sampur. Orang menari tayub itu sebenarnya mencari kebaikan dan kesempurnaan hidup di dunia untuk bekal di akhirat. Soder yang selanjutnya ...

1 2 3 4 ... 16 Next »