Artikel

Menikmati Suasana Pantai Glayem Indramayu

30-01-2015 57 baca

INDRAMAYU - Pantai Glayem yang berlokasi di Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang banyak dikunjungi di Pantura Jawa Barat.

Meskipun kondisi pantainya kurang bersih dan belum dikelola serius oleh pemerintah setempat, akan tetapi Pantai Glayem memiliki daya tarik tersendiri bagi pengujung.

Deretan gubuk pedagang di sekitar Pantai Glayem menawarkan tempat yang lumayan asik bagi yang ingin menikmati suasan pantai sambil mengabadikan moment atau mengambil gambar pemandangan laut.

Selain itu, sandaran kapal nelayan di dekat Pantai Glayem juga menawarkan view yang lumayan bagus bagi pegiat fotografi lanscape seputar aktivitas nelayan.

Pantai Glayem bisa diakses dari daerah Cirebon dengan mengambil jalur Kapetakan-Krangkeng kemudian masuk daerah Karangampel Indramayu.

Kuliner hasil olahan hasil laut atau seafood juga ada di Pantai Glayem dan sudah cukup terkenal karena enaknya yang akan memanjakan pecinta kuliner seafood.

sumber :http://bandung.bisnis.com/read/20150126/13/525842/info-wisata-menikmati-sua sana-pantai-glayem-indramayu

selanjutnya ...

Geopark Ciletuh Jadi Tempat Wisata Bertaraf Dunia

26-01-2015 74 baca

INILAHCOM, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana akan ‎mengembangkan sebuah kawasan Geopark yang berada kurang lebih 30 kilometer dari selatan Pelabuhanratu Sukabumi. Kawasan yang diberi nama taman alam Ciletuh ini akan dijadikan destinasi wisata yang menjanjikan.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar sangat berobsesi mengembangkan seluruh tempat wisata di Jawa Barat. Bahkan, dia berencana untuk mempresentasikan potensi unik batuan tertua di pulau Jawa yang umurnya sekitar 41-60 juta tahun yang lalu itu kepada para kepala negara.

Pria yang akrab disapa Demiz ini akan menyampaikan potensi Geopark Ciletuh pada pada acara peringatan napak tilas Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika April 2015 mendatang.

"Kita ingin langsung kenalkan Ciletuh kepada para kepala negara Asia-Afrika sebagai Geopark bertaraf internasional," tutur Deddy, Minggu (25/1/2015).

Akhir Pekan lalu, Pemprov Jabar sudah menggelar pertemuan dengan tim Peneliti dari Fakultas Teknik Geologi Universitas Pajajaran (Unpad). Sebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan delineasi pada tahun ini.

Proses delineasi itu akan bekerja sama dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah koordinasi Fakultas Teknik Geologi Unpad.

"‎Delineasi dilakukan untuk menentukan batasnya sejauh mana. Seberapa luas area geopark Ciletuh ini," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya akan melakukan pengalaman gambaran yang lebih lengkap dan merinci guna mengenal potensi yang ada. Selain itu, perlu dibuat event internasional, seperti bidang olahraga dan sebagainya, untuk mempromosikan geopark Ciletuh.

“Kita juga akan membuat rancangan selanjutnya ...

"Nyangku" Tradisi Nyaangan Laku Masyarakat Panjalu

21-01-2015 137 baca

Nyangku yang mempunyai arti nyaang laku (menerangi prilaku), merupakan tradisi turun temurun yang dilaksanakan oleh para keturunan kerajaan Panjalu dan masyarakatnya. Biasanya, tradisi ini dilaksanakan setiap tanggal lima likur, tujuh likur atau salapan likur. Untuk tahun ini, nyangku digelar tanggal 25 Maulud  atau 29 Rabiul Awal 1436 H.

Tradisi nyangku, pelaksanaannya mirip dengan acara Panjang Jimat yang dilakukan oleh Kasultanan Cirebon setiap tanggal 1 Maulud, maupun acara serupa di Yogyakarta atau Solo. Bedanya, tradisi Nyangku berakhir di komplek makam Prabu Borosngora yang berada di tengah Nusa Gede Situ Panjalu, setelah diarak keliling alun-alun Panjalu dan dimandikan di sana.
 
Salah seorang sesepuh Panjalu, R Haris R Cakradinata SE menyebutkan, tradisi nyangku bukan untuk memuja-muja barang peninggalan leluhur, tetapi upacara tersebut diselenggarakan untuk mengingat jasa dan perjuangan leluhur masyarakat Panjalu, yakni Prabu Sanghiang Borosngora. Tradisi itu diikuti oleh masyarakat Panjalu yang berasal dari berbagai daerah.

"Intinya, kita ingin seluruh masyarakat Panjalu tidak melupakan jasa para leluhur dan tetap menjaga tali silaturahim," katanya.

Prabu Sanghiang Borosngora adalah, Raja Panjalu yang arif dan bijaksana itu yang dianggap leluhur oleh  masyarakat Panjalu dan juga penyebar agama Islam pertama di daerah tersebut. Beberapa bukti peninggalannya masih bisa dijumpai di daerah ini, seperti benda-benda pusaka berbentuk pedang, keris, kujang dan lainnya. Satu di antaranya adalah pedang pemberian Sayyidina Ali, sahabat Nabi Muhammad SAW, ketika Borosngora berkunjung ke Mekah.

Benda-benda yang dianggap pusaka itu disimpan dan dirawat dengan selanjutnya ...

Waduk Setupatok Cirebon Punya Sejuta Pesona

13-01-2015 202 baca

CIREBON—Bagi Anda penggiat dunia fotografi landscape atau yang hobi mengabadikan keindahan alam lewat kamera, Waduk Setupatok yang berlokasi di Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon adalah salah satu tempat yang wajib dikunjungi.

Pasalnya, Waduk Setupatok memiliki keindahan tersendiri dengan pemandangan air waduknya (danau), bukti dan memiliki latar Gunung Ciremai yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat.

Meskipun belum dikelola dengan serius sebagai obyek wisata, akan tetapi Waduk Setupatok telah jadi salah satu destinasi wisata bagi masyarakat sekitar ataupun pengunjung dari luar daerah yang kebetulan sedang berada di Cirebon.

Jika ingin mengabadikan keindahan Waduk Setupatok, disarankan datang di lokasi pada pagi hari dan sore hari sekitar pukul 06.00-09.00 WIB dan pukul 15.00-18.00 WIB, karena pada rentang waktu itulah view-nya sangat menawan.

Waduk Setupatok bisa diakses dari tiga jalur, baik dari Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan. Anda bisa masuk dari jalan di Desa Bandengan Kabupaten Cirebon, Kalijaga, ataupun wilayah Perumnas Kota Cirebon via Pamengkang.

Jika datang dari arah Kabupaten Kuningan, Anda bisa mengakses jalan di Beber melalui Desa Nanggela kemudian masuk ke Desa Penpen Kecamatan Mundu yang dekat dengan Waduk Setupatok.
 

selanjutnya ...

WISATA GUNUNG PUNTANG: Nikmati Keindahan Alam Sambil Wisata Sejarah

24-12-2014 304 baca

BANDUNG-Terletak di daerah Bandung bagian selatan, Wana Wisata Gunung Puntang menawarkan wisata gunung bersejarah dengan keindahan alam.

Pemandangan hijau pepohonan yang menyejukkan mata hingga udara dingin yang memberikan sensasi sejuk dapat menjadi penghilang stres.

Disebut wisata gunung bersejarah karena pada zaman Pemerintahan Hindia Belanda pernah didirikan stasiun pemancar  Radio Malabar di Gunung Puntang di bawah pimpinan Ir. G. J. de Groot.

Ini merupakan cikal bakal sejarah radio di Indonesia, di mana untuk pertama kalinya pembicaraan telefoni  antara Holland dan Nusantara terjadi.

Kini, di Wana Wisata Gunung Puntang, pengunjung dapat berekreasi ke Goa Belanda, Curug Siliwangi, Kolam Cinta, Konservasi Owa, dan Sungai Cigeureuh.

Selain itu, Gunung Puntang juga menjadi pusat area untuk perkemahan yang ramai saat liburan sekolah atau untuk acara siswa dan mahasiswa.

Bagi pengunjung yang ingin melakukan tracking di lokasi ini sambil menikmati keindahan, dianjurkan menggunakan sepatu yang tepat.

Pengunjung dapat melepas lelah dengan menikmati dan bermain air yang menyegarkan di Curug Siliwangi.

Pengunjung juga dapat menggunakan jasa pemandu di lokasi Gunung Puntang ini. Tiket masuk ke Gunung Puntang hanya Rp7.500 dan bagi yang membawa kendaraan roda empat dikenakan biaya Rp5.000.

Untuk mencapai Gunung Puntang dari  Bandung, dapat menggunakan jalur menuju arah Banjaran, kemudian arah Pangalengan, yang dapat ditempuh sekitar 1-2 jam jika tidak macet.

Nikmati jalan berkelok dan pemandangan gunung berselimut kabut selama selanjutnya ...

1 2 3 4 ... 21 Next »