Artikel

Menyelami Geologi Bawah Laut

07-09-2016 145 baca

Taman Bumi Ciletuh di Sukabumi, Jawa Barat, jadi bukti peristiwa akbar proses geologi yang berlangsung puluhan juta tahun lalu. Situs-situs di darat relatif banyak diungkap berbagai lembaga riset. Namun, untuk lokasi perairannya, masih sedikit informasi bisa didapatkan.

Peserta kegiatan "Geo Dive" dalam rangkaian Festival Taman Bumi Ciletuh, Minggu (28/8), menikmati pemandangan bawah air yang tak biasanya. Di titik selam Batu Kuwok di Ujung Genteng, Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini menjadi pertunjukan lempeng bumi yang muncul ke permukaan. Daerah setempat diusulkan menjadi taman bumi atau Geopark Nasional dan diusulkan masuk jejaring taman bumi dunia Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

Pekan lalu, Kompas, menjelajah jejak geologi Ciletuh di bawah laut bertajuk "Geo Dive" dalam rangkaian Festival Taman Bumi Ciletuh. Memenuhi ajakan Octopus Dive Center yang mewakili Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, kami bersama sejumlah akademisi geologi, kelautan, praktisi ekowisata, dan praktisi selam jadi saksi perairan selatan Sukabumi yang menyimpan misteri.

Sekitar pukul 07.00, kami berangkat dengan kapal cepat dari Pantai Ujung Genteng, lokasi berlabuh kapal-kapal nelayan, menuju titik selam di Karang Antuk dan Batu Kuwok, selama 40 menit hingga 1 jam. Rombongan berjumlah 30-an orang, dibagi dalam tiga kelompok.

Kompas berada satu kapal dengan Theresia Gerungan, pengelola Octopus Dive Center, menuju Karang Antuk. Perairan selatan Jawa tak pernah absen dari ombak putih yang memecah di pantai. Setelah 40 menit mengarungi laut, kami tiba di Karang Antuk, seperti karang menonjol ke selanjutnya ...

Sunrise Cantik, Bukti Pangandaran Tidak Hilang Pesona

25-07-2016 405 baca

Pangandaran - Saat ini banyak sekali pantai baru bermunculan di sisi selatan Jawa. Namun Pantai Pangandaran tidak hilang pesonanya karena punya sunrise menawan.

Liburan ke Pangandaran, agaknya kurang lengkap tanpa melihat sunrise. Bangunlah lebih awal dan lihat keindahan sunrisenya yang berwarna oranye merona.

Berjarak sekitar 7 jam dari ibukota Jakarta, Pangandaran di Jawa Barat bisa menjadi opsi wisata bagi traveler pecinta pantai. Walau cukup jauh, namun pantainya tak kalah indah dengan di utara Jakarta atau Banten yang lebih dekat.

Untuk mencapainya, traveler bisa menggunakan maskapai Susi Air ke Cilacap dan lanjut ke Pangandaran atau via kendaraan umum/pribadi lewat Tol Cipali sampai Cileunyi dan menuju Ciamis yang berdekatan dengan Pangandaran. Ada banyak opsi, tergantung waktu dan dana.

Setibanya di Pangandaran, traveler pun harus terlebih dulu membayar retribusi sebesar Rp 3.500/orang untuk masuk ke kawasan wisatanya. Bagi yang membawa mobil, ada biaya tambahan Rp 19.500/mobil dan Rp 7.500 untuk motor.

Setibanya di kawasan wisata, traveler pun bisa singgah ke Pantai Timur dan Pantai Barat yang merupakan pusat keramaian di Pangandaran. Tampak dari sejumlah bar hingga hotel model cottage yang berjajar di sepanjang pantai.

Namun perlu diingat, ombak di kedua pantai tersebut boleh dibilang cukup galak. Sehingga kegiatan berenang agaknya kurang cocok untuk dilakukan. Paling aman, Anda bisa melihat surise yang tampak jelas dari bibir pantai.

Jika ingin memotret sunrise, bangunlah sekitar pukul 05.30 WIB untuk melihatnya. selanjutnya ...

Jadi Destinasi Wisata Keren, Ini Dia Orang yang Mendirikan Cirebon

25-07-2016 434 baca

Cirebon sangat beruntung, karena tidak banyak kota di Indonesia yang menyimpan tempat bersejarah pendiri kotanya. Namun, sedikit wisatawan dan bahkan sebagian warga Cirebon yang tahu tempatnya.

detikTravel pun menuju Makam Keramat Talun di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, beberapa waktu lalu. Jaraknya hanya 10 Km dari pusat Kotamadya Cirebon ke arah Sumber, pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon.

Mengikuti papan petunjuk arah dan menyusuri jalan desa, saya sampai ke sebuah bukit kecil yang rindang dengan pepohonan. Ada tempat parkir yang cukup luas dan gapura merah bata yang mencolok mata.

"Selamat Datang di Keramat Talun, Pangeran Cakrabuana Mbah Kuwu Sangkan Cirebon Girang," begitu tulisan di atas gapura dengan patung harimau di depannya.

Di dalamnya ada sebuah rumah yang merupakan gabungan antara masjid, makam dan tempat istirahat peziarah yang dipisahkan antara pengunjung pria dan wanita. Di sini saya berjumpa juru kunci bernama Sujai Abdullah yang baru saja mengantar wisatawan dari Brebes berziarah.

"Pangeran Cakrabuana nama kecilnya adalah Walang Sungsang, dia anak Raja Pajajaran, Prabu Siliwangi," kata Sujai memulai obrolan. Itu menjelaskan kenapa ada patung harimau yang merupakan ikon Kerajaan Pajajaran.

Pangeran Cakrabuana meninggalkan ayahnya yang Hindu untuk belajar agama Islam, kemudian membuka pemukiman baru di daerah pesisir. Itulah sebabnya dia mendapatkan nama Mbah Kuwu alias kepala desa, karena pemukiman itu awalnya adalah sebuah desa yang berinduk ke Pajajaran.

"Mbah Kuwu itu nggak seperti bangsawan. Dia malah selanjutnya ...

Ini Dia Empat Fakta Menarik Suku Sunda!

08-06-2016 8349 baca

Terkadang kalau kita menceritakan tentang keragaman suku di indonesia seakan akan tidak ada habis habisnya. Tettapi ada hal yang menarik dari beberapa suku di indonesia yang sering kita dengar atau dibicarakan tentang keunikannya serta logat yang khas. Yup, suku itu ialah suku Sunda yang konon katanya sudah ada dari jaman dahulu, bahkan lebih jauh ada sebelum jaman penjajahan Belanda.

Oleh sebab itu seringkali Sunda menjadi salah satu yang terkenal di Indonesia. Berikut 4 fakta tentang orang-orang Sunda seperti dilansir dari masterpiece77:

1. Lemah Lembut
Boleh dikatakan bahasa Sunda merupakan bahasa yang paling lembut se Indonesia, bahkan mungkin sedunia kalau mereka sudah dengar. Gadis-gadis yang berasal dari Sunda memiliki tutur kata yang santun, dengan cengkok yang sangat Indah khas langgam sunda. Gaya bicara mereka sangat asik didengar. Enak sekali mendengar gadis cantik dari Sunda kalau sudah berbicara.

2. Mencampur Bahasa
Entah kenapa orang Sunda meskipun sudah berbahasa Indonesia tetap saja selalu diikuti kata “Atuh…” dengan logat yang khas, atau sering juga diikuti dengan kata “teh…”, contoh mengatakan “Itu teh sudah pintar”. Mereka sangat sulit menghilangkan. Ini bukan seperti orang Jawa lho yang medok berbahasa Indonesia, tapi orang Sunda seringkali mencampurkan bahasa. Selain dua kata di atas juga ada kata lain, seperti “Nya”, “Mereun”, "Geus", atau “Mah”.

3. Berkulit Putih
Mayoritas orang Sunda memang berkulit putih, hampir dikatakan rata-rata meskipun tidak semua. Konon karena letaknya yang di dataran tinggi plus konsumsi mereka selanjutnya ...

Menengok Istana Cipanas, Tempat Bekerjanya Presiden Indonesia

07-06-2016 8323 baca

Beberapa waktu lalu, penulis berkesempatan mengunjungi Istana Kepresidenan di daerah Cipanas, Kabupaten Cianjur. Sebuah istana presiden yang masih terjaga keaslian bangunan dan keasrian lingkungannya.

Istana Kepresidenan Cipanas ini merupakan istana kepresidenan ketiga, setelah Istana Negara Jakarta dan Istana Kepresidenan Bogor. Satu lagu Istana Kepresidenan Tampak Siring Bali. Istana di daerah Cianjur ini dikenal dengan Istana Cipanas oleh masyarakat Indonesia maupun pejabat dikalangan pemerintahan. Lokasinya yang berada di Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur menjadikan istana ini dikenal Istana Cipanas.

Istana Kepresidenan, terletak di kaki Gunung Gede, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tepatnya lebih kurang 103 km dari Jakarta kea rah Bandung melalui jalur Puncak Pass. Luas areal kompleks istana ini lebih kurang 26 hektare, namun sampai saat ini hanya 7.760 m2 yang digunakan untuk bangunan. Selebihnya dipenuhi dengan tanaman dan kebun tanaman hias yang asri, kebun sayur dan tanaman lain yang ditata seperti hutan kecil (larangan).

Kata "Cipanas" berasal dari bahasa Sunda, yaitu ci atau cai yang berarti "air" dan panas yang berarti "panas". Daerah ini dinamakan Cipanas karena di tempat ini terdapat sumber air panas alami, yang mengandung belerang, dan yang kebetulan berada di dalam kompleks istana Cipanas. Sehingga tidak diperuntukan untuk umum. Masyarakat atau siapun bias mandi di Istana Cipanas, syaratnya cukup gampang, yakni menjadi Presiden RI atau menjadi keluarga Presiden terlebih dahulu.

Ditemani seorang guide Istana Cipanas yang juga bertindak sebagai pasukan pengawal presiden, rombongan jejak konperensi Asia Afrika (KKA) diajak selanjutnya ...

1 2 3 4 ... 34 Next »