Artikel

Sejarah Batik Megamendung

26-09-2013 517 baca

Motif batik Megamendung memiliki kekhasan yang tidak dimiliki oleh jenis batik di berbagai daerah penghasil batik lainnya. Batik Megamendung sebagai masterpiece kota Cirebon juga telah mendapat pengakuan dari dunia, setelah Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI akan mendaftarkan motif megamendung ke UNESCO untuk mendapatkan pengakuan sebagai salah satu world heritage.

Sejarah timbulnya motif Megamendung berdasarkan buku dan literatur yang ada selalu mengarah pada sejarah kedatangan bangsa China ke wilayah Cirebon. Hal ini tidak mengherankan karena pelabuhan Muara Jati di Cirebon merupakan tempat persinggahan para pendatang dari dalam dan luar negeri. Tercatat jelas dalam sejarah, bahwa Sunan Gunung Jati yang menyebarkan agama Islam di wilayah Cirebon pada abad ke-16, menikahi Ratu Ong Tien dari China. Beberapa benda seni yang dibawa dari China seperti keramik, piring dan kain berhiaskan bentuk awan.

Dalam faham Taoisme, bentuk awan melambangkan dunia atas. Bentuk awan merupakan gambaran dunia luas, bebas dan mempunyai makna transidental (Ketuhanan). Konsep mengenai awan juga berpengaruh di dunia kesenirupaan Islam pada abad ke-16, yang digunakan kaum Sufi untuk ungkapan dunia besar atau alam bebas.

Pernikahan Sunan Gunung Jati dengan Ratu Ong Tien menjadi pintu gerbang masuknya budaya dan tradisi China ke keraton Cirebon. Para pembatik keraton menuangkan budaya dan tradisi China ke dalam motif batik yang mereka buat, tetapi dengan sentuhan khas Cirebon, jadi ada perbedaan antara motif megamendung dari China dan yang dari Cirebon. Misalnya, pada motif Megamendung China, garis awan berupa bulatan atau lingkaran, sedangkan yang dari selanjutnya ...

Legenda Pantai Batu Hiu

24-09-2013 1414 baca

BATU Hiu terkenal dengan pantainya yang khas, dan memiliki ciri karang (batu, red) mirip seperti ikan hiu. Lokasi pantai Batu Hiu berjarak 14 KM dari Pangandaran. Pantai Batu Hiu terletak di Desa Ciliang Kecamatan Parigi.
Kawasan objek wisata Pantai Batu Hiu selalu ramai dikunjungi setiap musim liburan. Pantainya indah dan terdapat sebuah bukit yang ditumbuhi pohon yang rindang. Dari bukit tersebut Pantai Batu Hiu ini dengan jelas terlihat Karang di tengah pantai menyerupai ikan hiu berjarak sekitar 200 M dari tepi pantai.

Tidak hanya itu dari bukit asri ini laut lepas Samudra Hindia begitu jelas terlihat. Di sebelah utara bukit bisa dijumpai beberapa petilasan, seperti makam keramat yang konon merupakan petilasan tokoh-tokoh yang ada kaitannya dengan sejarah Pantai Batu Hiu.

Legenda Pantai Batu Hiu begitu melekat mewarnai tempat wisata ini, dan banyak mitos serta cerita-cerita rakyat yang dihubungkan dengan pantai Batu Hiu.

Berdasarkan cerita rakyat, bahwa pada abad ke-11 sejumlah pasukan buangan kerajaan Mataram yang dipimpin oleh Aki Gede dan Nini Gede tiba di temat ini. ketika mereka tiba di darat, mereka memutuskan untuk beristirahat dan tinggal sementara di dekat bukit. Kemudian Aki dan Nini Gede memerintahkan pasukan untuk mencari makanan. Salah satu pasukan yang disebut Ki Braja Lintang, memutuskan untuk mencari ikan di pantai dan menangkap ikan hiu. Ketika Aki dan Nini Gede mengetahui tentang ini, mereka mengatakan kepadanya untuk melepaskan ikan kembali ke lautan. Ketika mereka melepaskannya, ikan hiu tersebut berubah menjadi sebuah selanjutnya ...

Pantai Madasari, Surga Pangandaran yang Tersembunyi

21-09-2013 512 baca

PANGANDARAN, (PRLM).- Pantai Madasari yang ada di Desa Masawah Pangandaran memiliki keindahan yang tak terkira. Selain pantainya yang masih sepi, keeksotisan pantai, batu-batu karang dan pasirnya membuat pantai tersebut seperti surga yang tersembunyi di Kabupaten Pangandaran.


Pantai tersebut hingga kini belum dikelola atau ada campur tangan pemerintah dan ada investor. Dengan kata lain, pantai perawan itu masih diurus oleh masyarakat setempat.

Dari jalan raya Cimerak menuju Pantai Madasari, jarak tempuhnya adalah delapan kilometer. Kita akan melewati persawahan, dan pegunungan. Hingga akhirnya ketika masuk ke pantai tersebut, mata kita akan terkagum-kagum dengan deretan batu karang berukuran besar di pantai dan laut.

Di sana ada enam batu karang. Yakni Batu Gedogan, Batu Sebrotan, Batu Leuit (Karang Seugeuh), Legok Gandu, Cariuk, dan Pandan Nyampai. Semua batu tersebut berbentuk indah dan unik. Terlebih Batu Leuit atau warga menyebutnya Karang Seugeuh. Sebab, batu karang tersebut berada tak jauh dari bibir pantai. Dan, di atasnya ditanami pohon. Rupanya, seluruh batu karang ada pepohonan juga di atasnya.

Salah seorang warga setempat, Ono Suyatno (43) yang tinggal di RT 37 RW 12 mengungkapkan bahwa lokasi Pantai Madasari baru dibuka oleh masyarakat pada 2010. “Hingga akirnya baru benar-benar ada wisatawan pada awal 2013 ini. Pantai ini masih perawan, dan belum ada sentuh tangan dari pihak manapun. Atau masih swadaya masyarakat,” jelasnya, Jumat (20/9/2013).

Memang benar, Ono menjelaskan di sana belum ada tempat penginapan. Kalaupun ada, warga kerap menyewakan rumahnya untuk selanjutnya ...

Objek Wisata Citumang Memberi Ketenangan Jiwa

20-09-2013 330 baca

PANGANDARAN, (PRLM).- Di Dusun Sukamanah, Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, terdapat satu objek wisata alam. Banyak yang mengira tempatnya sama dengan objek wisata Green Canyon yang ada di Kecamatan Cijulang. Namun, ternyata berbeda.

Air yang mengalir di Green Canyon berwarna hijau. Namun, air di objek wisata alam Citumang, airnya berwarna kebiruan. Lokasinya sekitar berjarak 15 kilometer dari Pangandaran. Namun, perjalanan ke sana memakan waktu sekitar 30 menit hingga 45 menit itu akan terbayar dengan apa yang ada di sana.

Pengunjung dapat menikmati fasilitas yang ada. Yakni body rafting. Tidak hanya sekadar itu, mereka pun akan disuguhkan panorama alam yang indah. Banyak wisatawan yang datang ke sana mengatakan, bahwa mereka mendapatkan ketenangan jiwa ketika berada di Citumang.

Salah satunya diungkapkan pasangan Mark (33) dan Jane (30). Wisatawan asing asal Belanda itu mengaku takjub dengan keindahan alam yang ada di Citumang. “Saya kagum, dan terheran dengan air yang berwarna biru ini. Saya tidak habis fikir, kenapa air di sini bisa berwarna seperti itu, karena bukan laut ini,” jelas Mark, Kamis (19/9/2013).

Mark yang ketika itu bersama Jane, tidak mencoba body rafting. Keduanya berniat untuk berenang. Bahkan, pasangan tersebut mencoba melompat dari batu ke dalam air. “Suara air dan suasananya sangat indah. Saya dan Jane mendapatkan ketenangan jiwa di sini,” ucapnya.

Untuk dapat masuk ke objek wisata alam yang dikelola oleh Perum Perhutani tersebut, pengunjung harus membeli tiket Rp 10.000 untuk setiap selanjutnya ...

Sensasi Petualangan di Kawah Ratu

20-08-2013 994 baca

Jika anda menyukai objek wisata alam, tampaknya Kawah Ratu bisa menjadi pilihan. Objek wisata yang terletak di Desa Pasirreungit, Kecamatan Pamijah, Kabupaten Bogor ini menyajikan keindahan alam yang mempesona memanjakan mata.
Hijaunya pohon, segarnya udara, dan gemericik air dari sungai kecil yang menyertai sepanjang perjalanan, sungguh merupakan pemandangan indah yang tak mudah dilupakan. Selain itu, tempat wisata ini memberikan sensasi, tantangan, dan petualangan bagi para pengunjungnya.

Desa Pasir Reungit berada tepat di kaki Gunung Salak dengan ketinggian sekitar 800-900 mdpl. Objek wisata Kawah Ratu sendiri berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Kawah Ratu merupakan kawah yang masih aktif, ditandai dengan uap panas yang mengepulkan.

Kawah Ratu dilintasi aliran Sungai Cikuluwung sepanjang satu kilometer yang menyajikan pemandangan memanjakan mata sepanjang perjalanan. Air sungai yang begitu bening membuat dasar sungai tampak jelas. Warna kuning kehijauan pada dasar sungai akibat endapan belerang, membuat dasar Sungai Cikuluwung begitu indah dinikmati. Hal yang menjadi pemikat lainnya adalah suhu air sungai yang terasa hangat-hangat kuku. Membuat sungai ini menjadi pilihan utama bagi para pengunjung untuk berendam. Apalagi, air sungai yang mengandung belerang ini diyakini dapat mengobati berbagai macam penyakit kulit.

Lokasi tempat wisata ini mudah dicapai dengan infrastruktur yang memadai, bisa masuk lewat Bogor maupun Sukabumi. Jika tinggal atau berangkat dari Jakarta, tinggal naik kereta hingga Stasiun Bogor lalu melanjutkan perjalanan dengan angkot hingga mencapai pintu masuk menuju Kawah Ratu yang berada di pinggang Gunung Salak.
selanjutnya ...

1 2 3 4 ... 20 Next »