Artikel

Yuk Intip Riwayat Tebing Karaton Yang Lagi Hits Ini!

18-08-2014 153 baca

BANDUNG--Wisata Tebing Karaton Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung memang sedang ramai diperbincangkan oleh siapa saja. Kehadirannya belakangan ini jelas menarik perhatian masyarakat luas untuk penasaran, bagaimana sebenarnya wujud Tebing Karaton?

Seperti sebuah papan informasi yang tertera di Tebing Karaton, Juru Kunci Ase Sobana mengungkapkan mula -mula nama Tebing Karaton muncul pada awal Mei 2014. Ase akhirnya berinisiasi untuk membuat petunjuk jalan menuju tempat tersebut.

Beberapa motor mulai datang untuk melihat keindahan tempat tersebut. Hal ini tak lain karena Ase dengan suka rela membuka jalan setapak ke tempat tujuan, berikut lahan parkir tanpa bantuan dari orang lain.

Mengapa namanya Tebing Karaton? Ase mengungkapkan Tebing dalam Bahasa Sunda memiliki arti Gawir, sedangkan Karaton adalah sebuah kemewahan, kemegahan alam, dan keindahan alam yang bisa dinikmati bersama. Berbeda dengan Keraton yang identik dengan gedung yang layaknya istana.

Menurutnya, sejak dulu tempat ini sudah ada yaitu dikenal dengan Cadas Jontor. Cadas memiliki arti menonjol ke delan dan mempunyai ketinggiannya yang berbeda diantara cadas-cadas lainnya.

selanjutnya ...

Masjid Manonjaya, Tasikmalaya Campuran Dua Kultur

21-07-2014 5717 baca

Sarat dengan muatan budaya yang merupakan akulturasi dari dua dimensi yang berbeda, membuat Masjid Manonjaya menjadi bagian yang harus dikunjungi saat berada di wilayah Tasikmalaya.

Selain memiliki makna historis kuat yang tidak dapat dipisahkan begitu saja dari sejarah di Priangan Timur, Masjid Manonjaya juga memiliki langgam seni bangunan yang unik dan menarik.

Dari sisi arsitektur tampak sekali adanya titik temu dalam banyak unsur seni bangunan tradisional atau setempat, dengan langgam neoclassic Eropa yang juga sangat menonjol dalam perwujudan bangunan masjid ini.

Unsur seni bangunan tradisional dapat dilihat terutama pada penggunaan atap tumpang tiga, bentuk denah segi empat dan prinsip struktur saka guru di tengah-tengah ruang salat.

Meski untuk saka guru ini, terlihat perbedaan dengan konstruksi saka guru masjid-masjid tradisional, karena berjumlah 10 buah dan dua di antaranya terletak berjajar persis di depan mihrab.

Bentuk dan materialnya pun berbeda dengan saka guru masjid-masjid tradisional pada umumnya. Di sini, tiang saka guru tidak lagi dari kayu, tetapi dari pasang­an bata berbentuk segi delapan dengan diameter lebih dari 80 cm pada bagian bawah dan 50 cm pada bagian atas, yang diakhiri dengan kepala tiang berbentuk segi empat.

Selain itu, di masjid ini terdapat pula ele­men-elemen tradisional khas masjid-masjid di Jawa. Seperti adanya pawestren/pawadonan (ruang salat wanita) di sebelah selatan ruang salat utama, serambi/pendopo di sebelah timur, hingga mustaka/memolo di puncak atap tertinggi yang konon peninggalan seorang ulama penyebar agama Islam selanjutnya ...

Panorama Indah di Tengah Kebun Raya

21-07-2014 5674 baca

Keberadaan Kebun Raya Cibodas-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (KRC-LIPI) di Desa Cimacan Kecamatan Cipanas Cianjur, masih jadi favorit wisatawan. Kondisi itu tak terlepas tersedianya berbagai objek wisata menarik, tak hanya flora dan fauna. Salah satunya tempat wisata di kawasan KRC-LIPI yang sering dikunjungi, adalah Curug Ciismun.

Ada pameo mengatakan, tidak afdal rasanya jika berkunjung ke kawasan KRC-LIPI tak singgah dulu di Curug Ciismun. Ada apa gerangan? Pemandangannya yang indah dan tidak jauh dari pintu gerbang masuk, menjadi alasan banyak wisatawan yang selalu menyempatkan diri singgah di air terjun Ciismun. Lokasinya berdekatan dengan taman tematik Taman Sakura.

Hawa yang sejuk menambah betah jika kita berlama-lama berada di Curug Ciismun. Bisa ber-selfie ria atau juga bisa bercengkrama di tempat tersebut. Curug Ciismum memiliki ketinggian sekitar 20 meter. Air terjun ini berjarak sekitar satu kilometer dari gerbang belakang dan berada dari samping kiri gerbang. Menuju ke lokasi Curug Ciismun bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Namun, jika kita melalui gerbang utama air terjun ini berjarak kurang lebih dua kilometer. Air terjun Ciismun adalah salah satu curug atau fasilitas tempat wisata yang ada di kawasan KRC-LIPI.

Pihak pengelola sengaja membangun jalan menuju air terjun Ciismun, dan jalan air untuk melengkapi keindahan panorama alam di wilayah itu. Di kiri dan kanan jalan, air ditata secara permanen untuk mencegah erosi.

Selain digunakan sebagai latar belakang (background) pengambilan foto, Curug Ciismun juga sering dijadikan tempat untuk mendinginkan suasana hati dan pikiran oleh selanjutnya ...

Masjid Agung Sang Cipta Rasa Dibangun Dalam Semalam

15-07-2014 5610 baca

Bagi mereka yang sudah pernah ke Cirebon, rasanya akan rugi bila belum sempat mengunjungi Masjid Agung Sang Cipta Rasa atau yang dikenal juga sebagai Masjid Agung Kasepuhan atau Masjid Agung Cirebon. Masjid ini memang terletak di dalam Kompleks Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat.

Pasalnya, konon Masjid Agung Sang Cipta Rasa ini dibangun dalam waktu semalam. Semua warga Cirebon mengenal kisah ini dan tertuang pula dalam buku sejarah Babad Tanah Cirebon. Sunan Kalijaga yang menjadi arsiteknya memimpin pembangunan masjid sejak maghrib sampai subuh datang menjelang.

Jika melihat sejarahnya, yang pertama dibangun adalah bangunan utamanya dengan tiang-tiang besar yang disetel dengan pasak, tanpa paku. Salah satu tiang yang terkenal di masjid ini disebut Saka Tatal, di sudut selatan teras masjid yang asli.

Bisa dibilang ini adalah ciri khas Sunan Kalijaga dalam membangun masjidnya. Dia menyambung potongan-potongan tiang (tatal, red) dan mengikatnya dengan lempeng besi menjadi satu tiang baru. Saka Tatal mengandung filosofi persatuan bangsa.

Selain itu, ada keunikan lain dari Masjid Agung Sang Cipta Rasa ini, yaitu tradisi Azan Pitu atau Azan Tujuh pada salat Jumat. Azan salat Jumat di masjid ini dilantunkan oleh tujuh orang sekaligus. Tentu sangat menarik untuk dinikmati alunan azan dari tujuh orang sekaligus.

Masjid ini disebut-sebut juga sebagai masjid tertua di Cirebon, yaitu dibangun sekitar tahun 1480 M atau semasa dengan Wali Songo menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Nama masjid ini diambil dari kata "sang" yang selanjutnya ...

Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat Tempat Salat Petinggi Asia Afrika

09-07-2014 5653 baca

Terlebih sekarang ini momennya berkaitan dengan bulan suci Ramadan. Berjalan-jalan menikmati keindahan masjid sekaligus ngabuburit, nampaknya bisa menjadi pilihan saat menunggu waktu berbuka puasa.

Salah satunya mengunjungi Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat yang dulu dikenal dengan nama Masjid Agung Bandung. Masjid yang dibangun pada tahun 1810 ini, telah mengalami delapan kali perombakan pada abad ke-19, kemudian lima kali pada abad 20 sampai akhirnya direnovasi lagi pada tahun 2001 sampai peresmian Masjid Raya Bandung 4 Juni 2003 oleh Gubernur Jabar saat itu, H.R. Nuriana.

Masjid baru ini terlihat lebih bercorak Arab, menggantikan Masjid Agung lama yang cenderung bercorak khas Sunda. Saat ini Taman Masjid Raya Bandung sedang dibenahi dengan tampilan yang lebih spektakuler di bawah arahan langsung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Di Masjid Raya Bandung seperti yang dapat dilihat sekarang, terdapat dua menara kembar di sisi kiri dan kanannya setinggi 81 meter, yang selalu dibuka untuk umum setiap hari Sabtu dan Minggu.

Atap masjid diganti dari atap joglo menjadi satu kubah besar pada atap tengah dan yang lebih kecil pada atap kiri-kanan masjid, serta dinding masjid terbuat dari batu alam kualitas tinggi. Luas tanah keseluruhan masjid mencapai 23.448 m2 dengan luas bangunan 8.575 m2, dan dapat menampung sekitar 13.000 jemaah.

Masjid Raya ini berada di Alun-alun Bandung dekat ruas Jln. Asia-Afrika, pusat Kota Bandung. Lokasinya yang berada di pusat kota membuatnya begitu mudah untuk ditemukan. Tak jauh dari masjid, selanjutnya ...

1 2 3 4 ... 26 Next »