Artikel

Mengenal Sejarah Bandung dari Unsur Katanya

27-04-2016 136 baca

Kata Bandung berasal dari kata bendung atau bendungan ,karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Perahu yang lalu membentuk telaga. Legenda yang diceritakan oleh orang-orang tua di Bandung mengatakan bahwa nama Bandung diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk melayari Ci Tarum dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibukota yang lama di Dayeuhkolot.

Berdasarkan filosofi Sunda, kata Bandung juga berasal dari kalimat Nga-Bandung-an Banda Indung, yang merupakan kalimat sakral dan luhur karena mengandung nilai ajaran Sunda. Nga-Bandung-an artinya menyaksikan atau bersaksi. Banda adalah segala sesuatu yang berada di alam hidup yaitu di bumi dan atmosfer, baik makhluk hidup maupun benda mati. Sinonim dari banda adalah harta. Indung berarti Ibu atau Bumi, disebut juga sebagai Ibu Pertiwi tempat Banda berada.

Dari Bumi-lah semua dilahirkan ke alam hidup sebagai Banda. Segala sesuatu yang berada di alam hidup adalah Banda Indung, yaitu Bumi, air, tanah, api, tumbuhan, hewan, manusia dan segala isi perut bumi. Langit yang berada di luar atmosfir adalah tempat yang menyaksikan, Nu Nga-Bandung-an. Yang disebut sebagai Wasa atau SangHyang Wisesa, yang berkuasa di langit tanpa batas dan seluruh alam semesta termasuk Bumi. Jadi kata Bandung mempunyai nilai filosofis sebagai alam tempat segala makhluk hidup maupun benda mati yang lahir dan tinggal di Ibu Pertiwi yang keberadaanya disaksikan oleh yang Maha Kuasa.

Kota Bandung selanjutnya ...

15 Tempat Wisata Bandung yang Bisa Berikan Kenangan

07-04-2016 476 baca

Banyak objek wisata di wilayah Kota Bandung dan Sekitarnya. Namun dari sekian banyak objek wisata, ada 15 objek wisata yang mungkin bisa memberikan kenangan kepada siapapun yang pernah mengunjunginya.
 
Menilik pada potensi wisata yang ada di Bandung sebagian besar traveler pasti kenal dengan tempat-tempat populer di sana seperti kawasan Gunung Tangkuban Perahu, Kawasan Dago, Gedung Sate dan Trans Studio Bandung. Tapi di samping itu semua masih ada banyak sekali tempat keren yang wajib traveler kunjungi. Beberapa diantaranya Travelingyuk sajikan dalam daftar berikut ini.
 
1. Tebing Karaton, Tempat Wisata Paling ngehits di Bandung
 
Kalau tiba di bandung tujuan pertama yang harus traveler sambangi adalah Tebing Karaton. Obyek wisata ini terbilang sebagai pendatang baru dan langsung booming di kalangan wisatawan. Pasalnya dari puncak tebing ini pengunjung bisa melihat hamparan pepohonan hijau yang indah dan jauh dari kata bising perkotaan.
 
 
Tebing Keraton dalam bahasa Sunda dilafalkan sebagai Tebing Karaton yang mempunyai arti Kemegahan Alam. Untuk sampai di puncak tebing ini memang butuh kerja keras dengan kondisi jalan yang terjal dan rusak tapi suguhan alam di puncak akan membayar tunai segala letih yang pengunjung dapatkan. Tiket masuk kawasan wisata Tebing Keraton di daerah Dago ini sebesar Rp. 11 ribu.
 
 
2. Bercengkrama dengan Kawah Putih di Ciwidey
 
Jangan lewatkan kunjungan ke Kawah Putih yang sangat terkenal di Bandung. Meski namanya kawah putih namun air yang berada di kawah Gunung Patuha di kawasan Ciwidey ini sebenarnya berwarna selanjutnya ...

Batu Korsi Singgasana Ratu Laut Kidul Nyai Rara Kidul

28-03-2016 292 baca

Selain batu karang yang berbentuk Hawu (perapian), di kawasan Pantai Karanghawu, Cisolok, Kabupatén Sukabumi terdapat pula batu yang unik. Masyarakat setempat menyebutnya batu korsi.

Batu korsi berada di atas bukit dan d iujung pantai Karanghawu dan menghadap langsung ke Samudera Hindia, menjadikan pemandangan di Batu Korsi cukup lapang. Sejauh mata memandang hamparan laut dan langit tak berujung. Sayang saat itu cuaca tengah turun hujan deras, sehingga horizon batas laut dan langit tak terlihat.

Banyak cerita mengenai batu korsi ini. Salah Satunya cerita mitos masyarakat setempat, bahwa Batu Korsi tersebut merupakan singgasana Ratu Laut Kidul, yakni Nyai Rara Kidul.

Selain itu, konon Batu Korsi tersebut pernah digunakan oleh Presiden Pertama Indonesia Ir. Sukarno melakukan tapa brata. Bukan Hanya Sukarno, Presiden Kedua RI, Soeharto pun pernah melakukan hal yang sama di batu Korsi tersebut. Tak mengherankan jika di pelataran batu Korsi tersebut banyak berserakan bunga melati dam bunga lainnya. Selain itu banyak hio dan pedupaan belas dibakar

Terlepas dari masalah itu, pandangan di puncak Batu Korsi ini sangat Indah. Tak mengherankan jika di tempat itu sering dijadikan objek foto. Seperti yang dilakukan dua sekali ini. Berbekal payung, keduanya mengambil pemandangan yang indah dan menawan hati.

Namun untuk berfoto di puncak Batu Korsi ini harus ekstra hati-hati. Batuan yang licin siapemjatuhkan Anda ke laut yang dipenuhi karang dan ombak yang berguling-gulung.

Semilir angin laut dan deburan ombak bisa membuat siapapun selanjutnya ...

Ini Dia Cerita Lahirnya Karanghawu dan Nyi Roro Kidul

28-03-2016 283 baca

Pantai Karanghawu merupakan salah satu pantai, yang indah di Kabupaten Sukabumi. Terletak arah selatan atau sekitar 75 kilometer Kota Sukabumi atau 16 kilometer Kota Palabuanratu, pantai Karanghawu menjadi salah satu destinasi wisatawan saat berkunjung ke Palabuanratu.

Lokasinya tepat dipinggir Jalan Raya Cisolok, menjadikan pantai ini layak untuk dikunjungi. Anda tak perlu mengeluarkan uang banyak, hanya uang parkir dan uang untuk membeli makanan kecil, Anda sudah bisa menikmati pantai Karanghawu yang eksotik.

Nama Karang Hawu berasal dari adanya gugusan batu karang yang menyerupai hawu atau tungku di lokasi itu.

Keindahan sepanjang pantai selatan Pelabuhan Ratu tak bisa dilepaskan dari cerita misteri seputar Nyai Roro Kidul atau Ratu Kidul. Seorang wanita, yang dipercayai warga sebagai ratu penguasa pantai selatan.

Di belakang garis pantai Karanghawu, menyembul bukit-bukit yang rindang oleh pepohonon. Salah satu bukit itu, ada yang dikeramatkan warga setempat.
Di lokasi ini, terdapat kompleks makam, satu di antaranya dipercaya sebagai makam atau petilasan Nyai Roro Kidul. Pada hari tertentu, makam ini ramai dikunjungi orang yang ingin menemui Nyai Roro Kidul atau berziarah.

Petilasan penguasa pantai selatan itu ada di ruangan khusus. Sebuah lukisan besar yang menggambarkan sosok Nyi Mas Ratu Dewi Roro Kidul menjadi penghias ruangan.

Ruang ini didekorasi dengan dominasi warna merah. Di sebelahnya, terdapat makam Eyang Sanca Manggala, Eyang Jalah Mata Makuta dan Eyang Syeh Husni Ali.

Ketiga makam tersebut, merupakan makam para selanjutnya ...

" Museum Geologi " Pilihan Seru Weekend

20-03-2016 7639 baca

Jika memiliki waktu berlibur cukup panjang di Kota Bandung, tidak ada salahnya berkunjung ke Museum Geologi. Sebab di museum tersebut masih menyimpan kerangka Tyranosaurus Rex. Bahkan, museum tersebut tak hanya tempat untuk menyimpan benda antik atau kuno, tetapi berperan sebagai sarana pendidikan, informasi, rekreasi, dan wisata.

Museum Geologi yang didirikan tanggal 16 Mei 1928 di Jalan Diponegoro 57 Bandung ini adalah merupakan museum bersejarah yang menyimmpan materi-materi geologi, seperti fosil, batuan, serta mineral. Museum ini telah mengalami renovasi dan dibuka lagi pada tanggal 23 agustus 2000.

Museum Geologi terbagi dalam beberapa ruang pamer yang terdiri atas 2 lantai. Kurang lebih ada 60.000 koleksi fosil, dan 250.000 koleksi batuan serta mineral. Di museum ini juga ada kerangka tiruan T-Rex (Tyranosaurus Rex) yang dibuat di Kanada pada tahun 1998.

Di museum ini juga terdapat fosil-fosil hewan maupun manusia purba yang ditemukan di tanah air. Para pengunjung juga dapat mempelajari tentang kegiatan di bumi. Seperti mengapa terjadi tanah longsor, gunung meletus, mengapa ada gempa bumi dan pergeseran lapisan bumi.

Selain itu pengunjung akan mengetahui tentang perkembangan sejarah bumi. Hal itu mulai dari pembentukan bumi, hingga munculnya berbagai macam makhluk hidup seperti, dinosaurus, manusia purba, hingga manusia seperti kita saat ini.

Sejarah museum geologi

Museum Geologi Bandung berkaitan erat dengan sejarah penyelidikan geologi, dan pertambangan di Indonesia yang telah dimulai sejak abad ke 17. Untuk mewadahi penyelidikan tersebut pemerintah Belanda membentuk selanjutnya ...

1 2 3 4 ... 32 Next »