Artikel

Ada Niagara di Dekat Gunung Padang Cianjur

21-03-2015 4632 baca

CURUG Cikondang dikenal sebagai Niagara mini. Letaknya tak jauh dari Situs Gunung Padang yang sekarang menjadi terkenal itu.
Namun jangan mengira arti Kondang dalam Cikondang berarti terkenal lo. Ci tentu berasal dari kata cai, yang berarti air. Nah, kondang adalah nama sejenis pohon loa atau dalam bahasa Latinnya Ficus subracemosa Blume.
Pohon ini bisa tumbuh setinggi 40 meter dan diameter 1,75 meter. Ditemukan di hutan-hutan Asia Tenggara, biasanya di Jawa tumbuh di ketinggian 1.500 meter dari permukaan laut.
Curug Cikondang berjarak sekitar 37 kilometer arah tenggara dari pusat kota Cianjur. Setidaknya ada dua jalur yang bisa ditempuh dari pusat kota Cianjur untuk menuju curug ini. Jalur pertama, dari jalan raya Cianjur-Sukabumi belok kiri ke Jalan Cilaku, lanjut Cibeber. Kedua, melalui jalur Warung Kondang dan Lampegan.
Di akhir pekan banyak wisatawan menuju ke curug ini. Alhasil, halaman rumah milik warga pun menjadi arena parkir. Dari tempat parkir atau jalan Desa Sukadana, pengunjung harus melewati jalan setapak di pinggiran perkebunan teh PTPN VIII Panyairan. Tak jauh dari gerbang, ada loket masuk Curug Cikondang.
Untuk masuk lokasi wisata setiap pengunjung cukup membayar Rp5.000. Sepertinya, retribusi ini masih dikelola secara mandiri oleh pihak Desa Sukadana atau serikat pekerja perkebunan. Itu terlihat dari tiket masuk yang berupa kertas kecil mirip gulungan kertas untuk arisan, namun memakai cap SP BUN Panyairan.
Dari gerbang keberadaan curug belum terlihat. Baru ketika sampai di sebuah tikungan, di situ terlihat ada sebuah sungai. Rupanya itulah puncak air terjunnya.
selanjutnya ...

Jelajah Geotrek: Menelusuri Aliran Lava Bandung Purba

20-03-2015 4639 baca

BANDUNG—Jika Anda menyukai aktivitas hiking sekaligus pecinta geologi, Mata Bumi Jelajah Geotrek pekan ini siap membawa Anda untuk berjalan menelusuri aliran lava 62.000 tahun lalu di kawasan Bandung bagian utara, atau tepatnya pada aliran Ci Mahi.

Dikutip dari Facebook Mata Bumi, Ahli Geografi T. Bachtiar  mengatakan saat meleler di lembah ini dahulu, suhu lavanya mencapai 1200 derajat celcius.

Untuk memenuhi rasa ingin tahu tentang sepenggal sejarah geologi Bandung ini, Mata Bumi kembali mengajak "Jelajah Geotrek" di aliran Ci Mahi hulu, pada Sabtu, 21 Maret 2015.

Di lembah itu peserta Jelajah Geotrek akan belajar tentang lava yang mengalir dari gunung di utaranya, yaitu Gunung Tangkubanparahu.

Bagi yang berminat untuk mengikuti acara ini, silahkan menghubungi dan mendaftar ke Mata Bumi.

sumber : http://bandung.bisnis.com/read/20150318/13/529216/jelajah-geotrek-menelusuri -aliran-lava-bandung-purba

selanjutnya ...

Pertama Hiking Malam Hari Ke Jayagiri Memang Menegangkan

17-03-2015 4609 baca

BANDUNG -  Berjalan perlahan menempuh jalan setapak pada malam gelap selama hampir 1,5 jam di Jayagiri Lembang memang cukup menegangkan sekaligus mengasyikan.

Beberapa waktu lalu, penulis mencicipi pengalaman baru hiking malam hari dengan sejumlah rekan. Bagi penulis, pengalaman ini merupakan kali pertama.

Benar saja, pengalaman pertama itu benar-benar menegangkan. Salah satunya ketika berada di tengah perjalanan menuju tujuan kami di Warung Bandrek.

Nafas yang sudah cukup berat akibat jalan menanjak ini seakan bertambah berat saat semilir angin gunung turun menyisir lembah. Menyapa ranting-ranting dan daun-daun yang menimbulkan suara mendesir yang cukup keras dan menakutkan.

Sungguh! Sebuah pengalaman yang menegangkan sekaligus mengasyikan untuk mengetes fisik dan mental.

Umumnya, masyarakat memang melakukan aktivitas hiking di pagi atau siang hari. Akan tetapi, demi mendapatkan pengalaman berbeda, hiking atau mendaki gunung itu ternyata asyik juga dilakukan pada malam hari.

Di Bandung ini, banyak pilihan jika Anda ingin melakukan hiking di malam hari. Sebut saja kawasan wisata Gunung Puntang di Banjaran, Gunung Manglayang di Cileunyi, serta Jayagiri di kaki Gunung Tangkubanparahu, Lembang.

Jika Anda belum pernah mencoba hiking malam hari, mungkin bisa mencoba rute Jayagiri di Lembang Kab. Bandung Barat mengingat lokasi ini merupakan pilihan yang sangat rasional.

Saat memutuskan hiking malam hari, Anda tentu harus mempertimbangkan sejumlah hal antara lain kondisi tubuh yang harus fit serta perkiraan cuaca. Ini harus menjadi pertimbangan utama.

selanjutnya ...

Pantai Cimaja Surganya para Surfer Lokal dan Dunia

03-03-2015 4634 baca

KEINDAHAN pantai di wilayah selatan Jawa Barat, benar-benar menjadi incaran para wisatawan. Tidak hanya itu, banyak pantai di Jawa Barat yang memiliki ombak yang menantang dan menjadi primadona para surfer atau peselancar baik nasional maupun internasional.

Salah satu objek wisata pantai yang memiliki ombak menantang adalah pantai Cimaja di Kabupaten Sukabumi. Jarak dari ibukota kabupaten sekitar 10 km atau sekitar 160 km dari Kota Bandung, pantai Cimaja merupakan home based bahkan jadi surganya bagi para surfer yang ingin merasakan keganasan ombak di laut bagian selatan Jawa Barat.

Kabupaten Sukabumi memiliki sejumlah titik yang layak digunakan untuk kegiatan surfing atau selancar ombak, diantaranya Pantai Ujung Genteng, Sayang Heulang, Sunset, Ombak Tujuh, dan Sukawarna serta Pantai Cimaja. Rata-rata pantai-pantai tersebut memiliki ketinggian ombak antara 3 meter sampai 10 meter.

Dari sekian banyak pantai yang bisa digunakan kegiatan surfing, hanya Pantai Cimaja yang memiliki akses yang paling dekat dan gampang dari ibukota Kabupaten Sukabumi. Tidak heran, jika Pantai Cimaja dijadikan home based karena memiliki sejumlah penginapan dan hotel, walaupun di sepanjang pantai Cimaja sangat sulit ditemukan fasilitas umum maupun fasilitas sosial. Padahal keberadaan fasilitas umum dan fasilitas sosial ini mutlak ada di objek wisata untuk kenyamanan para wisatawan.

Namun sayang, keindahan dan kenyamanan pantai Cimaja mulai terusik dengan adanya penambangan batu dan pasir yang tidak terkendali. Pemkab Sukabumi sepertinya tutup mata dan kuping dengan adanya aktivitas penambangan liar tersebut.

Bukan tidak mungkin jika selanjutnya ...

Menikmati Keindahan Alam Situ Cisanti

25-02-2015 4630 baca

Objek wisata Situ Cisanti yang berada di kaki gunung Wayang, Desa Tarumajaya, Kec. Kertasari, Kab. Bandung, Minggu (22/2/2015) menjadi tujuan wisata masyarakat sekitar. Ratusan wisatawan lokal tampak menikmati keindahan alam di kawasan tersebut.

Ada daya tarik alam yang terbentuk secara alami, yaitu Situ Cisanti di antara kawasan pegunungan dan hutan konservasi. Situ Cisanti itu sebagai sumber mata air Sungai Citarum.

"Sangat menikmati jalan-jalan ke Situ Cisanti. Selain udaranya segar, juga sangat nyaman untuk tempat bersantai bersama keluarga," kata Neni Mardiana, pengunjung Situ Cisanti kepada galamedianews.com.

Dia bersama keluarga sudah beberapa kali mendatangi objek wisata alam tersebut. "Kawasan hutannya pun masih lestari, sehingga bisa dinikmati untuk terus berkunjung ke Situ Cisanti," katanya.

sumber : http://www.galamedianews.com/wisata/10793/menikmati-keindahan-alam-situ-cisa nti--.html

selanjutnya ...

1 2 3 4 ... 22 Next »