Artikel

Bermain Tertib Lalu Lintas di Taman Lalu Lintas

22-04-2015 42 baca

EKSPLORASI pengetahuan tentang lalu-lintas di tempat ini, lebih menyenangkan jika orang tua juga ikut bermain dan berbagi pengalaman.

Miris tentu melihat makin banyak anak-anak di bawah umur, yang jelas-jelas belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), berseliweran mengendarai sepeda motor atau mobil di jalan raya.

Tingkat emosi yang belum matang membuat sebagian mereka, menjalankan kendaraan bermotor itu sekehendak hati. Ditambah pembiaran dari para orang tua dan orang-orang di lingkungan sekitarnya.

Makin terenyuh lagi saat terjadi peristiwa kecelakaan hingga menyebabkan kecacatan bahkan kematian diri maupun orang lain, hanya karena anak-anak tadi tidak paham makna rambu lalu-lintas dan marka jalan.

Tidak ada cara lain memutus lingkaran setan ini kecuali menambah pemahaman anak-anak tentang lalu lintas sejak dini. Daripada memberikan teori tentang rambu lalu-lintas di dalam ruang tertutup, lebih baik ajak mereka ke Taman Lalu-Lintas Ade Irma Suryani Nasution, di Jalan Belitung No 1, Kota Bandung.

Taman seluas 3,5 hektare ini memang memiliki sejumlah fasilitas yang memungkinkan seluruh pengunjung balita hingga dewasa bebas, melakukan eksplorasi rambu-rambu lalu-lintas maupun markah jalan yang kini berlaku di Indonesia.

Erwin Kurniawan (39) warga Palmerah, Jakarta Barat awalnya mengira Taman Lalu-Lintas Ade Irma Suryani Nasution yang dibangun sejak 58 tahun lalu ini, hanyalah taman bermain biasa.

Setelah mengunjungi sejumlah tempat belanja dan wisata kuliner di Kota Bandung akhir pekan lalu, Erwin bersama istri dan kedua anaknya yang masih balita pun iseng masuk ke selanjutnya ...

Berwisata ke Obyek Wisata Angker, Siapa Takut!

16-04-2015 91 baca

Indonesia memiliki banyak obyek wisata, salah satunya wisata sejarah yang mengandung cerita misteri. Anehnya, obyek wisata seperti ini justru banyak diminati para wisatawan, terutama wisatawan lokal.

Mau tahu obyek wisata mana yang dianggap angker yang penuh dengan cerita misteri? Berikut ulasan beberapa obyek wisata yang dianggap angker tersebut:

Goa Jepang di Dago Pakar, Bandung

Goa Jepang berada di dalam Taman Hutan Rakyat Ir Juanda, Bandung. Goa Jepang ini dibangun pada tahun 1942. Saat itu pasukan tentara Jepang masih menguasai Indonesia dan menggunakan gua yang tanpa penerangan ini sebagai tempat persembunyian dari serangan musuh.

Pada saat pembangunannya, penduduk pribumi dipaksa bekerja sebagai romusha demi mencapai kesempurnaan gua. Dan karena kerja keras tanpa diberi makan, banyak yang meninggal dunia di lokasi itu.

Menurut cerita  masyarakat setempat, di dalam gua ini sering terdengar suara jeritan, rintihan serta penampakan wujud orang-orang yang dulunya disiksa dan dipenjarakan di gua yang lembab dan pengap ini. Selain itu ada pantangan di tampat ini, yakni tidak boleh menyebut kata "lada", terutama di Goa Belanda yang tak jauh dari goa Jepang. ( Kiki Kurnia )

Sumber : http://www.galamedianews.com/wisata/18036/berwisata-ke-obyek-wisata-angker-s iapa-takut.html

selanjutnya ...

Kesejukan Bandung di Batu Kuda

07-04-2015 143 baca

BANDUNG dikenal dengan keasriannya. Seiring berkembangnya jaman, kini Bandung menjadi kota macet. Namun di beberapa tempat di Kota Bandung anda masih bisa menikmati keasrian alamnya.

Suasana yang begitu nyaman dan udara yang cukup segar bisa kita temukan di salah satu sudut Kota Bandung. Wisata alam Batu Kuda tempatnya,tempat wisata yang berlokasi di Kampung Cikoneng 1, Desa Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi Bandung Timur ini sangat nyaman untuk dikunjungi.

Tempat yang begitu asri dan juga dikelilingi ratusan pohon yang cukup tinggi membuat betah para pelancong dari berbagai macam daerah. Tak heran jika para pengunjung betah berlama-lama jika berada dilokasi itu.

Tidak perlu mengeluarkan kocek terlalu dalam, hanya dengan membayar tiket sebesar lima ribu rupiah, pengunjung sudah bisa menikmati alam terbuka nan segar ini. Ditempat ini, pengunjung bisa melakukan berbagai macam kegiatan. Seperti yang sudah-sudah bahwa tempat ini selalu dijadikan kegiatan seperti, pendakian, kemping, pelatihan pendidikan, bahkan untuk pra wedding sekalipun.

Tak hanya sampai disitu, tempat wisata ini pun memiliki ciri khas yang cukup unik, sesuai dengan namanya Batu Kuda, tempat ini memiliki Batu yang berbentuk Kuda. Disitu pengunjung bisa melihat keunikan Batu tersebut, atau hanya sekedar berfoto-foto ria.

Jika ingin melihat Batu Kuda, anda cukup dengan berjalan kaki dengan jarak tempuh kurang lebih 700 meter dari tempat masuk wisata Batu Kuda ini. "Kalau Batu Kuda ini mitos sejarah tentang Batu Kuda yang konon katanya itu adalah Kuda yang suka dinaikan oleh Layang selanjutnya ...

Curug Cindulang Lukisan Alam di Bandung Timur

01-04-2015 133 baca

Bandung memang terkenal dengan keindahan alamnya yang sangat luar biasa indah. Letak Bandung yang dikelilingi gunung dari berbagai arah mata angin menjadi hal yang membuat Paris Van Java berbeda dengan kota lainnya.

Kebanyakan orang pasti tidak asing dengan nama Lembang, sebuah wilayah yang berada diwilayah Kabupaten Bandung Barat atau Bandung Utara. Disana kita bisa melihat Gunung Tangkuban Parahu atau wisata kebun teh yang menyejukan mata.
Selain Lembang ada juga Pangalengan yang berada diwilayah Kabupaten Bandung atau Bandung Selatan. Tidak kalah seperti Lembang, disana kita juga bisa memanjakan mata dengan melihat pemandangan berubah kawah yang terkenal dengan sebutan Kawah Putih.

Namun, wisata alam Bandung tentunya tidak hanya itu. Di wilayah Bandung Timur, mata kita pun dimanjakan dengan pemandangan yang sangat luar biasa indah dari ketinggian. Disekitaran Cicalengka, ada beberapa tempat wisata alam yang bisa kita kunjungi. Salah satunya Curug Cindulang.

Curug Cindulang merupakan sebuah wisata alam yang menyuguhkan pemandangan air terjun. Akses jalan yang harus dilalui menuju okasi memang tidak begitu terjal, namun kita tentunya perlu berhati-hati karena jalannya yang cukup sempit.

Sesampainya disana, udara sejuk dan gemericik air seolah menyambut kedatangan kita. Mata kita dimanjakan dengan pemandangan air terjun dan beberapa mata air yang sangat jernih. Berkunjung ke Curug Cindulang pun kita tidak perlu merogoh kocek yang dalam. Cukup dengan uang 5000 rupiah saja kita bisa menikmati lukisan alam "Sang Pencipta" di Bandung Timur.

Sumber : http://www.galamedianews.com/wisata/15747/curug-cindulang-lukisan-alam-di-ba ndung-timur.html

selanjutnya ...

Ada Niagara di Dekat Gunung Padang Cianjur

21-03-2015 4723 baca

CURUG Cikondang dikenal sebagai Niagara mini. Letaknya tak jauh dari Situs Gunung Padang yang sekarang menjadi terkenal itu.
Namun jangan mengira arti Kondang dalam Cikondang berarti terkenal lo. Ci tentu berasal dari kata cai, yang berarti air. Nah, kondang adalah nama sejenis pohon loa atau dalam bahasa Latinnya Ficus subracemosa Blume.
Pohon ini bisa tumbuh setinggi 40 meter dan diameter 1,75 meter. Ditemukan di hutan-hutan Asia Tenggara, biasanya di Jawa tumbuh di ketinggian 1.500 meter dari permukaan laut.
Curug Cikondang berjarak sekitar 37 kilometer arah tenggara dari pusat kota Cianjur. Setidaknya ada dua jalur yang bisa ditempuh dari pusat kota Cianjur untuk menuju curug ini. Jalur pertama, dari jalan raya Cianjur-Sukabumi belok kiri ke Jalan Cilaku, lanjut Cibeber. Kedua, melalui jalur Warung Kondang dan Lampegan.
Di akhir pekan banyak wisatawan menuju ke curug ini. Alhasil, halaman rumah milik warga pun menjadi arena parkir. Dari tempat parkir atau jalan Desa Sukadana, pengunjung harus melewati jalan setapak di pinggiran perkebunan teh PTPN VIII Panyairan. Tak jauh dari gerbang, ada loket masuk Curug Cikondang.
Untuk masuk lokasi wisata setiap pengunjung cukup membayar Rp5.000. Sepertinya, retribusi ini masih dikelola secara mandiri oleh pihak Desa Sukadana atau serikat pekerja perkebunan. Itu terlihat dari tiket masuk yang berupa kertas kecil mirip gulungan kertas untuk arisan, namun memakai cap SP BUN Panyairan.
Dari gerbang keberadaan curug belum terlihat. Baru ketika sampai di sebuah tikungan, di situ terlihat ada sebuah sungai. Rupanya itulah puncak air terjunnya.
selanjutnya ...

1 2 3 4 ... 23 Next »