DEKLARASI INTERNATIONAL CONFERENCE ON SUNDANESE CULTURE

Tgl. Update : Jumat, 29 Oktober 2010 Lihat: 13197

DEKLARASI INTERNATIONAL CONFERENCE ON SUNDANESE CULTURE

REINVENTING SUNDA INSTRENGTHENING NATIONAL CULTURE AND PROMOTING CULTURAL DIVERSITY

Deklarasi ini disusun oleh satu    tim yang mewakili beberapa kelompok pada masyarakat Sunda,
yang berkesempatan hadir di dalam kegiatan International Conference on Sundanese Culture.
Deklarasi ini pun telah mendapatkan dukungan penuh dari Komisi Nasional Indonesia untuk
UNESCO kementrian Pendidikan Nasional, dan Duta Besar/Wakil Republik Indonesia untuk UNESCO

Deklarasi dengan nama "Deklarasi Bogor", dirumuskan pada kegiatan
INTERNATIONAL CONFERENCE ON NATURE, PHILOSOPHY AND CULTURE OF ANCIENT SUNDA CIVILIZATION 2010,
intinya adalah sebaga berikut:

1. Harus ada upaya untuk penelitian yang lebih mendalam, komprehensif, dan
menginformasikan lebih lengkap dan jelas mengenai hasil-hasil pemikiran dan budaya
masyarakat Sunda masa silam baik yang kongkrit maupun yang abstrak di dunia pendidikan,
melalui system pendidikan berbasis budaya lokal (kearifan lokal).

2. Perlu pengelolaan yang lebih terstruktur dan teroganisir rnengenai keberadaan situs-situs
tinggalan budaya dengan cara konservasi (pelestarian), merekonstruksi dan atau merestorasi
agar menjadi tempat yang menarik minat bagi tujuan penelitian ilmiah, wisata dan pendidikan,
serta diupayakan untuk diusulkan menjadi Warisan Dunia UNESCO,
antara lain; kawasan percandian Batu Jaya, Situs Goa Pawon,Situs Gunung Padang; dan Kawasan Komunitas Masyarakat Adat Sunda.

3. Perlu dibangun lokasi yang berbentuk sentra budaya Sunda, di pintu masuk ke wilayah Jawa Barat yaitu di Kota Banjar
dan Kabupaten Karawang, atau pada salah satu kawasan komunitas adat yang ada di Jawa Barat,

4. Mendorong agar media massa (cetak dan elektronik) serta lembaga pendidikan. (dari tingkat pendidikan dasar sampai
pendidikan tinggi, turut serta secara proaktif mempromosikan, melakukan pembinaan dan pengembangan sertta pelestarian
budaya Sunda termasuk kesenian yang ada dan tumbuh di Jawa Barat.

5. Mendorong genorasi muda melalui pendidikan untuk menumbuhkembangkan kecintaan terhadap budaya daerah.

6. Perlu dibentuk penerbitan khusus dalam bentuk jurnal dan website internasional yang berbahasa Sunda,
Indonesia dan berisi kajian tentang kebudayaan Sunda dalam kaitannya dengan; filsafat, politik, ekonomi, dan sosial.

7.Mengajukan usulan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan semua pemerintah kabupaten/Kota di Jawa Barat
agar mau mengalokasikan dana untuk keperluan berbagai kegiatan pelestarian dan pengembangan potensi di atas.
yaitu minimal 2% dari total APBD Jawa Barat, sebagai bentuk realisasi komitmen pemerintah dan DPRD Provinsi Jawa Barat,
dan Pemda Kabupaten/Kota di Wilayah Jawa Barat.

8. Mendorong para pelaku ekonomi di Jawa Barat, agar ikut serta mendukung program pembinaan, pengembangan
dan pelestarian kebudayaan Sunda.

9. Peserta konferessi sepakat merealisasikan deklarasi ini.

Deklarasi ini dibacakan pada tanggal 27 Oktober 2010 dan akan disampaikan kepada:
1. Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan DPRD Jawa Barat,
2. Kementrian Pendidikan Nasional
3. Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata,
4. Komisi Nasional Indonesia Untuk UNESCO.
5. Pemerintah Kota dan Kabupaten serta DPRD se-Jawa Barat.
6. Perguruan Tinggi dan Organisasi Kemasyarakatan se-Jawa Barat.
7. DPR Pusat Komisi X
8. DPD Wakil Jawa Barat.
9. Lembaga Negara terkait seperti LIPI, Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, BPPT dll.
10. Lembaga Swadaya Masyarakat terkait.

Bogor, 27 Oktober 2010
Tim Perumus:
1. Arthur S. Nalan (Ketua/Anggota)
2. Tresna Dermawan Kunaefi (Anggota)
3. H. Herdiwan (Anggota)
4. Dindin Wahyudin (Anggota)
5. Gugun Gunardi (Anggota)
6. Ahmad Y. Samanto (Anggota)
7. Oki Oktariadi (Anggota)



   
Artikel Lainnya