Pernah Ada yang Kesurupan, Ternyata Begini Kondisi Asli 'Rumah Pengabdi Setan'

Tgl. Update : Kamis, 19 Oktober 2017 Lihat: 13056

Film remake Pengabdi Setan besutan Joko Anwar disebut-sebut merupakan film horor terseram yang pernah ada di tanah air.

Tayang perdana pada 28 September 2017 lalu, film Pengabdi Setan telah menjadi film horor paling banyak ditonton di Indonesia dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Hal tersebut diketahui dari data yang dirilis laman filmindonesia.or.id.

Film Pengabdi Setan telah ditonton sebanyak 2.820.681 orang menyalip film Danur yang memperoleh 2.736.156 penonton.

Orang-orang mengaku dibuat merinding usai menonton film remake berjudul sama pada tahun 1980-an itu.

Kengerian 'Pengabdi Setan' tentunya tidak terlepas dari setting lokasi yang digunakan saat penggarapan film.

Jika pada film 'rumah Pengabdi Setan' itu tampak sangat menyeramkan, lantas bagaimana kondisi asli dari rumah tersebut?

Rumah yang dijadikan tempat syuting Pengabdi Setan berada di wilayah perkebunan milik PTPN VIII, tepatnya di Kampung Kertamanah, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Rumah berlantai dua dengan gaya vintage Eropa itu diperkirakan telah berdiri sekitar dua abad yang lalu.

Bagi yang pernah menonton filmnya, dalam pikiran mungkin langsung terbayang ngerinya, sosok Ibu yang diperankan secara piawai oleh Ayu Laksmi.

Jauh dari cerita bahwa rumah tersebut berada di tengah hutan, nyatanya, rumah dinas untuk pejabat PTPN itu berada di pemukiman warga.

Jarak antara rumah tersebut dengan rumah lainnya tak lebih dari 50 meter.

Karyawan PTPN VIII, Dadang Somantri (39) membantah kabar yang menyatakan bahwa rumah tersebut tak berpenghuni sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu.

"Terakhir diisi tahun 2016, rumah ini diperuntukan untuk pejabat PTPN minimal kepala bagian. Namun, karena pejabatnya sering dimutasi oleh atasannya, jadinya paling lama ditinggali sekitar empat sampai enam bulan, baru kemudian ganti lagi pejabatnya," kata Dadang, Minggu (15/10).

Terlihat dari luar, dinding kayu dari rumah tersebut kusam, seperti ditinggalkan beberapa puluh tahun yang lalu.

Langit-langitnya menganga karena termakan usia.

Di halaman rumah, masih terlihat lubang bekas kuburan yang digunakan untuk kebutuhan syuting.

Hawa sejuk langsung terasa ketika masuk ke rumah tersebut, pasalnya rumah tersebut memiliki langit-langit yang tinggi dengan ventilasi yang baik khas arsitektur Eropa.

Tidak ada furniture apapun, kecuali sofa dan meja di ruang tamu yang digunakan petugas.

Di lantai pertama, terdapat juga dapur, sementara di bagian belakang terdapat dua ruangan, salah satunya adalah sumur yang menjadi lokasi dari adegan yang di mana "Hantu Ibu" menarik salah satu pemain untuk ikut tercebur.

Di tengah rumah, ada tangga yang membawa ke lantai atas. Kondisinya begitu gelap, kurang penerangan, lantaran genteng kaca nan kusam dan dipenuhi jaring laba-laba, sehingga cahaya tak bisa masuk.

Di lantai kedua, terdapat dua ruangan, salah satuya ruangan yang menjadi lokasi terbaringnya Ibu sebelum menemui ajalnya.

Ruangan lainnya, merupakan kamar tidur Bondi diperankan Nasar Annuz dan Ian yang diperankan M Adiyat.

Selain itu, ucap Dadang, ada tata krama yang harus dijaga.

Meski tabu, Dadang tak menampik jika cerita mistis memang ada di rumah tersebut.

"Kalau mau masuk ruangan harus ucapkan salam, itu saja yang saya ingatkan kepada pengunjung. Kepada anak-anak dan ibu hamil juga kami larang untuk tidak masuk takutnya terjadi apa-apa, memang tidak pernah ada kejadian kepada pengunjung, namun kemarin-kemarin, ada petugas keamanan yang kesurupan," katanya.

Ramai Dikunjungi Wisatawan

Rumah kayu milik PTPN VIII di Pangalengan mendadak ramai dikunjungi orang. Kebanyakan, yang datang penasaran untuk mengetahui bentuk asli dari lokasi syuting film besutan Joko Anwar tersebut.

"Penasaran saja, jangankan masuk, melihat dari luar saja sudah terbayang-bayang keseramannya, ternyata lebih seram aslinya," kata anggota Satlantas Polres Bandung, Bripda Linda yang mengunjungi rumah tersebut.

Walau tak seangker seperti yang dikisahkan, beberapa komunitas pecinta hal-hal klenik kerap menjadikan rumah tersebut sebagai lokasi uji nyali atau pun wisata mistis.

Pengunjung pun diharuskan membayar Rp. 20 ribu perkelompok untuk bisa masuk ke dalam rumah tersebut.

Untuk mencapai lokasi ini, bila dari Kota Bandung ambilah jalur Pangalengan via Banjaran.

Begitu sampai di Bundaran Pangalengan ambil arah kendaraan Anda ke kiri, melewati Pasar Pangalengan.

Ikuti jalur sepanjang kurang lebih 2 kilometer dan masuklah ke jalan Desa Margamukti yang ditandai melalui sebuah gapura.

sumber : http://jabar.tribunnews.com/2017/10/17/sempat-ada-yang-kesurupan-ternyata-be gini-kondisi-asli-rumah-pengabdi-setan



   
Artikel Lainnya