Cisolok, Pantai yang Berteluk

Tgl. Update : Selasa, 24 April 2012 Lihat: 3523

CISOLOK, Palabuanratu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, sudah sangat terkenal dalam dunia pariwisata. Di sana ada air panas yang menyemprot tinggi, yang biasa disebut geiser. Air panas ini semula berupa fir hujan yang meresap ke dalam tubuh bumi, lalu terpanaskan oleh panas yang bersumber dari dalam.  Kejadiannya mirip dengan air yang sedang digodog dalam teko/ cerek. Air dalam teko yang mendidih itu, sebagian ada yang keluar, lalu mengikuti lapisan batuan yang menurun hingga keluar di tengah sungai. Karena terdapat selisih ketinggian yang besar antara sumber air panas dengan tempat keluarnya, maka tekanannya pun akan tinggi, sehingga wajar bila air panas yang keluar akan menyemprot tinggi. Adanya sumber mata air panas merupakan salah satu ciri, bahwa dibagian utara di kawasan ini mempunyai prospek untuk dikembangkan energi panas buminya. 
Cisolok pun mempunyai pantai yang memesona. Ombak bergulung tinggi, lalu pecah mendebur. Para peniti ombak menjadikan pantai Cisolok sebagai tempat untuk berselancar yang menantang. Berwisata ke Cisolok harus diuntai mulai dari Palabuanratu hingga menerus ke arah Barat, bahkan bisa terus menembus batas provinsi, masuk ke wilayah Banten. Sepanjang pantai itu ada beberapa lokasi yang sangat elok dan menjadi objek foto yang luar biasa. Para nelayan dengan perahu dan bagangnya di lepas pantai, menjadi bagian yang tak boleh dilewatkan Mengalami sendiri malam hari menjaring ikan, akan memberikan nuansa baru, betapa liarnya ikan-ikan di laut lepas, dan jaring di bawah bagan itu selalu menanti ikan untuk berarak ke sana, dipancing dengan cahaya petromak, lampu minyak tanah yang menyala terang. Bagi yang senang memancing di laut maha luas, di sini adalah tempatnya. 
Cisolok dapat ditempuh dari Kota Sukabumi ke selatan menuju Palabuanratu, lalu menuju ke arah barat menyusuri pantai. Berwisata ke daerah ini, bila ingin semua dinikmati, pasti tidak akan cukup sehari. Namun tidak usah khawatir, karena penginapan dan hotel banyak terdapat sepanjang pantai, mulai Palabuanratu hingga Cisolok, dengan harganya yang beragam. Demikian juga dengan 'kulinernya. Ikan laut bakar dan goreng, menjadi menu andalan rumah makan di sepanjang pantai. 
Lalu apa arti solok dalam nama geografi Cisolok, di pantai selatan Sukabumi, Jawa Barat itu? Bila mencarinya dalam Kamus Umum Basa Sunda LBSS (Tarate, 1980), dan dalam Kamus Basa Sunda R Satjadibrata (PT Kiblat, 1980), pastilah tidak akan menemukan lema solok. Dalam Kamus Basa Sunda RA Danadibrata (PT Kiblat, 2006), terdapat lema solok (Mal.), diartikan panyambungan, panyeeep, uang atau barang pemberian. Namun, rasanya kurang tepat untuk memberikan makna nama geografi Cisolok. Pencarian makna kata itu, bila kamus tidak dapat memberikan jawaban, maka harus mencarinya dalam berbagai sumber lain, di antaranya peta, seperti peta rupabumi atau peta topografi. Ternyata betul, dalam peta rupabumi terdapat nama geografi yang memakai kata solok. Dari nama nama geografi yang sudah lama ada itu, jauh sebelumpara pembuat kamus itu lahir, dapat diambil arti dan makna katanya. 
Di sebelah timur Pangandaran, di seberang Citanduy, ada Pulau Nusakambangan, yang termasuk Provinsi Jawa Tengah. Di pantai selatan pulau itu, sedikitnya ada lima nama geografis yang memakai kata solok, yaitu: Solok Babakan, Solok Bokong, Solok Jewata, Solok Cilodas, 'dan Solok Klapa. Semua nama geografis ini mencirikan, bahwa morfologi tempat itu berupa pantai yang lebih menjorok ke daratan, atau biasa disebut teluk. Jadi, kata solok dalam nama geografi Cisolok, mempunyai makna pantai berteluk kecil. 
Masih di Sukabumi selatan, di pantai antara Ciletuh hingga Ujung genteng, solok atau teluk kecil disebut cilegon, seperti terdapat dalam nama geografi: Legon Matahiang, Legon Bedog, dan Legon Pandan. 
Namun, pastilah akan kecewa lagi bila mencari arti kata itu dalam kamus basa Sunda yang dibuat urang Bandung, sebab di dalanmya tak ada arti kata yang mengarah, bahwa cilegon berarti teluk kecil. Dalam Kamus Umum Basa Sunda LESS (Tarate, 1980), legon, bagian tatanqkalaii di antara kainajeung kulitna, bagian tumbuhan di antara kayunya dan kulitnya. Dalam Kamus Basa Sunda R Satjadibrata (PT Kiblat, 1980), legon, bagian tatangkalan antara kainajeung kulitna, bagian tumbuhan antara kayunya dan kulitnya. 

Demikian juga  dalam Kamus Basa Sunda RA Danadibrata (PT Kiblat, 2006), leg on, babaseuh nu kapanggih dina tangkal ayana di antara kaijeung papaganna ... , lendir yang ditemukars pada pohon, berada di antara kayu dan kulitnya .... Kata solok dan legon, sudah lama menjadi nama geografi di kawasan yang kini secara administrasi bernama Provinsi Jawa Barat. Sayang, bukan, bila kata-kata itu tidak didudukkan dalam maknanya yang tepat. (T Bachtiar, anggota Masyarakat Geografi Indonesia dan Kelompok Riset Cekungan Bandung) ***  



   
Artikel Lainnya