Hero section image background

Beragam Inovasi Perkuat Identitas Jawa Barat sebagai Destinasi Pariwisata Ramah Muslim Unggulan

Rabu, 8 Juli 2026

Berita

167

Postingan ini dilihat

1

Postingan ini dibagikan

Poster post Beragam Inovasi Perkuat Identitas Jawa Barat sebagai Destinasi Pariwisata Ramah Muslim Unggulan

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terus menyiapkan inovasi terkait pengembangan Pariwisata Ramah Muslim. Hal ini dilakukan sebab menurut data dari Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2025, pasar wisatawan Muslim dunia terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat dan menjadi salah satu segmen yang berkembang dengan cepat.

Sebagai langkah nyata, Pemprov Jabar pada 2024 lalu telah mengadakan Smiling West Java-Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) Award untuk mendorong pemerintah kabupaten/kota dan pelaku usaha dalam menerapkan standarisasi wisata ramah Muslim. Kala itu, terdapat enam kategori di SWJ-MFT Award yakni Kabupaten/Kota Pariwisata Ramah Muslim Terbaik, Hotel Ramah Muslim Terbaik, Restoran Ramah Muslim Terbaik, Daya Tarik Wisata Alam Ramah Muslim Terbaik, Daya Tarik Wisata Warisan Budaya Ramah Muslim Terbaik, serta Daya Tarik Wisata Buatan Ramah Muslim Terbaik.

Inovasi tersebut terbukti menjadi salah satu penilaian sehingga Provinsi Jawa Barat berhasil meraih peringkat pertama Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025. Selain SWJ-MFT Award, Jawa Barat juga unggul dalam hal komunikasi, lingkungan, serta pelayanan dalam memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim. Di luar itu, ada aspek aksesibilitas yang harus terus dikembangkan dan diperbaiki. Empat poin tersebut menjadi dasar penilaian IMTI yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Enhaii Halal Tourism Center, serta CrescentRating (lembaga pemeringkat pariwisata ramah Muslim berskala global).

Tak berhenti sampai di situ. Keberhasilan tersebut memotivasi Pemprov Jabar untuk terus berupaya mengembangkan potensi wisata ramah Muslim. Optimalisasi perlu dilakukan, sebab 97 persen penduduk Jawa Barat beragama Islam. Selain itu banyak wisatawan asing dari Malaysia, Singapura, serta negara-negara Timur Tengah yang mayoritas membutuhkan penerapan wisata ramah Muslim.

Sejauh ini Pemprov Jabar terus menyusun strategi agar menarik banyak wisatawan Muslim dari dalam maupun luar negeri. Upaya sosialisasi telah dilakukan melalui siaran di media massa dan publikasi media sosial. Selain itu Pemprov Jabar bersama asosiasi pariwisata juga berkolaborasi dalam penyusunan travel guide serta paket wisata eksklusif yang dirancang khusus untuk kenyamanan wisatawan Muslim.

Untuk meningkatkan standarisasi ramah Muslim pada sarana prasarana di lingkungan destinasi wisata, Pemprov Jabar kembali mendorong kabupaten/kota dan para pelaku usaha melalui program SWJ-MFT Award 2026. Kegiatan ini bukan sekadar ajang penghargaan, namun momentum untuk meningkatkan standarisasi melalui pendampingan dan workshop pelatihan intensif terkait hospitality.

Berbeda dari sebelumnya, tahun ini ada delapan kategori di SWJ-MFT Award. Kategori yang dimaksud adalah:
1. Kabupaten/Kota Pariwisata Ramah Muslim Terbaik
2. Hotel Ramah Muslim Terbaik
3. Restoran Ramah Muslim Terbaik
4. Daya Tarik Wisata Alam Ramah Muslim Terbaik
5. Daya Tarik Wisata Warisan Budaya Ramah Muslim Terbaik
6. Daya Tarik Wisata Buatan Ramah Muslim Terbaik
7. Desa Wisata Ramah Muslim Terbaik
8. Mall Ramah Muslim Terbaik

Launching SWJ-MFT Award 2026 akan dilaksanakan di Masjid At-Thohir, Kota Depok, Kamis 9 Juli 2026. Kegiatan bakal dirangkaikan dengan peluncuran portal data Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN) Jawa Barat.

"Pelaksanaan ini menunjukkan sinergi strategis yang saling melengkapi untuk meningkatkan daya saing pariwisata Jawa Barat di tingkat nasional maupun internasional. Inisiatif ini bukan dua program terpisah, melainkan satu siklus peningkatan mutu yang berkesinambungan," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan.

Selain delapan kategori yang diperlombakan, terdapat dua objek untuk dilakukan pendampingan pemenuhan stadarisasi ramah Muslim secara langsung yaitu Infrastruktur Transprortasi (Rest Area) dan Daya Tarik Wisata Religi Berbasis Ibadah (Masjid Berkonsep Wisata). Ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan standar layanan infrastruktur wisata yang ada di Jawa Barat.

Nantinya Masjid At Thohir bakal ditetapkan sebagai salah satu daya tarik wisata religi di Provinsi Jawa Barat. Sebagai tambahan, rencananya akan dilakukan penataan khusus di Rest Area Km 88 yang memenuhi standarisasi wisata ramah Muslim, baik dari segi sarana prasarana maupun kuliner halal.

Inovasi juga diterapkan dalam bentuk digitalisasi. Melalui kolaborasi Disparbud Jabar, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Telkom University, lahirlah website halaltravelbot.com yang berisi panduan wisatawan Muslim terkait informasi kuliner halal, tempat ibadah, hingga budaya lokal Sunda. Inovasi ini dibuat dalam rangka memenuhi kebutuhan yang cepat, akurat, dan terpercaya.

Untuk melengkapi jaminan Halal Tourism, data dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH) tahun 2025 menunjukkan bahwa Provinsi Jawa Barat sudah memiliki lebih dari 1,25 juta produk bersertifikat halal. Selain itu terdapat 329 restoran bersertifikat halal, serta 20 hotel dengan fasilitas dapur bersertifikat halal.

Melalui serangkaian inovasi yang sudah dilakukan, Pemprov Jabar juga berhasil mendapatkan penghargaan Most Promising Muslim-Friendly Region of The Year 2026. Penghargaan tersebut diberikan kepada wilayah dalam negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OIC) yang menunjukkan perkembangan paling menjanjikan terhadap pembangunan ekosistem wisata ramah Muslim berstandar internasional.

Penulis: Bagusthira Evan Pratama

Tags

  • pariwisata
  • pariwisatajawabarat
  • pariwisatajabar
  • wisata
  • wisatajabar
  • wisatajawabarat
  • wisataramahmuslim
  • pemprovjabar
  • disparbudjabar