
Provinsi Jawa Barat memiliki 27 wilayah kabupaten/kota. Masing-masing mempunyai karakteristik tersendiri sehingga menjadi ciri khas yang dikenal oleh banyak orang sampai saat ini.
Dari ciri khas tersebut, lahirlah sebuah julukan untuk setiap kabupaten/kota. Berikut adalah julukan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat:
Kabupaten/Kota Bogor (Kota Hujan)
Julukan Kota Hujan sudah melekat dengan wilayah Bogor. Julukan tersebut diberikan karena curah hujan di Bogor sangat tinggi sehingga sudah begitu akrab dengan masyarakatnya.
Biasanya saat wilayah lain kering, langit Bogor bisa tiba-tiba berubah mendung dan menurunkan hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi. Selain itu, beberapa daerah di wilayah Bogor juga masih sejuk karena dikelilingi oleh pegunungan.
Kota Depok (Kota Belimbing)
Selain menjadi wilayah penyangga ibu kota Jakarta, Depok juga dikenal sebagai Kota Belimbing. Sejak dulu buah jenis belimbing dewa tumbuh subur hingga dikembangkan oleh warga sekitar. Budidaya belimbing kemudian sempat menjadi salah satu kegiatan ekonomi dan agrowisata di Kota Depok.
Kota Bandung (Paris van Java, Kota Kembang)
Kota Bandung dijuluki Paris van Java karena pada masa kolonial kota ini berkembang dengan gaya Eropa dan menjadi pusat mode, perdagangan, rekreasi, serta gaya hidup bagi orang-orang Hindia Belanda.
Selain itu, Kota Bandung juga dijuluki sebagai Kota Kembang. Ada beberapa pendapat yang menjelaskan munculnya julukan ini. Pertama, Bandung pada zaman dahulu memiliki lingkungan yang hijau dengan banyak taman, kebun, hingga tanaman berbunga. Kedua, ada pendapat yang menyebutkan bahwa kembang merupakan kiasan untuk menggambarkan sesuatu yang indah, menarik, dan menjadi kebanggaan.
Kota Cimahi (Kota Tentara)
Cimahi dikenal dengan julukan Kota Tentara atau Kota Militer. Julukan tersebut diberikan masyarakat sebab ada begitu banyak fasilitas militer di kota ini. Sejak zaman dulu, berbagai bangunan ala militer dibangun di Cimahi mulai dari pangkalan, rumah dinas, rumah sakit, tahanan militer, serta sejumlah bangunan peninggalan kolonial.
Kota Sukabumi (Kota Mochi)
Kota Sukabumi sangat identik dengan mochi, makanan berbentuk bulat dengan tekstur kenyal yang menjadi salah satu oleh-oleh khas kota ini. Karena begitu kuatnya keterkaitan mochi dengan identitas kuliner Sukabumi, kota ini sering disebut sebagai Kota Mochi.
Kota Tasikmalaya (Sang Mutiara dari Priangan Timur)
Berbagai julukan disematkan ke Kota Tasikmalaya. Selain dikenal sebagai Kota Santri, wilayah ini juga dijuluki Sang Mutiara dari Priangan Timur.
Julukan tersebut diberikan karena Tasikmalaya dipandang sebagai daerah yang memiliki potensi dan keunggulan menonjol di kawasan Priangan Timur, mulai dari ekonomi, perdagangan, jasa, pendidikan, pariwisata, hingga industri kreatif. Kota Tasikmalaya juga berada di jalur utama selatan Pulau Jawa sehingga memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas kawasan.
Kota Banjar (Kota Patroman, Gerbang Pasundan)
Banjar memiliki beberapa sebutan, tetapi yang paling khas adalah Kota Patroman. Nama tersebut berasal dari kata Pataruman, yang berkaitan dengan tanaman tarum atau nila yang dahulu banyak tumbuh di wilayah Banjar, terutama di sekitar Sungai Citanduy.
Selain itu Banjar juga disebut sebagai Gerbang Jawa Barat karena letaknya berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Posisi ini membuat Banjar menjadi salah satu pintu masuk menuju Jawa Barat melalui jalur selatan Pulau Jawa.
Kota Bekasi (Kota Patriot)
Julukan Kota Patriot ada karena Bekasi memiliki sejarah panjang tentang perjuangan rakyat Indonesia. Pada masa mempertahankan kemerdekaan, rakyat Bekasi ikut perang melawan penjajah demi mempertahankan keutuhan wilayah bangsa.
Kota Cirebon (Kota Udang)
Julukan Kota Udang tercipta karena keterkaitan masyarakat Cirebon pesisir yang sejak dahulu memanfaatkan udang rebon sebagai bahan makanan, terutama untuk membuat terasi dan petis. Bahkan gambar udang rebon terdapat dalam lambang Kota Cirebon.
Kabupaten Bandung & Kabupaten Bandung Barat (Bumi Parahyangan)
Di antara pegunungan, lembah, dan hamparan hijau kebun teh serta area persawahan, terdapat dua wilayah yang begitu lekat dengan keindahan alam budaya Sunda, yakni Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Keduanya berada di kawasan yang sejak lama dikenal sebagai Tanah Parahyangan atau Bumi Parahyangan.
Nama Parahyangan berasal dari kata Hyang, istilah dalam kepercayaan masyarakat Sunda masa lalu yang berkaitan dengan kekuatan spiritual. Kawasan pegunungan yang mendominasi wilayah ini kemudian dikenal sebagai tempat yang memiliki hubungan erat dengan para Hyang. Tak heran jika Parahyangan kemudian identik dengan kawasan pegunungan yang indah, sejuk, dan kaya akan budaya Sunda.
Kabupaten Garut (Swiss van Java, Kota Dodol)
Kabupaten Garut memiliki julukan Swiss van Java. Julukan tersebut muncul karena keindahan alam dan kesejukan Garut dianggap menyerupai suasana pegunungan Swiss di benua Eropa.
Selain itu, Garut juga dikenal sebagai Kota Dodol. Makanan manis dengan tekstur lengket tersebut banyak diproduksi oleh warga Garut dan menjadi salah satu keunggulan yang ada di sana.
Kabupaten Tasikmalaya (Kota Santri)
Julukan Kota Santri sudah begitu melekat dengan Kabupaten Tasikmalaya. Sebutan ini lahir dari kuatnya kehidupan keagamaan dan tradisi pesantren yang telah mengakar di tengah masyarakat sejak dahulu kala.
Kabupaten Ciamis (Tatar Galuh)
Tatar Galuh merupakan identitas yang sangat kuat karena sejarah Ciamis tidak dapat dipisahkan dari Kerajaan Galuh yang pernah berkembang di wilayah Jawa Barat. Bahkan Pemerintah Kabupaten Ciamis juga secara konsisten menggunakan istilah Tatar Galuh untuk menyebut wilayah dan identitas daerahnya.
Kabupaten Pangandaran (Hawaii van Jabar)
Kawasan Pangandaran sangat melekat dengan sektor pariwisata. Wilayah ini memiliki garis pantai, laut, cagar alam, serta beragam destinasi lainnya yang membuat julukan Hawaii van Jabar diberikan ke Pangandaran.
Kabupaten Sumedang (Kota Tahu)
Julukan Kota Tahu sangat melekat karena kuliner tersebut telah menjadi identitas daerah dan dikenal luas se-Indonesia. Di Sumedang sendiri sangat banyak toko yang menjajakan makanan berbahan dasar tahu, mulai dari yang tradisional hingga kuliner kekinian.
Kabupaten Majalengka (Kota Angin)
Kabupaten Majalengka dijuluki sebagai Kota Angin. Julukan ini berkaitan dengan kondisi dan karakter angin yang cukup tinggi di kawasan Majalengka. Hal tersebut bisa terjadi karena secara geografis, Majalengka berada di antara dataran rendah dan kawasan pegunungan.
Kabupaten Cirebon (Kota Wali)
Julukan Kota Wali berkaitan erat dengan sejarah perkembangan Islam di Cirebon. Salah satu tokoh penting adalah Sunan Gunung Jati (Syekh Syarif Hidayatullah), salah satu Wali Songo yang memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di wilayah Cirebon dan Jawa Barat.
Kabupaten Kuningan (Kota Kuda)
Kota Kuda bukan berarti Kuningan merupakan sentra peternakan kuda. Julukan tersebut muncul karena beberapa cerita yang melatarbelakanginya. Salah satu yang paling terkenal adalah kisah Si Windu, kuda putih legendaris yang dikaitkan dengan tokoh Adipati Ewangga. Kisah tentang ketangguhan Si Windu kemudian menjadi bagian dari cerita rakyat dan identitas Kuningan.
Kabupaten Subang (Kota Nanas)
Kabupaten Subang merupakan salah satu sentra produksi nanas terbesar di Jawa Barat. Nanas madu menjadi varietas yang sangat identik dengan Subang sehingga menjadi ikon dari daerah tersebut.
Kabupaten Purwakarta (Kota Pensiun)
Dahulu, Purwakarta memiliki suasana yang sangat berbeda dengan sekarang. Daerah ini dikenal tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota besar, dan memiliki tata lingkungan yang nyaman. Kondisi tersebut membuat Purwakarta menjadi tempat yang dianggap cocok untuk menikmati masa tua. Banyak masyarakat dari kota-kota besar memilih tinggal atau menghabiskan masa pensiun di Purwakarta.
Kabupaten Karawang (Kota Lumbung Padi)
Karawang dikenal sebagai Kota Lumbung Padi. Sejak dulu, daerah ini dipandang sebagai penghasil padi dan beras dalam skala besar. Namun Karawang juga memiliki julukan lainnya yakni Kota Industri dan Kota Pangkal Perjuangan.
Kabupaten Bekasi (Kota Industri)
Julukan Kota Industri sudah melekat pada Kabupaten Bekasi. Julukan tersebut muncul karena pesatnya perkembangan kawasan industri di wilayah Bekasi, terutama di daerah Cikarang dan sekitarnya.
Kabupaten Cianjur (Kota Tauco)
Kabupaten Cianjur sebenarnya memiliki beberapa julukan. Namun salah satu yang paling melekat di kepala adalah julukan Kota Tauco. Produk ini telah menjadi identitas kuliner daerah selama lebih dari satu abad. Pemkab Cianjur juga menyebut tauco sebagai produk legendaris dan identitas utama Kabupaten Cianjur.
Kabupaten Sukabumi (Kota Gurilaps)
Gurilapss merupakan akronim dari Gunung, Rimba, Laut, Pantai, Sungai, dan Seni Budaya. Istilah ini menggambarkan kekayaan alam dan budaya Kabupaten Sukabumi yang sangat beragam.
Menariknya, kata gurilap dalam bahasa Sunda berarti berkilau atau bercahaya. Jadi, Gurilapss bukan sekadar singkatan, tetapi juga memiliki makna bahwa potensi wisata Sukabumi diharapkan terus bercahaya.
Kabupaten Indramayu (Kota Mangga)
Julukan yang paling kuat dan resmi digunakan untuk Kabupaten Indramayu adalah Kota Mangga. Julukan itu lahir karena Indramayu dikenal sebagai penghasil mangga jenis gedong gincu yang memiliki citarasa manis.
Penulis: Bagusthira Evan Pratama



