Hero section image background

Dari Kelas ke Galeri, Mahasiswa Seni Rupa UPI Belajar Jadi Praktisi Pameran Profesional di Taman Budaya

Senin, 17 November 2025

Berita

600

Postingan ini dilihat

1

Postingan ini dibagikan

Poster post Dari Kelas ke Galeri, Mahasiswa Seni Rupa UPI Belajar Jadi Praktisi Pameran Profesional di Taman Budaya

BANDUNG - Sebanyak 60 mahasiswa seni rupa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengikuti Lokakarya Kolaborasi Pemajangan Karya Seni yang digelar di Teater Terbuka Taman Budaya Jawa Barat, Jumat 14 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yaitu Galih Jatu Kurnia dan Wisesa Wening Galih, yang memberikan materi seputar publikasi, penyajian, serta penanganan karya seni secara profesional.

Galih Jatu Kurnia menjelaskan bahwa Lokakarya ini bertujuan membekali mahasiswa seni rupa sebagai calon praktisi seni dalam mempublikasikan, menyajikan, serta mengelompokkan materi pameran. Ia menekankan bahwa Jawa Barat memiliki banyak kanal produksi seni serta komunitas kreator. Namun hingga kini masih kekurangan kurator, manajer seni, dan tenaga profesional di bidang tata pameran. Karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa mengisi kebutuhan tersebut.

Sementara itu, Wisesa Wening Galih memberikan materi mengenai Preparator dan Art Handling. Preparator merupakan tenaga profesional yang bertugas menyiapkan, memasang, merawat, dan memindahkan karya seni di museum atau galeri. Adapun Art Handling adalah keahlian menangani karya secara aman selama proses pemindahan, pemasangan, penyimpanan, hingga pameran.

Menurut Wisesa, seorang preparator biasanya memiliki kemampuan art handling. Namun art handler dapat bekerja dalam konteks yang lebih luas, termasuk pengiriman karya internasional maupun proyek pameran skala besar.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat (UPTD PKDJB) Ary Heriyanto melalui Penanggungjawab Satpel Taman Budaya Agung Kusnadi menyampaikan bahwa Lokakarya tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa memanfaatkan fasilitas yang disediakan Pemprov Jabar seperti Taman Budaya dan Gedung Pusat Kebudayaan untuk kepentingan perkuliahan maupun pameran tunggal. Dengan demikian, fasilitas publik yang tersedia dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan praktik langsung di area lobi Teater Terbuka Taman Budaya. Para mahasiswa ditugaskan merancang program pameran mulai dari gagasan, persiapan, pelaksanaan, hingga penutupan. Mereka juga melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan proses tersebut sebagai latihan profesional di bidang tata pameran.

 

Foto: Satpel Taman Budaya

Penulis: Santi Gantini

Tags

  • ekraf
  • ekrafjabar
  • budaya
  • budayajabar
  • budayajawabarat
  • kebudayaan
  • kebudayaanjabar