
SUKABUMI - Kabar baik datang dari Ciletuh–Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp). Tahun ini CPUGGp atau yang lebih dikenal dengan nama Geopark Ciletuh kembali mendapatkan status Green Card dari UNESCO.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pengelola CPUGGp. Menurutnya ini menjadi kado spesial di hari jadi Kabupaten Sukabumi ke-155.
"Green Card dari UNESCO adalah kado terindah untuk masyarakat Sukabumi di Hari Jadi Kabupaten ke-155. Ini bukti bahwa kerja kolektif dan komitmen menjaga geopark telah membuahkan hasil terbaik," ungkapnya dikutip dari Detik.com.
Green Card sendiri merupakan predikat tertinggi dalam revalidasi empat tahunan UNESCO. Tahapan revalidasi telah dilaksanakan pada 30 Juni sampai 4 Juli 2025 lalu oleh dua perwakilan UNESCO yaitu Bojan Rezun (Slovenia) dan Zhang Chenggong (Tiongkok).
"Status ini bukan akhir, melainkan awal dari tantangan baru. Kita harus memastikan pengelolaan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu semakin baik, melibatkan masyarakat, memajukan ekonomi lokal, dan menjaga warisan alam agar tetap lestari untuk generasi mendatang," ucap Sekda Kabupaten Sukabumi.
"Prestasi ini adalah kebanggaan bersama. Sukabumi menjadi bagian dari jejaring geopark dunia yang diakui UNESCO, dan capaian ini sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu mengelola kawasan geopark dengan standar internasional," tambahnya.
Sementara itu, General Manager CPUGGp Aat Suwanto mengatakan, keberhasilan ini tak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas lokal, hingga hingga masyarakat, termasuk media massa.
"Predikat Green Card ini adalah hasil kerja bersama. Semua pihak berperan, mulai dari menjaga kelestarian alam, mengembangkan edukasi, hingga memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat. UNESCO melihat Geopark Ciletuh-Palabuhanratu bukan hanya indah, tetapi juga hidup dan tumbuh bersama warganya," ujarnya.
Selain Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, ada dua geopark lain di Indonesia yang mendapatkan status Green Card dari UNESCO. Keduanya adalah Geopark Rinjani dan Geopark Kaldera Toba.
Foto: Disparbud Jabar
Penulis: Bagusthira Evan Pratama



