Hero section image background

Jambore Batik Jawa Barat 2026, Momentum Jadikan Batik sebagai Penguat Identitas Budaya dan Daya Tarik Wisata

Senin, 26 Oktober 2026

Berita

19

Postingan ini dilihat

1

Postingan ini dibagikan

Poster post Jambore Batik Jawa Barat 2026, Momentum Jadikan Batik sebagai Penguat Identitas Budaya dan Daya Tarik Wisata

BANDUNG - Ragam kesenian batik dipamerkan dalam kegiatan Jambore Batik Jawa Barat 2026. Event yang digagas Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) tersebut diadakan di Hotel Golden Flower, Kota Bandung, 24-25 Oktober 2026.

Jambore Batik Jawa Barat 2026 merupakan kegiatan yang mempertemukan perajin batik, akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah untuk memperkuat ekosistem batik Tatar Sunda. Selain pameran batik dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, acara juga diisi dengan pembuatan kurikulum batik dan peluncuran buku The Emerging Expression of Batik in West Java.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon yang hadir dalam kegiatan ini menyampaikan, Jambore Batik Jawa Barat merupakan salah satu sarana penting dalam upaya pemajuan kebudayaan. Menurutnya ini sebagai langkah strategis untuk menjaga seni tradisi batik sebagai warisan budaya bangsa. 

"Kegiatan ini sejalan dengan upaya pemajuan kebudayaan, khususnya mengangkat batik yang sudah menjadi warisan budaya takbenda dunia oleh UNESCO. Kita mempunyai beragam batik yang luar biasa, dan pengembangannya yang lebih spesifik khususnya di Jawa Barat ini akan menambah kekayaan serta diversitas batik yang ada di Indonesia. Melalui Jambore Batik ini, kita juga bisa menginventarisasi mulai dari motif hingga komunitas komunitas perajinnya," ungkap Menbud RI.

Lebih lanjut, dirinya menuturkan bahwa batik merupakan salah satu wujud kekayaan budaya yang memperkuat identitas Indonesia sebagai bangsa Cultural Mega-Diversity. Di balik setiap corak, motif, dan teknik pembuatannya, tersimpan nilai luhur, pengetahuan tradisional, seni, serta makna filosofis yang menjadikannya sebagai Objek Pemajuan Kebudayaan.

Selain Menbud RI, turut hadir Menteri Pariwisata RI Wi­diyanti Putri Wardhana. Dirinya menilai bahwa batik berperan sebagai pendorong pemera­taan ekonomi lokal dan penunjang pariwisata berkualitas.
 
"Kehadiran batik tak hanya sebatas identitas budaya, tapi juga punya daya saing internasional yang kuat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor industri batik Indonesia di 2023 telah mencapai 30,62 juta dolar AS. Setiap motif batik merepresenta­sikan identitas, pe­ng­e­­tahuan, dan sejarah ma­syarakat," ucap Menpar RI.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR-RI Dede Yusuf M. Effendi yang juga bertindak sebagai Ketua Yayasan Batik Jawa Barat menyampaikan usulan terkait pendirian Museum Batik Jawa Barat. Dirinya berharap inisiatif tersebut mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan serta dapat dikolaborasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Penulis: Bagusthira Evan Pratama

Tags

  • budayajabar
  • budaya
  • budayajawabarat
  • kebudayaan
  • kebudayaanjabar
  • pariwisata
  • pariwisatajabar
  • pariwisatajawabarat