
DEPOK - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengembangkan potensi wisata ramah Muslim. Pemprov Jabar melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dinilai cekatan serta inovatif, sehingga berhasil mendapatkan penghargaan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025, Anugerah Adinata Syariah 2026, dan penghargaan internasional Most Promising Muslim-Friendly Region of The Year 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Plt Deputi Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata RI Reza Fahlevi dalam acara Peluncuran Program Pariwisata Ramah Muslim (Smiling West Java-Muslim Friendly Tourism) dan Publikasi Capaian Pembangunan Kepariwisataan (IPKN) Jawa Barat di Masjid At-Thohir, Kota Depok, Kamis 9 Juli 2026. Menurutnya apa yang dilakukan Pemprov Jabar sangat visioner, mengingat segmentasi pasar wisatawan Muslim terus bertumbuh setiap tahunnya.
"Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berhasil meraih prestasi membanggakan. Begitu banyak prestasi Jawa Barat khususnya dalam pengembangan wisata ramah Muslim. Ini membuktikan komitmen dan kinerja Pemprov Jabar yang sangat baik dalam pengembangan pariwisata ramah Muslim," ucapnya.
Data Global Muslim Travel Index (GMTI) menunjukkan populasi umat Muslim dunia pada tahun 2026 mencapai 2,22 miliar jiwa atau 26,8 persen dari populasi global. Angka tersebut diproyeksikan meningkat jadi 2,57 miliar jiwa untuk mendekati 29 persen pada 2036. GMTI menilai, umat Muslim bakal menjadi salah satu kekuatan dalam menggerakan ekonomi di masa depan.
Selain itu, GMTI juga mencatat bahwa tahun 2025 lalu terdapat 196 juta perjalanan wisatawan Muslim. Diprediksi akan ada 262 juta perjalanan hingga tahun 2030. Angka tersebut menunjukkan bahwa wisatawan Muslim memiliki pasar yang luas dan Indonesia termasuk di dalamnya. Menurut data, Indonesia telah menyumbang 11,3 persen populasi Muslim dunia, 17 persen populasi Muslim di Asia, dan 86 persen populasi Muslim di kawasan Asia Tenggara.
Memanfaatkan itu, Pemprov Jabar bergerak cepat dengan menerapkan sejumlah langkah strategis. Selain mendorong kabupaten/kota dan pelaku usaha untuk memenuhi standarisasi wisata ramah Muslim melalui SWJ-MFT Award yang berkolaborasi dengan EHTC Poltekpar NHI, Pemprov Jabar juga melakukan upaya lainnya seperti menggecarkan publikasi, penyusunan travel guide, serta pengembangan digitalisasi (website halaltravelbot.com) bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Telkom University.
"Bicara soal ramah Muslim, fokus kita sebenarnya adalah memenuhi standarisasi kebutuhan wisatawan Muslim, di antaranya akomodasi yang menunjang kegiatan wisatawan Muslim, kemudian restoran bersertifikat halal, tempat ibadah, dan sarana penunjang lainnya. Selain itu juga panduan atau paket wisata ramah Muslim. Intinya menyediakan fasilitas-fasilitas untuk wisatawan Muslim," jelas Reza.
Pada kegiatan peluncuran ini juga disampaikan bantuan secara simbolis sarana prasarana pendukung ramah muslim dari KDEKS Jawa Barat kepada Forum Desa dan Kampung Wisata (FORDEKA) Jawa Barat.
Selain wisata ramah Muslim, Pemprov Jabar turut meluncurkan Publikasi Capaian Pembangunan Kepariwisataan (IPKN) Jawa Barat. Program ini juga merupakan langkah strategis karena dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan kebijakan terkait pengembangan pariwisata.
"Publikasi IPKN ini langkah yang luar biasa karena pengembangan pariwisata Jawa Barat akan lebih terarah demi menjadikannya sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia. Kami dari Kemenpar RI tentu sangat mengapresiasi. Semoga dua agenda ini menjadi inspirasi untuk daerah lain agar bagaimana mengembangkan destinasi pariwisata menjadi berkualitas," puji Reza.
Penulis: Bagusthira Evan Pratama



