Hero section image background

Kementerian Pariwisata dan Bappenas RI Apresiasi Langkah Maju Disparbud Jabar Terkait Penyediaan Data

Selasa, 30 Juni 2026

Berita

570

Postingan ini dilihat

5

Postingan ini dibagikan

Poster post Kementerian Pariwisata dan Bappenas RI Apresiasi Langkah Maju Disparbud Jabar Terkait Penyediaan Data

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah meluncurkan inovasi 'Sistem Repositori Informasi Pembangunan Kepariwisataan' yang dapat diakses di website https://smilingwestjava.jabarprov.go.id/repositori. Platform tersebut dibuat dalam rangka menyediakan data kepariwisataan yang akurat, mutakhir, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Inovasi ini tentunya disambut positif oleh banyak pihak termasuk Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Pemprov Jabar dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dinilai peka terhadap kebutuhan banyak pihak terkait ketersediaan data. Tak hanya untuk pemerintah, namun juga sektor lainnya dalam rangka upaya pemajuan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional (IPKN).

“Saya setuju sekali dengan adanya sistem ini, sebab data yang disediakan tersebut bisa digunakan untuk bermacam-macam kebutuhan. Saya berharap bank data ini bisa membantu dalam memberikan kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran dan tepat manfaat,” kata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar RI Diah Paham.

Hal senada disampaikan Sekretaris Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar RI I Gusti Ayu Dewi. Menurutnya, repositori data dari Disparbud Jabar merupakan cikal bakal yang baik dalam pengambilan keputusan atau kebijakan Pembangunan kepariwisataan daerah.

"Kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat. Inovasi ini dibangun dalam waktu yang begitu cepat. Ini menunjukkan adanya kolaborasi yang solid antar Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Jawa Barat," ungkapnya.

"Menurut saya, ini merupakan cikal bakal yang baik, tinggal dioptimalkan ke depannya. Jawa Barat menjadi provinsi pertama yang menurut saya sudah memberikan komitmen dan progres baik untuk IPKN tahun ini," ujarnya menambahkan.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) RI. Kementerian PPN/Bappenas mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengembangkan repositori informasi pembangunan kepariwisataan sebagai upaya memperkuat tata kelola data yang akurat, mutakhir, terintegrasi, dan berkelanjutan.

"Kami berharap Sistem Repositori Informasi Pembangunan Kepariwisataan Jawa Barat dapat menjadi salah satu praktik baik dalam pengembangan ekosistem data sektoral yang terintegrasi dan mendukung perencanaan pembangunan yang lebih efektif, efisien, dan berbasis data," kata Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital  Kementerian PPN/ Bappenas RI Vivi Yulaswati.

Sementara itu, Kadisparbud Jabar Iendra Sofyan menjelaskan bahwa inovasi ini melengkapi platform Open Data Jabar yang sudah ada sebelumnya. Sistem Repositori Informasi Pembangunan Kepariwisataan Jawa Barat dirancang sedemikian rupa agar pengelolaan data lebih terstruktur, terstandar, dan berkelanjutan. 

Selain itu, sistem tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan validasi data dan informasi pembangunan kepariwisataan sebagai dasar pembuatan perencanaan, pengendalian, evaluasi, penilaian indeks, serta investasi pembangunan kepariwisataan Jawa Barat. Sistem ini merangkum berbagai data penting dari seluruh aktivitas pembangunan yang terhubung dengan sektor pariwisata.

"Ini merupakan upaya kami dalam langkah pengembangan pariwisata. Terkait IPKN, Jawa Barat pernah menempati posisi 21 dari 38 provinsi. Untuk itu kami berusaha memperbaiki dengan membuat langkah-langkah strategis, salah satunya repositori data di Jawa Barat," ucap Kadisparbud Jabar.

Tak hanya itu, Kepala Bidang Industri Pariwisata Rispiaga juga menambahkan bahwa Disparbud Jabar terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik  dalam pengembangan Sistem Repositori Informasi Pembangunan Kepariwisataan ini.

"Kami sangat terbuka untuk sharing dan berkolaborasi dengan kementerian, lembaga, maupun pemerintah provinsi lain yang ingin mengembangkan sistem serupa. Kami juga mendukung integrasi data dari pemerintah pusat hingga daerah agar data yang tersedia selalu mutakhir, terverifikasi dengan baik, dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan kepariwisataan yang lebih tepat sasaran," ujarnya.

Melalui inovasi ini, pihak Disparbud Jabar berharap ke depannya dapat meningkatkan daya saing pariwisata daerah. Selain itu untuk membangun kepercayaan wisatawan, pelaku usaha, dan investor terhadap potensi pariwisata di Jawa Barat.

Penulis: Bagusthira Evan Pratama

Tags

  • ipkn
  • indekspembangunankepariwisataannasional
  • jawabarat
  • wisata
  • pariwisata
  • wisatajabar
  • pariwisatajabar