Hero section image background

Kenapa Sate Maranggi Bisa Enak Banget? Ini Jawabannya

Jumat, 19 September 2025

Artikel

2,2 rb

Postingan ini dilihat

1

Postingan ini dibagikan

Poster post Kenapa Sate Maranggi Bisa Enak Banget? Ini Jawabannya

Jawa Barat dikenal sebagai surganya kuliner lezat. Berbagai macam hidangan bisa ditemukan dengan mudah, baik di wilayah perkotaan ataupun pedesaan.

Dari sekian banyak sajian, salah satu yang menjadi favorit adalah Sate Maranggi. Tak seperti sate pada umumnya, Sate Maranggi justru punya keistimewaan tersendiri yang membuat rasanya berbeda dari yang lain.

Tapi sebelum mencari tahu asal kelezatannya, ada baiknya untuk mengulas sejarah singkat dari Sate Maranggi. Menurut beberapa sumber, Sate Maranggi berasal dari Purwakarta dan sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Pendapat lain menyebutkan, Sate Maranggi mulai populer sekitar tahun 1960-an.

Kata 'Maranggi' berasal dari Bahasa Sunda yang berarti tukang ukir atau pandai besi. Konon, dulunya sate ini sering disajikan untuk kalangan para pengrajin besi dan kayu sebagai makanan penambah stamina.

Awalnya Sate Maranggi hanya ditemui di beberapa desa wilayah Purwakarta. Tapi seiring berjalannya waktu, Sate Maranggi menjadi hidangan utama yang diburu oleh banyak orang.

Lantas apa yang membedakan Sate Maranggi dengan sate lainnya? Rahasianya terletak di bumbu marinasi. 

Sebagai bahan utama, Sate Maranggi biasanya menggunakan potongan daging sapi atau daging kambing muda. Sebelum dibakar di atas arang, daging terlebih dulu direndam ke dalam racikan bumbu rempah yang terdiri dari ketumbar, bawang putih, jahe, serta campuran kecap manis. Proses marinasi biasanya memakan waktu 2 sampai 6 jam tergantung kebutuhan.

Proses marinasi itulah yang membuat Sate Maranggi menjadi sangat lezat. Biasanya, kuliner ini disantap dengan sambal tomat atau guyuran kecap manis. Sedangkan di Kabupaten Cianjur, Sate Maranggi dinikmati bersama ketan bakar dan olahan bumbu oncom.

Itulah yang membedakan Sate Maranggi dengan sate-sate lainnya. Tertarik mencoba? mau versi Purwakarta atau Cianjur, keduanya sama-sama memanjakan lidah. Apalagi kuliner ini sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia sejak 2018. Semakin bangga!

 

Foto: Dok. Shutterstock/Ika Rahma H

Penulis: Bagusthira Evan Pratama

Tags

  • kuliner
  • kulinerjabar
  • kulinerjawabarat
  • budaya
  • budayajabar
  • budayajawabarat
  • kebudayaan
  • kebudayaanjabar
  • kabupatenpurwakarta
  • kabupatencianjur
  • disparbudjabar
  • pemprovjabar