
Sektor pariwisata di Provinsi Jawa Barat kembali menorehkan catatan positif. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 211,76 juta perjalanan wisatawan nusantara selama periode Januari sampai Desember 2025.
Angka tersebut lebih tinggi dibanding tahun 2024 yang menorehkan 167,40 juta perjalanan atau secara persentase naik 26,50%. Pertumbuhan tersebut berhasil memposisikan Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan jumlah wisatawan nusantara terbanyak secara nasional.
Dari angka 211,76 juta, jumlah tertinggi berasal dari Kabupaten Bogor dengan catatan 31.853.451 perjalanan wisatawan nusantara. Sebaliknya, Kota Banjar menjadi wilayah yang paling jarang dikunjungi karena hanya menorehkan 774.857 perjalanan.
Ketimpangan tersebut tentu amat disayangkan, mengingat Kota Banjar memiliki berbagai daya tarik yang tidak kalah dengan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat. Meski luasnya hanya 131,97 Km persegi, Kota Banjar tetap menyimpan sejumlah keunggulan, baik dalam sektor pariwisata, budaya, maupun industri kreatif.
Dulunya Banjar menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Ciamis, sebelum akhirnya berpisah dan menjadi Kota Administratif pada 21 Februari 2003 silam. Sejauh ini Kota Banjar terbagi menjadi empat wilayah yakni Kecamatan Pataruman, Kecamatan Langensari, Kecamatan Banjar, dan Kecamatan Purwaharja.
Walaupun tidak terlalu luas, Kota Banjar tetap memiliki beragam keunikan. Di sektor wisata, terdapat beberapa destinasi yang menarik untuk dikunjungi seperti Situ Mustika, Situ Leutik, Lembah Pajamben, Cadas Gantung Mandalare, Puncak Pager Batu, Tepas Konci, dan Wahana Ulin Kabapa.

Selain destinasi wisata, Kota Banjar juga memiliki keunggulan di sektor budaya. Masyarakat di berbagai wilayah masih memegang kuat tradisi leluhur Sunda, meski secara geografis wilayahnya berdekatan dengan Provinsi Jawa Tengah. Bahkan dalam beberapa kesempatan, warga rutin mengadakan upacara adat yang dapat menjadi magnet bagi wisatawan dan sayang untuk dilewatkan.
Soal kuliner, karakter makanan dan minuman yang tersedia di Kota Banjar lebih condong ke arah Sunda Priangan. Sejumlah menu seperti gurame bakar, karedok, nasi tutug oncom, atau nasi timbel bisa ditemukan dengan mudah di beberapa warung makan.
Tak cuma itu, Banjar sekarang sudah dihiasi dengan beberapa kedai kopi (coffee shop) bergaya estetik yang cocok menjadi tempat hang out. Untuk camilan dan oleh-oleh, terdapat beberapa pilihan yang menggugah selera seperti Rangicok, Keripik Tempe, Ranginang, Pepes Lubang, serta Wajik khas Banjar.
Dengan berbagai daya tarik yang dimilikinya, tentu amat disayangkan jika memandang Banjar dengan sebelah mata. Apalagi lokasi kota kecil ini sangat strategis, dekat dengan Ciamis, Pangandaran, Tasikmalaya, bahkan Kabupaten Cilacap yang ada di Provinsi Jawa Tengah.
Jadi jangan ragu lagi untuk berkunjung ke Kota Banjar.
Penulis: Bagusthira Evan Pratama



