
BANDUNG - Sektor pariwisata Jawa Barat terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), serta tingkat hunian hotel di Jawa Barat mengalami peningkatan pada Mei 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.
Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Jawa Barat melalui Bandara Internasional Kertajati pada Mei 2026 tercatat sebanyak 241 kunjungan. Angka tersebut meningkat 11,06 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai 217 kunjungan.
Di sisi lain, mobilitas wisatawan nusantara juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pada Mei 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara dengan tujuan Jawa Barat mencapai 19,52 juta perjalanan, meningkat 12,20 persen dibandingkan April 2026 yang tercatat sebanyak 17,40 juta perjalanan. Secara tahunan, jumlah tersebut juga tumbuh 10,29 persen dibandingkan Mei 2025.
Secara kumulatif, sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara menuju Jawa Barat mencapai 93,45 juta perjalanan, atau meningkat 5,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Januari sampai Mei 2025, hanya terdapat 88,34 juta perjalanan wisatawan nusantara.
Pada Mei 2026, perjalanan didominasi enam daerah tujuan utama yaitu Kabupaten Bogor, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung, dan Kota Depok. Keenam wilayah tersebut menyumbang sekitar 48,17 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara ke Jawa Barat.
Meningkatnya mobilitas wisatawan turut berdampak positif terhadap kinerja industri perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel gabungan bintang dan nonbintang di Jawa Barat pada Mei 2026 mencapai 39,06 persen, naik 2,02 poin dibandingkan April 2026.
Banyaknya hari libur pada Mei 2026 menjadi salah satu faktor dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Barat. Seperti diketahui, bulai Mei lalu terdapat lima tanggal merah yang ditetapkan pemerintah yakni 1 Mei (hari buruh), 14 Mei (Kenaikan Isa Almasih), 15 Mei (cuti bersama kenaikan Isa Almasih), 27 Mei (Idul Adha), dan 28 Mei (cuti bersama Idul Adha).
Fakta tersebut tentunya menjadi indikator positif terhadap pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata Jawa Barat. Kondisi ini diharapkan terus berlanjut melalui penguatan promosi destinasi, penyelenggaraan berbagai event pariwisata, serta peningkatan kualitas layanan dan amenitas di berbagai destinasi wisata.
Penulis: Bagusthira Evan Pratama



