
GARUT - Gelaran budaya Nyaneut Festival kembali diselenggarakan. Kegiatan diadakan di Lapangan Situgede, Desa Cigedug, Kabupaten Garut, Selasa 26 Agustus 2025.
Nyaneut Festival merupakan agenda tahunan yang sudah 12 kali digelar. Tujuannya untuk melestarikan budaya minum teh khas Sunda bersama masyarakat, diiringi dengan pertunjukan seni musik dan tari-tarian.
"Suatu kehormatan dan kebanggaan buat saya bisa hadir mengikuti acara yang melestarikan budaya daerah seperti Nyaneut Festival ini. Karena menurut Pak Gubernur Dedi Mulyadi, bangsa yang bisa mempertahankan budaya leluhurnya merupakan bangsa besar dan dapat menguasai dunia. Karena itu Pak Gubernur ingin mengembalikan nilai-nilai budaya kita, salah satunya ada di kegiatan ini," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan.
"Alhamdulillah warga Desa Cigedug sudah melakukan upaya-upaya pelestarian budaya daerah dengan menggelar kegiatan Nyaneut Festival. Semoga tradisi ini dapat dikenal oleh anak-anak kita sehingga bisa dilestarikan dan dikembangkan," tuturnya.

Menurut Ketua Komunitas Nyaneut Dasep Badrussalam, tradisi ini pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Gunung Jati. Sebelum memulai dakwahnya, Sunan Gunung Jati selalu mengumpulkan masyarakat untuk bersama-sama menikmati teh.
Tujuan dari Nyaneut adalah untuk memelihara kearifan lokal yang telah mengakar sejak lama, terutama di Kecamatan Cigedug. Festival ini bukan hanya sekadar nostalgia. Lebih dari itu, untuk memperkenalkan prosesi Nyaneut yang melibatkan ritual-ritual sebelum menikmati teh secara bersama-sama.
Selain minum teh, acara ini juga diisi dengan kegiatan-kegiatan lain seperti pertunjukan pencak silat, jaipongan, kirab komunitas adat, seni reog, angklung, bajidoran, dan lain-lain. Menurut Kadisparbud Jabar, momen ini juga menjadi sarana menghidupkan perekonomian masyarakat melalui seni budaya serta UMKM.
Penulis: Bagusthira Evan Pratama



