Hero section image background

Peresmian Riksa Wisesa, Jejak Pajajaran: Kuasa, Pusaka, dan Ajaran Sunda di Museum Pajajaran Kota Bogor

Jumat, 6 Februari 2026

Berita

323

Postingan ini dilihat

1

Postingan ini dibagikan

Poster post Peresmian Riksa Wisesa, Jejak Pajajaran: Kuasa, Pusaka, dan Ajaran Sunda di Museum Pajajaran Kota Bogor

BOGOR - Kementerian Kebudayaan RI melalui Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi menyelenggarakan pameran bertajuk Jejak Pajajaran: Kuasa, Pusaka dan Ajaran Sunda. Kegiatan ini dilaksanakan di Bumi Ageng Batutulis, Kota Bogor, Kamis 5 April 2026.

Pameran diadakan sebagai langkah awal untuk mengaktivasi Museum Pajajaran sebagai pusat informasi budaya bagi masyarakat khususnya generasi muda. Pameran ini memamerkan 60 koleksi pusaka seperti kujang, keris, golok, dan lain sebagainya.

"Pameran dan aktivasi Museum Pajajaran ini bisa menjadi langkah pertama kita untuk membuat satu museum yang lebih komprehensif, seperti dari storyline-nya terkait era yang disebut sebagai prasejarah atau sejarah awal dari Tanah Sunda. Tentu masih banyak juga temuan-temuan lain yang menjadi rangkaian sejarah di Tanah Sunda, termasuk kehidupan sejarah Kota Bogor dan wilayah sekitarnya yang bisa digambarkan di museum ini," kata Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon.

"Pameran pusaka ini merupakan wadah kolaborasi bersama. Para seniman dan budayawan yang ada di Bogor juga diharapkan ikut menyumbang koleksi pameran di Museum Pajajaran ini, baik itu berupa tosan aji, pusaka, atau kujang. Kemudian dari koleksi Museum Nasional, bisa kita lakukan pinjaman jangka panjang. Begitu juga dengan artefak-artefak yang lain, dengan kurasi yang juga tentu harus baik," tambahnya.

Untuk mendukung sarana prasarana, ke depannya akan dibangun ampiteater di sisi gedung museum. Menbud RI berharap upaya yang dilakukan pemerintah bisa menjadikan kawasan Batutulis Bogor sebagai pusat informasi sejarah maupun budaya Tanah Sunda.

"Jadi kita akan bantu untuk penataan museum agar lebih besar lagi. Nanti koleksi dan artefaknya pelan-pelan kita isi. Selain itu, ke depan kita juga bisa mengembangkannya dengan ekspresi budaya lain seperti wayang, angklung, dan banyak lagi yang sudah menjadi bagian dari warisan budaya tak benda. Dengan demikian kita akan mempunyai satu ruang pamer yang utuh," jelas Menbud RI.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan Kementerian Kebudayaan RI. Dirinya yakin Prasasti Batutulis dan Museum Pajajaran yang sudah terintegrasi akan memberikan dampak positif bagi generasi muda serta menumbuhkan tingkat kunjungan wisatawan di Kota Bogor.

"Selain Museum Pajajaran, di sini juga ada Prasasti Batutulis sebagai pertanda atau lambang bahwa memang di sinilah berkembang sebuah pusat kebudayaan dan kesenian masyarakat Sunda. Semoga generasi muda lebih mengenal lagi budaya Sunda, kesenian Sunda, serta berbagai hasil yang telah dihadirkan oleh para tokoh hebat di masa lalu," ucap Wali Kota Bogor.

Pada kesempatan ini turut hadir Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemenbud RI Restu Gunawan, Sekretaris Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemenbud RI Wawan Yogaswara, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kemenbud RI Judi Wahjudin, Direktur Sejarah dan Permuseuman Kemenbud RI Agus Mulyana, Direktur Warisan Budaya Kemenbud RI I Made Dharma Suteja, Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Pelindungan Kekayaan Hak Intelektual Kemenbud RI Yayuk Sri Budi Rahayu, Direktur Diplomasi Budaya Kemenbud RI Raden Usman Effendi, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Jawa Barat Retno Raswaty.

Pameran juga dihadiri oleh anggota Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan, Sri Radya Keraton Sumedang Larang, H.R.I Lukman Soemadisoeria dan permaisuri, jajaran Pemerintah Kota/Kabupaten Bogor, TNI, Polres Bogor, Forkopimda, sejarawan, tokoh masyarakat, akademisi, pemerhati budaya, komunitas, siswa-siswi sekolah dan masyarakat sekitar.

 

Foto: Humas Disparbud Jabar/Bagusthira Evan Pratama

Penulis: Bagusthira Evan Pratama

Tags

  • budaya
  • budayajabar
  • budayajawabarat
  • kebudayaanjabar
  • kebudayaan
  • kementeriankebudayaan
  • disparbudjabar
  • bogor