
BANDUNG - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Jawa Barat menyerahkan sarana prasarana ibadah untuk pengelola Kampung Wisata Kreatif Radjoet Binong di Kota Bandung dalam rangka mendukung pariwisata ramah Muslim. Dukungan diserahkan secara langsung oleh Kadisparbud Jabar Iendra Sofyan, Senin 10 Agustus 2026.
Kampoeng Radjoet Binong merupakan salah satu sentra industri rajut terbesar di Indonesia yang telah mendapatkan dukungan intensif dari berbagai lembaga, termasuk Bank Indonesia Jawa Barat. Lewat program Bootcamp atau Onboarding UMKM Potensial, BI Jabar terus mendorong Kampoeng Radjoet Binong agar bisa bersaing di pasar digital hingga menembus pasar internasional. Potensi tersebut dimanfaatkan masyarakat serta pelaku usaha rajut untuk mengembangkan wisata berbasis ekonomi kreatif di wilayahnya.
Kampoeng Radjoet Binong diharapkan dapat menjadi salah satu contoh bagaimana potensi ekonomi kreatif lokal bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang menawarkan pengalaman lebih lengkap kepada pengunjung.

Selain itu Kampoeng Radjoet Binong juga berhasil masuk posisi lima besar dalam ajang Smiling West Java – Muslim Friendly Tourism (SWJ–MFT) Award 2026 kategori desa wisata terbaik. Oleh Pemprov Jabar, penilaian dalam ajang SWJ–MFT Award 2026 tak hanya mencakup kelengkapan fasilitas ibadah, tetapi juga meliputi aspek kebersihan, ketersediaan makanan dan minuman halal, pelayanan, keamanan, serta kemudahan wisatawan Muslim untuk memperoleh informasi maupun menjalankan aktivitas keagamaannya selama perjalanan. Dalam hal ini, Kampoeng Radjoet Binong telah memenuhi beberapa objek penilaian sehingga layak menembus posisi lima besar kategori desa wisata terbaik.
Keterlibatan KDEKS Jawa Barat dalam penyerahan bantuan ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara sektor pariwisata dengan pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Kolaborasi diharapkan dapat terus dikembangkan, sehingga sentra-sentra ekonomi kreatif di Jawa Barat tidak hanya menjadi tempat produksi dan pemasaran produk lokal, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat yang ramah Muslim.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku ekonomi kreatif, masyarakat, hingga ekosistem ekonomi syariah, Jawa Barat terus mendorong terciptanya destinasi wisata yang nyaman, inklusif, berkualitas, dan ramah bagi wisatawan Muslim. Upaya ini sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.
Penulis: Fristy Kusumastuti



