
Jalan Suryakencana di Kota Bogor bagaikan surga untuk pecinta kuliner. Segala jenis makanan dan minuman tersedia di sana, dan satu yang akan menarik perhatian wisatawan berasal dari gerobak kecil bertuliskan 'Bir Kotjok Bogor'.
Tapi jangan salah sangka dulu. Bir yang dimaksud tidaklah memabukkan seperti pada umumnya. Minuman ini sama sekali tidak mengandung alkohol. Sebaliknya, Bir Kotjok justru menggunakan rempah-rempah sebagai bahan utamanya.
Menurut catatan sejarah, Bir Kotjok pertama kali dibuat oleh warga keturunan Tionghoa bernama Oey Kok Tjok. Dari kisah yang beredar, dia membuka usaha minuman herbal di kawasan Pasar Bogor sekitar akhir 1940-an. Nama 'Kotjok' sendiri diambil dari nama belakang sang perintis sehingga lama kelamaan pengucapannya berubah menjadi Bir Kocok (penulisannya Kotjok).

Meski menggunakan nama bir, minuman ini justru menyehatkan karena berisi ramuan herbal yang terdiri dari jahe, kayu manis, cengkeh, gula aren, serta kapulaga. Bir Kotjok awalnya dibuat sebagai penghangat tubuh dan penambah stamina. Khasiatnya mirip jamu, namun sensasinya lebih segar karena terdapat busa yang berasal dari hasil proses kocokan.
Dalam penyajiannya, minuman ini dikocok di dalam botol dengan sangat kuat. Teknik tersebut tidak berubah sejak tempo dulu sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen atau wisatawan yang sekadar melintas di Jalan Suryakencana.
Untuk menyesuaikan dengan selera pembeli, Bir Kotjok saat ini tak selalu dihidangkan dalam keadaan panas atau hangat. Beberapa orang lebih suka jika ditambahkan es batu sehingga ada rasa dingin ketika meneguknya.
Karena memiliki nilai sejarah yang tinggi, Bir Kotjok saat ini sudah ditetapkan sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Penetapan tersebut diumumkan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia pada 10 Oktober 2025 lalu.
Foto: Instagram/@birkotjoksurken
Penulis: Bagusthira Evan Pratama



