Hero section image background

Upacara Nyangku Panjalu: Dari Ritual Adat, Menjadi Magnet Daya Tarik Wisatawan

Selasa, 8 September 2026

Berita

108

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Upacara Nyangku Panjalu: Dari Ritual Adat, Menjadi Magnet Daya Tarik Wisatawan

CIAMIS - Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Upacara Adat Nyangku, Senin 7 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan Borosngora di Area Situ Lengkong, Desa Panjalu, Kabupaten Ciamis.

Dukungan penuh diberikan oleh para sesepuh Panjalu, Pemerintah Desa Panjalu, serta keturunan Raja Panjalu. Tujuannya adalah membersihkan diri dari berbagai kekhilafan, iri hati, maupun sifat buruk selama setahun terakhir.

Upacara Adat Nyangku sendiri sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia pada 2017 lalu. Dari yang awalnya sekadar ritual adat, kini upacara tersebut menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Ciamis.

"Tradisi Nyangku merupakan warisan adat leluhur Tatar Galuh yang harus kita lestarikan dan wariskan kepada generasi penerus," ucap Bupati Ciamis Herdiat Sunarya.

Rangkaian Upacara Adat Nyangku diawali dengan tawasul, kemudian dilanjutkan persiapan di Bumi Alit, serta perjalanan menuju kawasan Situ Lengkong dan Nusa Gede. Selanjutnya benda-benda pusaka dibawa menuju panggung utama untuk mengikuti rangkaian acara, mulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan, pedaran sejarah, hingga doa bersama.

Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi Gelar Pusaka atau Ngaberesihan Pusaka yang diiringi lantunan shalawat. Setelah prosesi selesai, pusaka kembali dibawa menuju Bumi Alit dalam rangkaian Ngabrakeun.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran panitia yang telah bahu membahu melaksanakan kegiatan ini," ungkap Bupati Ciamis.

Nyangku bukan sekadar tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Lebih dari itu, tradisi luhur masyarakat Panjalu menjadi ruang untuk mengenang perjalanan sejarah, merawat kearifan lokal, mempererat silaturahmi, sekaligus meneladani nilai-nilai kebaikan para karuhun.

Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai cerita masa lalu, tetapi dapat menjadi pijakan dalam menjalani kehidupan hari ini serta menghadapi masa yang akan datang. 

Penulis: Humas Jabar

Tags

  • budaya
  • budayajabar
  • budayajawabarat
  • kebudayaan
  • kebudayaanjabar
  • warisanbudayatakbenda
  • wbtb
  • ciamis