
JAKARTA - Prestasi membanggakan diraih Provinsi Jawa Barat. Tahun ini Jawa Barat meraih peringkat pertama dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025.
Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana di Jakarta International Expo Kemayoran, Kamis 9 September 2025. Selain peringkat pertama IMTI 2025, Jawa Barat juga mendapatkan predikat Special Recognition Award of Muslim Friendly Destination.
"Prestasi ini tidak lepas dari sinergi pemerintah, akademisi, pelaku industri pariwisata, media, serta masyarakat Jawa Barat. Tim Disparbud Jabar dan Enhaii Halal Tourism Center mulai mematangkan konsep pariwisata ramah Muslim di 2024 dan membawakan hasil maksimal hari ini," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan.

Selain Jawa Barat, ada 14 provinsi lain yang menjadi objek penilaian IMTI pada tahun ini. Prosesi penilaian telah dilaksanakan pada Agustus 2025 lalu dengan melihat empat kategori utama yaitu akses (access), komunikasi (communication), lingkungan (environment), dan pelayanan (services). Jawa Barat meraih poin tertinggi pada kriteria environment dengan faktor penilaian safety and culture, visitor arrivals, serta enabling climate.
Sebelumnya Jawa Barat konsisten menempati peringkat 6 pada IMTI 2019, 2021, dan 2023. Dengan prestasi tahun ini, Jawa Barat berhasil membuktikan komitmen dalam mendukung ekosistem Pariwisata Ramah Muslim yang menyeluruh, mulai dari layanan wisata hingga jaminan kehalalan produk yang digunakan wisatawan.
Pencapaian ini tak lepas dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, dan dukungan Kabupaten/Kota serta kontribusi Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) dalam penyusunan instrumen Pariwisata Ramah Muslim. Terselenggaranya kegiatan Smiling West Java Muslim Friendly Tourism (SWJ-MFT) pada 2024 lalu juga menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membangun ekosistem Pariwisata Ramah Muslim di 27 kabupaten/kota.
"Tentunya ini juga menjadi bahan evaluasi kami untuk terus memperbaiki diri, memberikan pelayanan kepada para wisatawan, serta mendorong sinergi antara pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekosistem pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global," kata Kadisparbud Jabar.

Khusus IMTI 2025, tahun ini pelaksanaan diselenggarakan melalui kolaborasi antara Kemenpar RI, Bank Indonesia, Cresent Rating, dan juga Tim EHTC. Melalui upaya ini, Indonesia diharapkan bisa memperbaiki peringkat sebagai negara wisata ramah Muslim pada Global Muslim Travel Index (GMTI).
"Pariwisata ramah Muslim kini membentuk masa depan perjalanan dunia. Bahkan negara-negara di luar Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mulai menyadarinya dan menyesuaikan layanan, fasilitas, serta destinasi mereka agar lebih ramah bagi wisatawan Muslim," kata Menpar RI Widiyanti Putri Wardhana.
"Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Didukung dengan kekayaan alam dan warisan budaya yang melimpah, Indonesia memiliki keunggulan kompetitif yang sangat khas. Skala serta potensi sebesar ini menempatkan kita pada posisi strategis di garis depan pariwisata ramah Muslim dunia. Indonesia Muslim Travel Index memberikan wawasan praktis untuk menilai kekuatan Indonesia, mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, dan memperkuat industri pariwisata di 15 provinsi prioritas wisata ramah Muslim," tuturnya.
Khusus untuk Jawa Barat, prestasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Muslim, baik domestik maupun mancanegara. Hal tersebut tentunya bisa memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan lapangan kerja, serta menambah citra positif Jawa Barat di sektor pariwisata.
Foto: Disparbud Jabar - Dini Nurdiani
Penulis: Bagusthira Evan Pratama



