
BANDUNG - Usai sudah rangkaian site visit Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026 di Provinsi Jawa Barat. Sejak 12 hingga 14 Agustus, tim dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, CrescentRating, serta Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung berkeliling sejumlah destinasi di kabupaten/kota untuk menilai standarisasi kelayakan pariwisata ramah Muslim.
Pada hari pertama, kegiatan berlangsung di Kota Depok, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Karawang. Tim penilai mengunjungi Masjid At-Thohir, Masjid Nurul Wathon, Rumah Makan Bumi Aki, Stasiun Kereta Cepat Whoosh, dan Villagio Outlet.
Sehari setelahnya, penilaian dilakukan di wilayah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Beberapa destinasi menjadi tujuan seperti Grand Tjokro Hotel, Museum Geologi, Jaza Masjid, dan Lembang Park & Zoo.

Pada hari terakhir, kunjungan lapangan dilanjutkan ke outlet Kartikasari dan Bandara Husein Sastranegara. Selama tiga hari, beberapa hal menjadi bahan penilaian antara lain aksesibilitas, pelayanan, hingga pemenuhan sarana prasarana untuk menjalankan ibadah.
"Melalui kegiatan site visit ini, penilaian bukan sekadar mengejar peringkat, tapi menjadi ikhtiar kita untuk terus berbenah demi pelayanan yang lebih baik. Semoga langkah kita membawa maslahat bagi kemajuan pariwisata ramah Muslim di Jawa Barat dan Indonesia," kata Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan, Rabu 12 Agustus 2026 lalu.
Dalam pelaksanaan site visit ini, Pemprov Jabar melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ikut mendampingi serta memfasilitasi jalannya kegiatan. Dukungan juga diberikan oleh Bank Indonesia Jawa Barat serta Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Barat.

"Di Jawa Barat, kami terus membangun sinergi dalam upaya memperbaiki layanan serta sarana prasarana terkait pariwisata, termasuk juga wisata halal atau pariwisata ramah Muslim. Kita mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota, para pelaku usaha pariwisata, dan tentunya asosiasi terkait pariwisata untuk bersama-sama mengembangkan potensi ini. Alhamdulillah, tahun lalu kami di Jawa Barat berhasil meraih peringkat pertama IMTI," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan, Jumat 14 Agustus 2026.
Tahun lalu Jawa Barat sukses memborong prestasi terkait pariwisata ramah Muslim. Usai dinobatkan sebagai yang terbaik pada IMTI 2025, Jawa Barat juga berhasil mendapat penghargaan di ajang Anugerah Adinata Syariah 2026 dan penghargaan internasional Most Promising Muslim-Friendly Region of The Year 2026.
Pencapaian tersebut tentunya menjadi motivasi untuk meningkatkan pelayanan di 27 kabupaten/kota Jawa Barat. Apalagi pasar wisatawan Muslim semakin bertambah menyusul meningkatnya populasi umat Muslim dunia yang tahun ini diperkirakan mencapai 2,22 miliar jiwa atau 26,8 persen dari populasi global (data Global Muslim Travel Index).
"Dari masukan-masukan yang kami terima pada pelaksanaan site visit dan FGD kali ini, kami akan coba tingkatkan lagi beberapa hal yang di antaranya penyusunan delienasi wisata terintegrasi, pendampingan infrastruktur fisik sarana prasarana ramah muslim, pengembangan HalalTravelBot dan dashboard digital ramah muslim, serta peningkatan jumlah Zona KHAS Wisata di Jawa Barat," jelas Kepala Bidang Industri Pariwisata Disparbud Jabar Rispiaga pada penyelenggaraan FGD Pariwisata Ramah Muslim di Kantor Disparbud Jawa Barat.
Penulis: Bagusthira Evan Pratama



