Enter your keyword

Kasepuhan Ciptagelar Gelar Upacara Adat Seren Taun ke-654

Kasepuhan Ciptagelar Gelar Upacara Adat Seren Taun ke-654

SUKABUMI – Upacara Seren Taun sangat melekat dengan masyarakat Sunda. Ritual yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu tersebut ditujukan untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil alam yang diterima khususnya sektor pertanian dan perkebunan.

Upacara tersebut juga dilakukan oleh warga di Kasepuhan Adat Ciptagelar Kabupaten Sukabumi. Setelah sempat vakum akibat pandemi, akhirnya tahun ini digelar Seren Taun dengan tema “Nyoreang Alam Katukang Nyawang Alam Nu Bakal Datang”.

Acara berlangsung secara khidmat pada Minggu 21 Agustus 2022. Seren Taun atau sedekah bumi diadakan untuk melepas tahun yang sudah dilalui dan menerima tahun yang akan datang.

Berbagai kegiatan digelar mulai dari prosesi angkat ampih pare ka leuit, saresehan bersama Baris Olot Kasepuhan, Dongdang, Dog-dog Lojor, penampilan seni Debus, Lisung, Rengkong, Gondang Buhun, Tari Tani, dan lolongok hasil karya incu putu Kasepuhan. Ketua adat Kasepuhan Ciptagelar Abah Ugi Sugriana Rakasiwi menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga Upacara Seren Taun bisa terselenggara dengan baik.

“Saya berterima kasih atas kehadiran seluruh jajaran Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat yang sudah berkontribusi dalam penyelenggaraan syukuran ini. Saya juga minta doanya semoga Kasepuhan Gelar Alam bisa masuk nominasi 10 besar penilaian Kharisma Event Nusantara dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,” ungkap Abah Ugi.

Selain perayaan, Upacara Seren Taun juga mengandung pesan moral bagi masyarakat agar selalu membangun hubungan baik dengan alam sekitar. Masyarakat Kampung Adat Ciptagelar yakin, dengan hubungan baik tersebut, maka alam akan memberikan timbal balik berupa hasil bumi yang subur nan melimpah.

Masyarakat di Kampung Adat Ciptagelar sendiri sejauh ini masih memegang erat tradisi leluhur. Hal tersebut terus dipertahankan sehingga menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami yang hadir dalam upcara tersebut berharap potensi yang ada di Ciptagelar bisa dilestarikan oleh generasi muda. Oleh karena itu perlu dukungan banyak pihak mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, hingga masyarakat.

“Potensi Kasepuhan ini mesti didorong oleh generasi muda demi menjaga tradisi para leluhur. Komunikasikan dengan stakholder terkait dalam pengembangan potensi di sini,” ucapnya.