Enter your keyword

Hari Keempat Kunjungan Kerja ke Jabar Selatan, Disparbud Siap Maksimalkan Potensi Wisata Budaya	Disparbud Jabar, Ekraf, Jabar Juara, Jabar Juara Lahir Batin, Jawa Barat, Kemenparekraf RI, Pariwisata, Smiling West Java

Hari Keempat Kunjungan Kerja ke Jabar Selatan, Disparbud Siap Maksimalkan Potensi Wisata Budaya Disparbud Jabar, Ekraf, Jabar Juara, Jabar Juara Lahir Batin, Jawa Barat, Kemenparekraf RI, Pariwisata, Smiling West Java

JABAR SELATAN – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat melanjutkan kunjungan kerjanya ke wilayah Jabar selatan. Pada hari keempat, Kamis 14 April 2022, tim yang dipimpin Kadisparbud Jabar Benny Bachtiar bergerak ke sejumlah destinasi di Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Tasikmalaya.

Selain meninjau potensi wisata alam, Disparbud Jabar juga mengisyaratkan untuk mengembangkan wisata seni budaya. Menurut Kadisparbud, keragaman seni budaya Sunda menjadi daya tarik yang bisa mendatangkan banyak wisatawan sehingga perlu dikelola secara lebih serius.

Salah satu wisata budaya yang memiliki nilai historikal berada di Kampung Adat Kuta, Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis. Kampung Adat Kuta menjadi sebuah gambaran bahwa hampir di setiap daerah mempunyai kelompok masyarakat yang masih memegang erat tradisi serta adat istiadat yang sudah ada sejak zaman dahulu.

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

“Kampung Adat Kuta memiliki keunikan tersendiri, serta nilai sejarah, khususnya terkait Kerajaan Galuh. Tetapi, perbedaan dengan beberapa kampung adat lainnya, bahwa Kampung Adat Kuta terbuka dengan beberapa kemajuan zaman,” kata Kadisparbud.

Di Kampung Adat Kuta, daya tarik yang paling utama terlihat dari kearifan lokal masyarakatnya. Beberapa tradisi nenek moyang masih dipertahankan seperti menempatkan ijuk di bagian atap rumah yang bangunannya harus berbentuk persegi, panggung, serta tidak menggunakan bahan permanen.

Selain itu, dalam setiap keluarga yang tinggal di wilayah Kampung Adat Kuta, sudah menerapkan Program Keluarga Berencana (KB) secara Alami. Dari data yang didapat, setiap keluarga hanya terdiri dari 1 ibu, 1 ayah, dan 1 anak.

Dengan keunikan tersebut, Disparbud Jabar akan berupaya agar sejarah Jawa Barat tidak hanya diketahui oleh masyarakat Sunda, tapi juga seluruh Indonesia bahkan mancanegara.